<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Emiten Kertas Alkindo (ALDO) Turun 13,91% Jadi Rp65,30 Miliar</title><description>Laba emiten kertas PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengalami penurunan 13,91% menjadi Rp65,30 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791984/laba-emiten-kertas-alkindo-aldo-turun-13-91-jadi-rp65-30-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791984/laba-emiten-kertas-alkindo-aldo-turun-13-91-jadi-rp65-30-miliar"/><item><title>Laba Emiten Kertas Alkindo (ALDO) Turun 13,91% Jadi Rp65,30 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791984/laba-emiten-kertas-alkindo-aldo-turun-13-91-jadi-rp65-30-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/278/2791984/laba-emiten-kertas-alkindo-aldo-turun-13-91-jadi-rp65-30-miliar</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 09:46 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/278/2791984/laba-emiten-kertas-alkindo-aldo-turun-13-91-jadi-rp65-30-miliar-DDmrXwIlbm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba ALDO alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/278/2791984/laba-emiten-kertas-alkindo-aldo-turun-13-91-jadi-rp65-30-miliar-DDmrXwIlbm.jpg</image><title>Laba ALDO alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba emiten kertas PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengalami penurunan 13,91% menjadi Rp65,30 miliar. Pada tahun 2021 ALDO membukukan laba sebesar Rp75,85 miliar.
Di samping itu, penjualan bersih perseroan juga tercatat turun 3,79% menjadi Rp1,40 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp1,45 triliun. Berdasarkan produknya, penjualan kertas tercatat sebesar Rp497,65 miliar dan penjualan kertas konversi tercatat sebesar Rp439,13 miliar. Kemudian, penjualan produk polimer tercatat sebesar Rp253,93 miliar, serta penjualan produk kimia tercatat sebesar Rp211,18 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Menguat ke Level 6.835


Direktur Utama ALDO, H. Sutanto mengungkapkan, penurunan laba dan pendapatan perseroan disebabkan oleh kenaikan biaya antara lain terkait pembelian mesin baru. Di mana, beban bunga pinjaman pembelian sudah mulai ditanggung di tahun lalu.
Selain itu, adanya penambahan tenaga kerja di 2022 untuk pemasangan mesin baru di Eco Paper juga menyebabkan biaya karyawan naik, sedangkan mesin baru mulai beroperasi pada Februari 2023.

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Diprediksi Bergerak di Rentang 6.668 - 6.856


&amp;ldquo;Kita telah melakukan efisiensi di berbagai bidang untuk menekan biaya. Namun, sehubungan dengan pemasangan mesin pengolahan kertas coklat daur ulang yang baru, maka terjadi peningkatan pengeluaran yang berasal dari beban bunga dan biaya pemasangan, termasuk di dalamnya tambahan biaya tenaga kerja,&amp;rdquo; kata Sutanto dalam keterangan resminya, Sabtu (3/4/2023).
Di sisi lain, kata Sutanto, turunnya harga bahan baku kertas kardus bekas (OCC) juga berpengaruh terhadap penjualan dan profitabilitas. Di samping itu, perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak awal tahun 2022 telah berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang juga menaikkan biaya-biaya yang harus ditanggung perseroan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan ALDO turun  1,42% menjadi Rp1,14 triliun. Adapun, beban penjualan, umum dan  administrasi tercatat sebesar Rp154,15 miliar serta beban operasi  lainnya tercatat sebesar Rp4,26 miliar.
Per Desember 2022, total nilai aset ALDO tercatat sebesar Rp1,56  triliun, naik 29,56% dari Desember 2021 yang sebesar Rp1,21 triliun.  Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp803,63 miliar dan  ekuitas sebesar Rp765,16 miliar.
Lebih lanjut, meskipun situasi ekonomi masih diwarnai ketidakpastian,  perseroan tetap berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan green  product melalui green process dalam bisnis yang digeluti. Dalam hal ini,  ALDO menggunakan kertas daur ulang yang diproduksi anak perusahaan PT  Eco Paper Indonesia untuk menghasilkan berbagai macam produk kertas  coklat seperti kraft liner, eco board, dan core board.
&amp;ldquo;Sementara itu, dengan beroperasinya mesin- mesin baru pengolahan  kertas coklat daur ulang yang lebih canggih, membuat perseroan  optimistis akan dapat mendongkrak penjualan secara signifikan,&amp;rdquo; ujar  Sutanto.
Dengan pengoperasian mesin-mesin baru tersebut, kapasitas produksi  kertas coklat berbahan daur ulang ALDO telah meningkat menjadi 220.000  ton per tahun, dari kapasitas produksi sebelumnya yang sekitar 80.000  ton per tahun, atau kemampuan perseroan untuk mengolah kertas coklat  bekas meningkat 2,75 kali.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba emiten kertas PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengalami penurunan 13,91% menjadi Rp65,30 miliar. Pada tahun 2021 ALDO membukukan laba sebesar Rp75,85 miliar.
Di samping itu, penjualan bersih perseroan juga tercatat turun 3,79% menjadi Rp1,40 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp1,45 triliun. Berdasarkan produknya, penjualan kertas tercatat sebesar Rp497,65 miliar dan penjualan kertas konversi tercatat sebesar Rp439,13 miliar. Kemudian, penjualan produk polimer tercatat sebesar Rp253,93 miliar, serta penjualan produk kimia tercatat sebesar Rp211,18 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Menguat ke Level 6.835


