<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Medco Energi (MEDC) Meroket 1.029% Jadi Rp7,96 Triliun di 2022</title><description>Laba PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meroket tajam sepanjang tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791978/laba-medco-energi-medc-meroket-1-029-jadi-rp7-96-triliun-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791978/laba-medco-energi-medc-meroket-1-029-jadi-rp7-96-triliun-di-2022"/><item><title>Laba Medco Energi (MEDC) Meroket 1.029% Jadi Rp7,96 Triliun di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791978/laba-medco-energi-medc-meroket-1-029-jadi-rp7-96-triliun-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791978/laba-medco-energi-medc-meroket-1-029-jadi-rp7-96-triliun-di-2022</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 09:34 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/278/2791978/laba-medco-energi-medc-meroket-1-029-jadi-rp7-96-triliun-di-2022-1zgcfrsCyn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba MEDC meroket (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/278/2791978/laba-medco-energi-medc-meroket-1-029-jadi-rp7-96-triliun-di-2022-1zgcfrsCyn.jpg</image><title>Laba MEDC meroket (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meroket tajam sepanjang tahun 2022. MEDC meraup laba USD530,88 juta atau setara Rp7,96 triliun atau naik 1.029% dibandingkan 2021 yang sebesar USD47,01 juta.
Melansir laporan keuangan, Senin (3/4/2023), pendapatan perseroan tumbuh 84,66% menjadi USD2,31 miliar atau Rp34,67 triliun, dari sebelumnya sebesar USD1,25 miliar. Secara rinci, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat sebesar USD2,26 miliar atau Rp34,03 triliun, dan pendapatan keuangan sebesar USD42,57 juta atau Rp638,37 miliar.

BACA JUGA:
Medco Energi (MEDC) Dapat Pinjaman dari Bank Asing Rp6,55 Triliun


Berdasarkan segmennya, kontrak penjualan minyak dan gas bumi tercatat sebesar USD2,18 miliar atau Rp32,80 triliun, dan pendapatan kontrak konstruksi sebesar USD13,57 juta atau Rp203,57 miliar.
Lalu, pendapatan kontrak penjualan listrik sebesar USD34,57 juta atau Rp518,38 miliar, pendapatan kontrak operasi dan jasa pelayanan sebesar USD25,75 juta atau Rp386,17 miliar, serta pendapatan jasa lainnya sebesar USD8,04 juta atau Rp120,66 miliar.

BACA JUGA:
Direktur Medco Energi Raup Rp3,2 Miliar Usai Jual 3 Juta Saham MEDC


Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya tercatat naik menjadi USD1,06 miliar atau Rp15,98 triliun. Dengan rincian, penyusutan, deplesi, dan amortisasi sebesar USD561,50 juta atau Rp8,41 triliun. Kemudian, biaya produksi dan lifting sebesar USD334,50 juta atau Rp5,01 triliun, dan biaya pembelian minyak mentah sebesar USD54,26 juta atau Rp813,69 miliar.
Selanjutnya, beban pokok penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya sebesar USD44,85 juta atau Rp672,58 miliar, biaya jasa tercatat sebesar USD18,03 juta atau Rp270,37 miliar, dan beban eksplorasi sebesar USD13,03 juta atau Rp195,49 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga akhir Desember 2022, total nilai aset MEDC tercatat sebesar  USD6,93 miliar atau Rp103,94 triliun, tumbuh 21,95% dari posisi akhir  tahun 2021 lalu sebesar USD5,68 miliar. Adapun, liabilitas perseroan  sebesar USD5,18 miliar atau Rp77,73 triliun, dan ekuitas sebesar USD1,74  miliar atau Rp26,20 triliun.
Sepanjang 2022 lalu, perseroan menggelontorkan belanja modal atau  capital expenditure (capex) sebesar USD269 juta untuk minyak dan gas.  Kemudian, belanja modal untuk segmen ketenagalistrikan sebesar USD33  juta, serta menganggarkan belanja modal untuk pengembangan di Natuna,  Riau IPP, dan Solar PV Sumbawa.
Sementara di 2023, belanja modal yang dianggarkan perseroan sebesar  USD250 juta untuk segmen minyak dan gas, dengan fokus pada pengembangan  Natuna dan Corridor. Serta, belanja modal ketenagalistrikan sebesar  USD80 juta, dengan fokus pada pengembangan Ijen geothermal dan Sumbawa  terminal regasifikasi LNG.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meroket tajam sepanjang tahun 2022. MEDC meraup laba USD530,88 juta atau setara Rp7,96 triliun atau naik 1.029% dibandingkan 2021 yang sebesar USD47,01 juta.
Melansir laporan keuangan, Senin (3/4/2023), pendapatan perseroan tumbuh 84,66% menjadi USD2,31 miliar atau Rp34,67 triliun, dari sebelumnya sebesar USD1,25 miliar. Secara rinci, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat sebesar USD2,26 miliar atau Rp34,03 triliun, dan pendapatan keuangan sebesar USD42,57 juta atau Rp638,37 miliar.

