<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi, Pupuk Siapkan 3 Langkah Kembangkan Ammonia</title><description>PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah mengembangkan ammonia sebagai salah satu langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792249/transisi-energi-pupuk-siapkan-3-langkah-kembangkan-ammonia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792249/transisi-energi-pupuk-siapkan-3-langkah-kembangkan-ammonia"/><item><title>Transisi Energi, Pupuk Siapkan 3 Langkah Kembangkan Ammonia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792249/transisi-energi-pupuk-siapkan-3-langkah-kembangkan-ammonia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792249/transisi-energi-pupuk-siapkan-3-langkah-kembangkan-ammonia</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2792249/transisi-energi-pupuk-siapkan-3-langkah-kembangkan-ammonia-h7HmcKVtYS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pupuk kembangkan ammonia (Foto: Pupuk Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2792249/transisi-energi-pupuk-siapkan-3-langkah-kembangkan-ammonia-h7HmcKVtYS.jpg</image><title>Pupuk kembangkan ammonia (Foto: Pupuk Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah mengembangkan ammonia sebagai salah satu langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Perseroan menyiapkan tiga langkah untuk pengembangan Ammonia di Indonesia.
Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan, langkah pertama adalah kolaborasi dan kerjasama dengan beberapa pelanggan Pemilik teknologi. Untuk langkah pertama ini, Pupuk Indonesia sudah mulai dijalankan melalui kerjasama dengan TOYO Engineering Corporation hingga Mitsui &amp;amp; Co Ltd.

BACA JUGA:
Pupuk Indonesia Diminta Kembangkan Amonia, Sumber Energi Masa Depan 


&quot;Kami punya kerjasama dengan TOYO dan perusahaan lainnya seperti Mitsui karena mereka sudah memiliki teknologi sedangkan Pupuk Indonesia memiliki sarana prasarana yang diperlukan,&quot; ucapnya, Senin (3/4/2023).
Kemudian langkah kedua adalah dengan melakukan kolaborasi bersama pelaku industri guna mengatasi kebutuhan bersama. Kolaborasi ini bisa dilakukan dengan cara saling bertukar produk yang dibutuhkan oleh masing-masing.

BACA JUGA:
Produksi Pupuk Indonesia Penuhi Kebutuhan, Kenapa Pupuk Subsidi Masih Kurang?


&quot;Contohnya apa yang bisa ditukarkan dengan produk kita. Jadi dalam saat yang sama kita bisa mematuhi sasaran dekarbonisasi,&quot; kata Nugroho.
Lalu yang terakhir adalah pentingnya kolaborasi antar ekosistem yang lebih luas. Misalnya adalah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan di lintas sektor seperti kelautan hingga energi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3NS81L3g4ajVnczY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ketiga kolaborasi antar ekosistem yang lebih luas. Saya meyakini  kami tidak bisa menghindari bahwa Ammonia akan menjadi sumber energi  masa depan dan akan dikonsumsi bukan hanya yang kita ketahui sekarang  tapi dalam industri maritim dan sebagainya,&quot; jelas Nugroho
Melalui tiga langkah ini, diharapkan penggunaan ammonia bisa semakin  masif di berbagai bidang sehingga bisa membantu pemerintah dalam  mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada akhirnya, target Net Zero Emission  pada tahun 2060 bisa tercapai.
&quot;Jadi kami berusaha untuk mengurangi mendekarbonisasi apa yang sudah   kami miliki dari pabrik ammonia kami, dari pembangkit listrik kami  dan  juga fasilitas lain yang mengeluarkan emisi rumah kaca,&quot; kata Nugroho.
Executive Officer/Division Director of Solution Business Toyo  Engineering Corp, Eiji Sakata mengatakan, Toyo siap membantu Pupuk  Indonesia dan pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Oleh  karena itu, Toyo menjalin kerjasama dengan Pupuk Indonesia untuk  membangun pabrik di Indonesia untuk memproduksi Ammonia.
&quot;Punya ketertarikan dan peluang besar untuk memasuki bidang ammonia.  Untuk TOYO, kegiatan kami pada produk Ammonia hijau dan biru,&quot; jelasnya.
Managing Executive Officer IHI Corporation, Nobuhiko Kubota  mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dalam memecahkan  permasalahan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, IHI telah menyiapkan  rantai pasok ammonia dari mulai hulu hingga ke hilir.
Meski ada beberapa tantangan berkaitan dengan teknologi, IHI akan  secara konsisten melakukan produksi ammonia hijau. Sementara di hilir,  IHI juga memikirkan mengenai penggunaannya.
Di hilirnya penggunaan ammonia dan memasukan ammonia ke turbin gas  dengan 2 mw. Untuk maritim kami sedang berusaha untuk membuat industri  maritim dan baru baru ini di Jepang menggunakan ammonia sebagai industri  penempaan baja dan sebagainya,&quot; kata Nobuhiko.
Business Development Director Southeast Asia &amp;amp; Australia KBR Inc,  Roy Daroyni, mengatakan ammonia bisa dijadikan salah satu solusi untuk  menurunkan emisi gas rumah kaca. Mengingat, ammonia bisa digunakan  menjadi banyak sekali sumber energi termasuk transportasi.
&quot;Jadi kenapa menggunakan ammonia sebagai bahan bakar, karena ammonia  dapat mengurangi emisi karbon dioksida dan kita bisa melanjutkan  penggunaan aset-aset yang sudah ada. Jadi kita berusaha berfokus untuk  mencapai hal tersebut melalui ammonia bersih,&quot; kata Roy.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) tengah mengembangkan ammonia sebagai salah satu langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Perseroan menyiapkan tiga langkah untuk pengembangan Ammonia di Indonesia.
Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan, langkah pertama adalah kolaborasi dan kerjasama dengan beberapa pelanggan Pemilik teknologi. Untuk langkah pertama ini, Pupuk Indonesia sudah mulai dijalankan melalui kerjasama dengan TOYO Engineering Corporation hingga Mitsui &amp;amp; Co Ltd.