Direktur Utama ALDO, H. Sutanto mengungkapkan, penurunan laba dan pendapatan perseroan disebabkan oleh kenaikan biaya antara lain terkait pembelian mesin baru. Di mana, beban bunga pinjaman pembelian sudah mulai ditanggung di tahun lalu.
Selain itu, adanya penambahan tenaga kerja di 2022 untuk pemasangan mesin baru di Eco Paper juga menyebabkan biaya karyawan naik, sedangkan mesin baru mulai beroperasi pada Februari 2023.

BACA JUGA:
IHSG Awal Pekan Diprediksi Bergerak di Rentang 6.668 - 6.856


&amp;ldquo;Kita telah melakukan efisiensi di berbagai bidang untuk menekan biaya. Namun, sehubungan dengan pemasangan mesin pengolahan kertas coklat daur ulang yang baru, maka terjadi peningkatan pengeluaran yang berasal dari beban bunga dan biaya pemasangan, termasuk di dalamnya tambahan biaya tenaga kerja,&amp;rdquo; kata Sutanto dalam keterangan resminya, Sabtu (3/4/2023).
Di sisi lain, kata Sutanto, turunnya harga bahan baku kertas kardus bekas (OCC) juga berpengaruh terhadap penjualan dan profitabilitas. Di samping itu, perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak awal tahun 2022 telah berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang juga menaikkan biaya-biaya yang harus ditanggung perseroan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan ALDO turun  1,42% menjadi Rp1,14 triliun. Adapun, beban penjualan, umum dan  administrasi tercatat sebesar Rp154,15 miliar serta beban operasi  lainnya tercatat sebesar Rp4,26 miliar.
Per Desember 2022, total nilai aset ALDO tercatat sebesar Rp1,56  triliun, naik 29,56% dari Desember 2021 yang sebesar Rp1,21 triliun.  Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp803,63 miliar dan  ekuitas sebesar Rp765,16 miliar.
Lebih lanjut, meskipun situasi ekonomi masih diwarnai ketidakpastian,  perseroan tetap berkomitmen penuh untuk terus mengembangkan green  product melalui green process dalam bisnis yang digeluti. Dalam hal ini,  ALDO menggunakan kertas daur ulang yang diproduksi anak perusahaan PT  Eco Paper Indonesia untuk menghasilkan berbagai macam produk kertas  coklat seperti kraft liner, eco board, dan core board.
&amp;ldquo;Sementara itu, dengan beroperasinya mesin- mesin baru pengolahan  kertas coklat daur ulang yang lebih canggih, membuat perseroan  optimistis akan dapat mendongkrak penjualan secara signifikan,&amp;rdquo; ujar  Sutanto.
Dengan pengoperasian mesin-mesin baru tersebut, kapasitas produksi  kertas coklat berbahan daur ulang ALDO telah meningkat menjadi 220.000  ton per tahun, dari kapasitas produksi sebelumnya yang sekitar 80.000  ton per tahun, atau kemampuan perseroan untuk mengolah kertas coklat  bekas meningkat 2,75 kali.</content:encoded></item></channel></rss>
