<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Investor Baru IKN Siap Bangun Hunian ASN, Setor Rp3,22 Triliun</title><description>2 investor baru Ibu Kota Nusantara (IKN) siap membangun hunian ASN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/470/2790650/2-investor-baru-ikn-siap-bangun-hunian-asn-setor-rp3-22-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/470/2790650/2-investor-baru-ikn-siap-bangun-hunian-asn-setor-rp3-22-triliun"/><item><title>2 Investor Baru IKN Siap Bangun Hunian ASN, Setor Rp3,22 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/470/2790650/2-investor-baru-ikn-siap-bangun-hunian-asn-setor-rp3-22-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/03/31/470/2790650/2-investor-baru-ikn-siap-bangun-hunian-asn-setor-rp3-22-triliun</guid><pubDate>Jum'at 31 Maret 2023 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/470/2790650/2-investor-baru-ikn-siap-bangun-hunian-asn-setor-rp3-22-triliun-utRsImywrR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor IKN siap membangun hunian ASN (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/470/2790650/2-investor-baru-ikn-siap-bangun-hunian-asn-setor-rp3-22-triliun-utRsImywrR.jpg</image><title>Investor IKN siap membangun hunian ASN (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; 2 investor baru Ibu Kota Nusantara (IKN) siap membangun hunian ASN. Badan Otorita IKN mengungkapkan bahwa 2 Investor nasional telah mengantongi letter to proceed atau Surat Izin Prakarsa Proyek (SIPP).
Investor tersebut adalah PT Perintis Triniti Properti Tbk (Konsorsium Triniti) dan PT Nindya Karya dengan total investasi Rp3,22 triliun. Konsorsium Triniti menanamkan modal 1,8 triliun rupiah untuk mengerjakan tujuh tower dan Nindya menginvestasi Rp1,42 triliun untuk bangun delapan tower.

BACA JUGA:
16 Ribu PNS Pindah ke IKN pada 2024, Dapat Fasilitas Mewah


&quot;Dengan ada tambahan dua investor yang membangun hunian ASN diyakini dapat mempercepat pembangunan Nusantara sehingga tahun depan, ASN dapat mulai pindah,&amp;rdquo; kata Bambang dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (31/3/2023).
Skema bisnis untuk kedua investor tersebut adalah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sehingga akan ada pembagian risiko antara pihak pemerintah dan investor beserta insentif dan penalti pada pelaksanaannya dalam penyediaan layanan dan atau infrastruktur publik.

BACA JUGA:
Sederet Fasilitas Mewah PNS saat Pindah ke IKN Nusantara


&quot;Dipastikan dengan skema KPBU, negara sama sekali tidak dirugikan,&amp;rdquo; terang Bambang.
Patut diketahui, kedua investor tersebut akan membangun hunian ASN di wilayah yang berbeda. Konsorsium Triniti membangun di wilayah West Residence WP1A-1 dan Nindya membangun di wilayah West Government WP1A-1.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOC8xLzE2NDQwMy81L3g4ajk3OW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sekedar informasi, Konsorsium Triniti dan Nindya merupakan investor  keempat dan kelima yang sudah mendapatkan surat izin prakarsa. Tiga  investor sebelumnya yang mendapatkan SIPP adalah PT. Summarecon Agung  Tbk (Summarecon), Konsorsium Nusantara (RBN CCFG) dan Korean Land and  Housing Corporation (KLHC). Para investor tersebut ditargetkan untuk  menuntaskan pekerjaannya pada 2024.
Bambang menambahkan bahwa kebutuhan hunian ASN sangat banyak, yakni  harus bisa menampung 16.990 ASN di tahun 2024 dan akan terus bertambah  setiap tahunnya. Maka dari itu, peluang investasi di hunian ASN masih  sangat terbuka.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; 2 investor baru Ibu Kota Nusantara (IKN) siap membangun hunian ASN. Badan Otorita IKN mengungkapkan bahwa 2 Investor nasional telah mengantongi letter to proceed atau Surat Izin Prakarsa Proyek (SIPP).
Investor tersebut adalah PT Perintis Triniti Properti Tbk (Konsorsium Triniti) dan PT Nindya Karya dengan total investasi Rp3,22 triliun. Konsorsium Triniti menanamkan modal 1,8 triliun rupiah untuk mengerjakan tujuh tower dan Nindya menginvestasi Rp1,42 triliun untuk bangun delapan tower.

BACA JUGA:
16 Ribu PNS Pindah ke IKN pada 2024, Dapat Fasilitas Mewah


&quot;Dengan ada tambahan dua investor yang membangun hunian ASN diyakini dapat mempercepat pembangunan Nusantara sehingga tahun depan, ASN dapat mulai pindah,&amp;rdquo; kata Bambang dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (31/3/2023).
Skema bisnis untuk kedua investor tersebut adalah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Sehingga akan ada pembagian risiko antara pihak pemerintah dan investor beserta insentif dan penalti pada pelaksanaannya dalam penyediaan layanan dan atau infrastruktur publik.

BACA JUGA:
Sederet Fasilitas Mewah PNS saat Pindah ke IKN Nusantara


&quot;Dipastikan dengan skema KPBU, negara sama sekali tidak dirugikan,&amp;rdquo; terang Bambang.
Patut diketahui, kedua investor tersebut akan membangun hunian ASN di wilayah yang berbeda. Konsorsium Triniti membangun di wilayah West Residence WP1A-1 dan Nindya membangun di wilayah West Government WP1A-1.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xOC8xLzE2NDQwMy81L3g4ajk3OW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sekedar informasi, Konsorsium Triniti dan Nindya merupakan investor  keempat dan kelima yang sudah mendapatkan surat izin prakarsa. Tiga  investor sebelumnya yang mendapatkan SIPP adalah PT. Summarecon Agung  Tbk (Summarecon), Konsorsium Nusantara (RBN CCFG) dan Korean Land and  Housing Corporation (KLHC). Para investor tersebut ditargetkan untuk  menuntaskan pekerjaannya pada 2024.
Bambang menambahkan bahwa kebutuhan hunian ASN sangat banyak, yakni  harus bisa menampung 16.990 ASN di tahun 2024 dan akan terus bertambah  setiap tahunnya. Maka dari itu, peluang investasi di hunian ASN masih  sangat terbuka.</content:encoded></item></channel></rss>
