<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pernah Jadi Sopir Angkot, Orang Terkaya di Indonesia Ini Punya Harta Rp84,6 Triliun</title><description></description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/01/455/2791129/pernah-jadi-sopir-angkot-orang-terkaya-di-indonesia-ini-punya-harta-rp84-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/01/455/2791129/pernah-jadi-sopir-angkot-orang-terkaya-di-indonesia-ini-punya-harta-rp84-6-triliun"/><item><title>Pernah Jadi Sopir Angkot, Orang Terkaya di Indonesia Ini Punya Harta Rp84,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/01/455/2791129/pernah-jadi-sopir-angkot-orang-terkaya-di-indonesia-ini-punya-harta-rp84-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/01/455/2791129/pernah-jadi-sopir-angkot-orang-terkaya-di-indonesia-ini-punya-harta-rp84-6-triliun</guid><pubDate>Sabtu 01 April 2023 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/31/455/2791129/pernah-jadi-sopir-angkot-orang-terkaya-di-indonesia-ini-punya-harta-rp84-6-triliun-IrUDRWrEH6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sopir angkot (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/31/455/2791129/pernah-jadi-sopir-angkot-orang-terkaya-di-indonesia-ini-punya-harta-rp84-6-triliun-IrUDRWrEH6.jpg</image><title>Sopir angkot (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Prajogo Pangestu, konglomerat pendiri Barito Group yang masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia dan orang terkaya ketiga di Indonesia versi Forbes tahun 2019 dengan kekayaan mencapai USD5,9 miliar atau setara Rp84,6 triliun ternyata memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah.
Ia tidak berasal dari keluarga yang kaya, orang tuanya hanyalah pedagang karet dan pendidikannya hanya sampai tingkat menengah.

BACA JUGA:
Jadi Orang Kaya berkat Jualan Makanan, Ini Sosoknya

Sempat gagal mengadu nasib di Jakarta, ia kembali ke kampung halamannya di Kalimantan Barat dan menjadi sopir angkot.
Pada tahun 1969 saat ia sedang bekerja, ia bertemu dengan seoarng pengusaha kayu dari Malaysia, Bong Sun (Burhan Uray) dan diajak bergabung di perusahaannya, yaitu PT Djajanti Group.

BACA JUGA:
Joe Biden Naikkan Pajak Orang Kaya AS

Setelah bekerja selama 7 tahun, ia memutuskan keluar dari perusahaan tersebut dan mendirikan perusahaannya sendiri yang diberi nama CV Pacific Lumber Coy dan kemudian diubah menjadi PT Barito Pacific Timber.Setelah perusahaannya dikenal oleh masyarakat luas, tahun 2007 ia mengganti lagi nama perusahaannya menjadi Barito Pacifik dan mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia, Chandra Asri, yang membuat kekayaan dirinya semakin melimpah.
Baca Selengkapnya:Kisah Inspiratif Sopir Angkot yang Kini Jadi Orang Terkaya di Indonesia, Punya Harta Rp84,6 Triliun</description><content:encoded>JAKARTA - Prajogo Pangestu, konglomerat pendiri Barito Group yang masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia dan orang terkaya ketiga di Indonesia versi Forbes tahun 2019 dengan kekayaan mencapai USD5,9 miliar atau setara Rp84,6 triliun ternyata memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah.
Ia tidak berasal dari keluarga yang kaya, orang tuanya hanyalah pedagang karet dan pendidikannya hanya sampai tingkat menengah.

BACA JUGA:
Jadi Orang Kaya berkat Jualan Makanan, Ini Sosoknya

Sempat gagal mengadu nasib di Jakarta, ia kembali ke kampung halamannya di Kalimantan Barat dan menjadi sopir angkot.
Pada tahun 1969 saat ia sedang bekerja, ia bertemu dengan seoarng pengusaha kayu dari Malaysia, Bong Sun (Burhan Uray) dan diajak bergabung di perusahaannya, yaitu PT Djajanti Group.

BACA JUGA:
Joe Biden Naikkan Pajak Orang Kaya AS

Setelah bekerja selama 7 tahun, ia memutuskan keluar dari perusahaan tersebut dan mendirikan perusahaannya sendiri yang diberi nama CV Pacific Lumber Coy dan kemudian diubah menjadi PT Barito Pacific Timber.Setelah perusahaannya dikenal oleh masyarakat luas, tahun 2007 ia mengganti lagi nama perusahaannya menjadi Barito Pacifik dan mengakuisisi 70% perusahaan petrokimia, Chandra Asri, yang membuat kekayaan dirinya semakin melimpah.
Baca Selengkapnya:Kisah Inspiratif Sopir Angkot yang Kini Jadi Orang Terkaya di Indonesia, Punya Harta Rp84,6 Triliun</content:encoded></item></channel></rss>