BACA JUGA:
Medco Energi (MEDC) Dapat Pinjaman dari Bank Asing Rp6,55 Triliun


Berdasarkan segmennya, kontrak penjualan minyak dan gas bumi tercatat sebesar USD2,18 miliar atau Rp32,80 triliun, dan pendapatan kontrak konstruksi sebesar USD13,57 juta atau Rp203,57 miliar.
Lalu, pendapatan kontrak penjualan listrik sebesar USD34,57 juta atau Rp518,38 miliar, pendapatan kontrak operasi dan jasa pelayanan sebesar USD25,75 juta atau Rp386,17 miliar, serta pendapatan jasa lainnya sebesar USD8,04 juta atau Rp120,66 miliar.

BACA JUGA:
Direktur Medco Energi Raup Rp3,2 Miliar Usai Jual 3 Juta Saham MEDC


Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya tercatat naik menjadi USD1,06 miliar atau Rp15,98 triliun. Dengan rincian, penyusutan, deplesi, dan amortisasi sebesar USD561,50 juta atau Rp8,41 triliun. Kemudian, biaya produksi dan lifting sebesar USD334,50 juta atau Rp5,01 triliun, dan biaya pembelian minyak mentah sebesar USD54,26 juta atau Rp813,69 miliar.
Selanjutnya, beban pokok penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya sebesar USD44,85 juta atau Rp672,58 miliar, biaya jasa tercatat sebesar USD18,03 juta atau Rp270,37 miliar, dan beban eksplorasi sebesar USD13,03 juta atau Rp195,49 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hingga akhir Desember 2022, total nilai aset MEDC tercatat sebesar  USD6,93 miliar atau Rp103,94 triliun, tumbuh 21,95% dari posisi akhir  tahun 2021 lalu sebesar USD5,68 miliar. Adapun, liabilitas perseroan  sebesar USD5,18 miliar atau Rp77,73 triliun, dan ekuitas sebesar USD1,74  miliar atau Rp26,20 triliun.
Sepanjang 2022 lalu, perseroan menggelontorkan belanja modal atau  capital expenditure (capex) sebesar USD269 juta untuk minyak dan gas.  Kemudian, belanja modal untuk segmen ketenagalistrikan sebesar USD33  juta, serta menganggarkan belanja modal untuk pengembangan di Natuna,  Riau IPP, dan Solar PV Sumbawa.
Sementara di 2023, belanja modal yang dianggarkan perseroan sebesar  USD250 juta untuk segmen minyak dan gas, dengan fokus pada pengembangan  Natuna dan Corridor. Serta, belanja modal ketenagalistrikan sebesar  USD80 juta, dengan fokus pada pengembangan Ijen geothermal dan Sumbawa  terminal regasifikasi LNG.</content:encoded></item></channel></rss>
