<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Benang Ngeluh Permintaan Turun di Bulan Ramadhan</title><description>Pengusaha benang mengeluhkan permintaan yang menurun di bulan Ramadhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2791939/pengusaha-benang-ngeluh-permintaan-turun-di-bulan-ramadhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2791939/pengusaha-benang-ngeluh-permintaan-turun-di-bulan-ramadhan"/><item><title>Pengusaha Benang Ngeluh Permintaan Turun di Bulan Ramadhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2791939/pengusaha-benang-ngeluh-permintaan-turun-di-bulan-ramadhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2791939/pengusaha-benang-ngeluh-permintaan-turun-di-bulan-ramadhan</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 07:43 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2791939/pengusaha-benang-ngeluh-permintaan-turun-di-bulan-ramadhan-vPqAiHvGhB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Permintaan benang menurun di Ramadhan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2791939/pengusaha-benang-ngeluh-permintaan-turun-di-bulan-ramadhan-vPqAiHvGhB.jpg</image><title>Permintaan benang menurun di Ramadhan (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha benang mengeluhkan permintaan yang menurun di bulan Ramadhan. Padahal biasanya, momen hari raya keagaaman menjadi waktu yang ditunggu-tunggu karena melonjaknya permintaan.

BACA JUGA:
Marak Baju Bekas Impor Masuk ke RI, Ini Modusnya


&quot;Dalam keadaan normal, peningkatan bisa 100% di kuartal yang ada momen lebaran, tapi sudah 5 tahun terakhir ini peningkatan permintaan pada saat lebaran terus turun,&quot; ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament (Apsyfi) Redma Wirawasta saat dihubungi, Minggu (2/4/2023).

BACA JUGA:
Ternyata Ini 4 Modus Impor Baju Bekas Ilegal di Indonesia


Lanjut Redma menyebut, khusus tahun ini permintaan pasar hanya naik 10%. Angka ini jauh dari keadaan normal hari raya. Sehingga, bisa dikatakan industri serat dan benang filament sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
&quot;Tahun ini hanya naik 10%, kalau di hitung volume kenaikannya sekitar 35 ribu ton dari normal 350 ribu ton,&quot; jelas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc4MS81L3g4amxrZ2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, di kesempatan yang berbeda, Redma mengatakan,  perkembangan pakaian baju bekas impor yang semakin menjamur di Indonesia  menyurutkan produksi pakaian lokal.
Pasalnya, produsen serat dan benang sangat bergantung pada produsen  kain, sementara produsen kain bergantung dengan produsen pakaian jadi.
&quot;Baju second impor di Indonesia pada tahun 2018 ke belakang  (perkembangannya) hanya 5-10%. Namun sejak 2020-2022 meningkat menjadi  30% secara year to year. Hal itulah yang mengakibatkan produk lokal jadi  sulit bersaing di negeri sendiri,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha benang mengeluhkan permintaan yang menurun di bulan Ramadhan. Padahal biasanya, momen hari raya keagaaman menjadi waktu yang ditunggu-tunggu karena melonjaknya permintaan.

BACA JUGA:
Marak Baju Bekas Impor Masuk ke RI, Ini Modusnya


&quot;Dalam keadaan normal, peningkatan bisa 100% di kuartal yang ada momen lebaran, tapi sudah 5 tahun terakhir ini peningkatan permintaan pada saat lebaran terus turun,&quot; ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament (Apsyfi) Redma Wirawasta saat dihubungi, Minggu (2/4/2023).

BACA JUGA:
Ternyata Ini 4 Modus Impor Baju Bekas Ilegal di Indonesia


Lanjut Redma menyebut, khusus tahun ini permintaan pasar hanya naik 10%. Angka ini jauh dari keadaan normal hari raya. Sehingga, bisa dikatakan industri serat dan benang filament sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
&quot;Tahun ini hanya naik 10%, kalau di hitung volume kenaikannya sekitar 35 ribu ton dari normal 350 ribu ton,&quot; jelas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMC8xLzE2NDc4MS81L3g4amxrZ2w=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebelumnya, di kesempatan yang berbeda, Redma mengatakan,  perkembangan pakaian baju bekas impor yang semakin menjamur di Indonesia  menyurutkan produksi pakaian lokal.
Pasalnya, produsen serat dan benang sangat bergantung pada produsen  kain, sementara produsen kain bergantung dengan produsen pakaian jadi.
&quot;Baju second impor di Indonesia pada tahun 2018 ke belakang  (perkembangannya) hanya 5-10%. Namun sejak 2020-2022 meningkat menjadi  30% secara year to year. Hal itulah yang mengakibatkan produk lokal jadi  sulit bersaing di negeri sendiri,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
