<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Yakin Asean Punya Perekonomian yang Kuat dan Berkelanjutan</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan tegas menyatakan bahwa Asean akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi kuat dan berkelanjutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790875/sri-mulyani-yakin-asean-punya-perekonomian-yang-kuat-dan-berkelanjutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790875/sri-mulyani-yakin-asean-punya-perekonomian-yang-kuat-dan-berkelanjutan"/><item><title>Sri Mulyani Yakin Asean Punya Perekonomian yang Kuat dan Berkelanjutan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790875/sri-mulyani-yakin-asean-punya-perekonomian-yang-kuat-dan-berkelanjutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790875/sri-mulyani-yakin-asean-punya-perekonomian-yang-kuat-dan-berkelanjutan</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/320/2790875/sri-mulyani-yakin-asean-punya-perekonomian-yang-kuat-dan-berkelanjutan-GUAnVBNfTq.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/320/2790875/sri-mulyani-yakin-asean-punya-perekonomian-yang-kuat-dan-berkelanjutan-GUAnVBNfTq.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: MPI)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan tegas menyatakan bahwa Asia Tenggara (Asean) akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi kuat dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, koordinasi antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pun harus terus ditingkatkan.

&quot;Keketuaan Indonesia mengangkat tema Asean Matters Epicenturm of Growth. Kami Percaya ASEAN harus bertujuan untuk menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif yang kuat dan berkelanjutan,&quot; kata Sri Mulyani dalam pembukaan Asean Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), Bali, Jumat (31/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani: ASEAN Harus Jaga 6 Inisiatif Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi

Namun, kta Sri Mulyani, Asean harus bisa menjawab tantangan -tantangan yang ada. Seperti saat pandemi Covid-19 melanda, hal tersebut menyusukan pertumbuhan ekonomi di wilayah Asean.

&quot;Wilayah kita telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi terutama pada periode 2010 hingga 2019, di mana Asean secara konsisten menyumbang 3% dari PDB riil dunia. Tapi di 2020, ekonomi menyusut karena pandemi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gubernur Bank Sentral Filipina: Negara Asean Rentan Guncangan Dunia

&quot;Oleh karena itu, kita harus memperkuat kapasitas Asean untuk menjawab tantangan sebelumnya, tetapi yang paling penting adalah tantangan saat ini dan tantangan baru yang kita semua lihat hari ini dan tantangan yang diharapkan di masa depan. 20 tahun ke depan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC80LzE2NDExMS81L3g4ajU3ODc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebenarnya, kata Sri Mulyani, sudah banyak Organisasi Internasional yang memproyeksikan bahwa kawasan Asean akan tumbuh positif pada tahun ini. Oleh karenanya, kawasan Asean harus memperkuat ekonomi regionalnya.



&quot;Kita semua perlu tetap waspada dan bersiap menghadapi beberapa tantangan eksternal yang dapat menyebabkan turbulensi pada ekonomi regional kita,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan tegas menyatakan bahwa Asia Tenggara (Asean) akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi kuat dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, koordinasi antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pun harus terus ditingkatkan.

&quot;Keketuaan Indonesia mengangkat tema Asean Matters Epicenturm of Growth. Kami Percaya ASEAN harus bertujuan untuk menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif yang kuat dan berkelanjutan,&quot; kata Sri Mulyani dalam pembukaan Asean Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), Bali, Jumat (31/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani: ASEAN Harus Jaga 6 Inisiatif Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi

Namun, kta Sri Mulyani, Asean harus bisa menjawab tantangan -tantangan yang ada. Seperti saat pandemi Covid-19 melanda, hal tersebut menyusukan pertumbuhan ekonomi di wilayah Asean.

&quot;Wilayah kita telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi terutama pada periode 2010 hingga 2019, di mana Asean secara konsisten menyumbang 3% dari PDB riil dunia. Tapi di 2020, ekonomi menyusut karena pandemi,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Gubernur Bank Sentral Filipina: Negara Asean Rentan Guncangan Dunia

&quot;Oleh karena itu, kita harus memperkuat kapasitas Asean untuk menjawab tantangan sebelumnya, tetapi yang paling penting adalah tantangan saat ini dan tantangan baru yang kita semua lihat hari ini dan tantangan yang diharapkan di masa depan. 20 tahun ke depan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xMC80LzE2NDExMS81L3g4ajU3ODc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebenarnya, kata Sri Mulyani, sudah banyak Organisasi Internasional yang memproyeksikan bahwa kawasan Asean akan tumbuh positif pada tahun ini. Oleh karenanya, kawasan Asean harus memperkuat ekonomi regionalnya.



&quot;Kita semua perlu tetap waspada dan bersiap menghadapi beberapa tantangan eksternal yang dapat menyebabkan turbulensi pada ekonomi regional kita,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
