<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Waspadai Turbulensi Ekonomi Tahun Ini</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kawasan Asia Tenggara (Asean) untuk memperkuat perekonomian regional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790880/sri-mulyani-waspadai-turbulensi-ekonomi-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790880/sri-mulyani-waspadai-turbulensi-ekonomi-tahun-ini"/><item><title>Sri Mulyani Waspadai Turbulensi Ekonomi Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790880/sri-mulyani-waspadai-turbulensi-ekonomi-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/320/2790880/sri-mulyani-waspadai-turbulensi-ekonomi-tahun-ini</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/320/2790880/sri-mulyani-waspadai-turbulensi-ekonomi-tahun-ini-oWD1cYopIp.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/320/2790880/sri-mulyani-waspadai-turbulensi-ekonomi-tahun-ini-oWD1cYopIp.JPG</image><title>Sri Mulyani. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kawasan Asia Tenggara (Asean) untuk memperkuat perekonomian regional. Tujuannya supaya bisa menghadapi berbagai turbulensi yang dihadapi tahun ini.

&quot;Kita harus terus memperbaharui kebijakan kita untuk menanggapi situasi yang dinamis. Kita perlu tetap waspada dan bersiap menghadapi beberapa tantangan eksternal yang dapat menyebabkan turbulensi pada ekonomi regional kita,&quot; katanya, dalam pembukaan Asean Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), Bali, Jumat (31/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Yakin Asean Punya Perekonomian yang Kuat dan Berkelanjutan

Asean juga perlu melakukan reformasi ekonomi yang berkelanjutan. Di mana banyak bidang kerjasama yang bisa dilakukan antar negara Asean.

&quot;Ini adalah liberalisasi jasa keuangan, liberalisasi akun modal, pengembangan pasar modal, inklusi keuangan, kerangka kerja integrasi perbankan Asean, dan sistem pembayaran dan penyelesaian. Beberapa kerjasama sudah berlangsung lama, bahkan sejak 1999 dan beberapa relatif baru yaitu dari tahun 2015,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Net Zero Emission, Sri Mulyani Akui Butuh Banyak Duit

Menurutnya, kerjasama ini menjadi alat penting bagi Asean sehingga setiap negara dapat berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi regional serta residensi ekonomi individu.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, Sri Mulyanimenyatakan bahwa Asia Tenggara (Asean) akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi kuat dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, koordinasi antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pun harus terus ditingkatkan.



&quot;Keketuaan Indonesia mengangkat tema Asean Matters Epicenturm of Growth. Kami Percaya ASEAN harus bertujuan untuk menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif yang kuat dan berkelanjutan,&quot; kata Sri Mulyani.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta kawasan Asia Tenggara (Asean) untuk memperkuat perekonomian regional. Tujuannya supaya bisa menghadapi berbagai turbulensi yang dihadapi tahun ini.

&quot;Kita harus terus memperbaharui kebijakan kita untuk menanggapi situasi yang dinamis. Kita perlu tetap waspada dan bersiap menghadapi beberapa tantangan eksternal yang dapat menyebabkan turbulensi pada ekonomi regional kita,&quot; katanya, dalam pembukaan Asean Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), Bali, Jumat (31/3/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Yakin Asean Punya Perekonomian yang Kuat dan Berkelanjutan

Asean juga perlu melakukan reformasi ekonomi yang berkelanjutan. Di mana banyak bidang kerjasama yang bisa dilakukan antar negara Asean.

&quot;Ini adalah liberalisasi jasa keuangan, liberalisasi akun modal, pengembangan pasar modal, inklusi keuangan, kerangka kerja integrasi perbankan Asean, dan sistem pembayaran dan penyelesaian. Beberapa kerjasama sudah berlangsung lama, bahkan sejak 1999 dan beberapa relatif baru yaitu dari tahun 2015,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Net Zero Emission, Sri Mulyani Akui Butuh Banyak Duit

Menurutnya, kerjasama ini menjadi alat penting bagi Asean sehingga setiap negara dapat berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi regional serta residensi ekonomi individu.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, Sri Mulyanimenyatakan bahwa Asia Tenggara (Asean) akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi kuat dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, koordinasi antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pun harus terus ditingkatkan.



&quot;Keketuaan Indonesia mengangkat tema Asean Matters Epicenturm of Growth. Kami Percaya ASEAN harus bertujuan untuk menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif yang kuat dan berkelanjutan,&quot; kata Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