BACA JUGA:
Pupuk Indonesia Diminta Kembangkan Amonia, Sumber Energi Masa Depan 


&quot;Kami punya kerjasama dengan TOYO dan perusahaan lainnya seperti Mitsui karena mereka sudah memiliki teknologi sedangkan Pupuk Indonesia memiliki sarana prasarana yang diperlukan,&quot; ucapnya, Senin (3/4/2023).
Kemudian langkah kedua adalah dengan melakukan kolaborasi bersama pelaku industri guna mengatasi kebutuhan bersama. Kolaborasi ini bisa dilakukan dengan cara saling bertukar produk yang dibutuhkan oleh masing-masing.

BACA JUGA:
Produksi Pupuk Indonesia Penuhi Kebutuhan, Kenapa Pupuk Subsidi Masih Kurang?


&quot;Contohnya apa yang bisa ditukarkan dengan produk kita. Jadi dalam saat yang sama kita bisa mematuhi sasaran dekarbonisasi,&quot; kata Nugroho.
Lalu yang terakhir adalah pentingnya kolaborasi antar ekosistem yang lebih luas. Misalnya adalah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan di lintas sektor seperti kelautan hingga energi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xMS80LzE2MjQ3NS81L3g4ajVnczY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Ketiga kolaborasi antar ekosistem yang lebih luas. Saya meyakini  kami tidak bisa menghindari bahwa Ammonia akan menjadi sumber energi  masa depan dan akan dikonsumsi bukan hanya yang kita ketahui sekarang  tapi dalam industri maritim dan sebagainya,&quot; jelas Nugroho
Melalui tiga langkah ini, diharapkan penggunaan ammonia bisa semakin  masif di berbagai bidang sehingga bisa membantu pemerintah dalam  mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada akhirnya, target Net Zero Emission  pada tahun 2060 bisa tercapai.
&quot;Jadi kami berusaha untuk mengurangi mendekarbonisasi apa yang sudah   kami miliki dari pabrik ammonia kami, dari pembangkit listrik kami  dan  juga fasilitas lain yang mengeluarkan emisi rumah kaca,&quot; kata Nugroho.
Executive Officer/Division Director of Solution Business Toyo  Engineering Corp, Eiji Sakata mengatakan, Toyo siap membantu Pupuk  Indonesia dan pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Oleh  karena itu, Toyo menjalin kerjasama dengan Pupuk Indonesia untuk  membangun pabrik di Indonesia untuk memproduksi Ammonia.
&quot;Punya ketertarikan dan peluang besar untuk memasuki bidang ammonia.  Untuk TOYO, kegiatan kami pada produk Ammonia hijau dan biru,&quot; jelasnya.
Managing Executive Officer IHI Corporation, Nobuhiko Kubota  mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk ikut serta dalam memecahkan  permasalahan emisi gas rumah kaca. Oleh karena itu, IHI telah menyiapkan  rantai pasok ammonia dari mulai hulu hingga ke hilir.
Meski ada beberapa tantangan berkaitan dengan teknologi, IHI akan  secara konsisten melakukan produksi ammonia hijau. Sementara di hilir,  IHI juga memikirkan mengenai penggunaannya.
Di hilirnya penggunaan ammonia dan memasukan ammonia ke turbin gas  dengan 2 mw. Untuk maritim kami sedang berusaha untuk membuat industri  maritim dan baru baru ini di Jepang menggunakan ammonia sebagai industri  penempaan baja dan sebagainya,&quot; kata Nobuhiko.
Business Development Director Southeast Asia &amp;amp; Australia KBR Inc,  Roy Daroyni, mengatakan ammonia bisa dijadikan salah satu solusi untuk  menurunkan emisi gas rumah kaca. Mengingat, ammonia bisa digunakan  menjadi banyak sekali sumber energi termasuk transportasi.
&quot;Jadi kenapa menggunakan ammonia sebagai bahan bakar, karena ammonia  dapat mengurangi emisi karbon dioksida dan kita bisa melanjutkan  penggunaan aset-aset yang sudah ada. Jadi kita berusaha berfokus untuk  mencapai hal tersebut melalui ammonia bersih,&quot; kata Roy.</content:encoded></item></channel></rss>
