<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OPEC Bakal Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Naik 6%</title><description>Harga minyak dunia naik hingga 6% pagi ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792007/opec-bakal-pangkas-produksi-harga-minyak-dunia-naik-6</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792007/opec-bakal-pangkas-produksi-harga-minyak-dunia-naik-6"/><item><title>OPEC Bakal Pangkas Produksi, Harga Minyak Dunia Naik 6%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792007/opec-bakal-pangkas-produksi-harga-minyak-dunia-naik-6</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792007/opec-bakal-pangkas-produksi-harga-minyak-dunia-naik-6</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2792007/opec-bakal-pangkas-produksi-harga-minyak-dunia-naik-6-nu94MHhmWN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2792007/opec-bakal-pangkas-produksi-harga-minyak-dunia-naik-6-nu94MHhmWN.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik hingga 6% pagi ini. Harga minyak naik seiring dengan rencana organisasi negara pengekspor minyak bumi alias OPEC dan sekutunya untuk memangkas produksi.
Minyak mentah Brent melonjak 6,3% di USD84,95 per barel, mencapai level tertinggi dalam hampir sebulan saat pembukaan.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik Imbas Pengetatan Pasokan AS


Minyak West Texas Intermediate AS menyentuh level tertinggi sejak akhir Januari dan berada di USD80,47 per barel, juga melonjak 6,3%.
OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, mengguncang pasar dengan mengumumkan pengurangan produksi sekitar 1,16 juta barel akhir pekan lalu.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik karena Penurunan Stok AS


Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ itu diperkirakan akan mempertahankan keputusan sebelumnya untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari hingga Desember pada pertemuan bulanan mereka pada Senin (3/4).
Inisiatif tersebut berpotensi membuat total volume pemangkasan oleh OPEC+ menjadi 3,66 juta barel per hari, atau setara dengan 3,7% dari permintaan global, sebagaimana menurut perhitungan Reuters.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMi8xLzE2NDg0My81L3g4am9oZ3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemangkasan ini konsisten dengan prinsip OPEC+ untuk mengambil  tindakan lebih dulu karena mereka dapat melakukannya tanpa takut  kehilangan pasar,&quot; tulis Goldman Sachs dalam analisa pasarnya.
Lembaga perbankan AS itu menurunkan perkiraan produksi OPEC+ pada  akhir tahun 2023 bakal mencapai 1,1 juta barel per hari dan menaikkan  perkiraan harga Brent menjadi USD95 per barel pada 2023, dan USD100 per  barel pada 2024.
Goldman memperkirakan pengurangan produksi dapat meningkatkan harga  minyak sebesar 7%, sehingga berkontribusi pada pendapatan minyak Saudi  dan OPEC+ yang lebih tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik hingga 6% pagi ini. Harga minyak naik seiring dengan rencana organisasi negara pengekspor minyak bumi alias OPEC dan sekutunya untuk memangkas produksi.
Minyak mentah Brent melonjak 6,3% di USD84,95 per barel, mencapai level tertinggi dalam hampir sebulan saat pembukaan.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik Imbas Pengetatan Pasokan AS


Minyak West Texas Intermediate AS menyentuh level tertinggi sejak akhir Januari dan berada di USD80,47 per barel, juga melonjak 6,3%.
OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, mengguncang pasar dengan mengumumkan pengurangan produksi sekitar 1,16 juta barel akhir pekan lalu.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Naik karena Penurunan Stok AS


Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ itu diperkirakan akan mempertahankan keputusan sebelumnya untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari hingga Desember pada pertemuan bulanan mereka pada Senin (3/4).
Inisiatif tersebut berpotensi membuat total volume pemangkasan oleh OPEC+ menjadi 3,66 juta barel per hari, atau setara dengan 3,7% dari permintaan global, sebagaimana menurut perhitungan Reuters.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMi8xLzE2NDg0My81L3g4am9oZ3M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pemangkasan ini konsisten dengan prinsip OPEC+ untuk mengambil  tindakan lebih dulu karena mereka dapat melakukannya tanpa takut  kehilangan pasar,&quot; tulis Goldman Sachs dalam analisa pasarnya.
Lembaga perbankan AS itu menurunkan perkiraan produksi OPEC+ pada  akhir tahun 2023 bakal mencapai 1,1 juta barel per hari dan menaikkan  perkiraan harga Brent menjadi USD95 per barel pada 2023, dan USD100 per  barel pada 2024.
Goldman memperkirakan pengurangan produksi dapat meningkatkan harga  minyak sebesar 7%, sehingga berkontribusi pada pendapatan minyak Saudi  dan OPEC+ yang lebih tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
