<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tagih Utang Biaya Kereta Cepat Rp8,3 Triliun, Luhut Terbang ke China</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan segera terbang ke China terkait pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792372/tagih-utang-biaya-kereta-cepat-rp8-3-triliun-luhut-terbang-ke-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792372/tagih-utang-biaya-kereta-cepat-rp8-3-triliun-luhut-terbang-ke-china"/><item><title>Tagih Utang Biaya Kereta Cepat Rp8,3 Triliun, Luhut Terbang ke China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792372/tagih-utang-biaya-kereta-cepat-rp8-3-triliun-luhut-terbang-ke-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/03/320/2792372/tagih-utang-biaya-kereta-cepat-rp8-3-triliun-luhut-terbang-ke-china</guid><pubDate>Senin 03 April 2023 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2792372/tagih-utang-biaya-kereta-cepat-rp8-3-triliun-luhut-terbang-ke-china-rxKFXnPRrZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/KCIC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/03/320/2792372/tagih-utang-biaya-kereta-cepat-rp8-3-triliun-luhut-terbang-ke-china-rxKFXnPRrZ.jpg</image><title>Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Foto: Okezone.com/KCIC)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan segera terbang ke China terkait pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di mana China Development Bank (CDB) belum menyuntik anggaran USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun untuk proyek tersebut.
Pemerintah sebelumnya mengajukan pinjaman senilai Rp8,3 triliun untuk menambal pembengkakan anggaran (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Total nilai pembengkakan biaya Kereta Cepat mencapai  Rp18,2 triliun.

BACA JUGA:
Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terpasang Penuh, Miliki Panjang 304 Km

Namun hingga sekarang, CDB belum memenuhi komitmen untuk memberikan pinjamannya kepada Indonesia. Perkaranya belum ada kesepakatan nilai interest rate atau tingkat suku bunga atas pinjaman sebesar Rp8,3 triliun itu.
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kehadiran Luhut di negara komunis agar bisa bernegosiasi dengan pihak otoritas setempat. Adapun interest rate yang ditawar Indonesia berada di level 2%.

BACA JUGA:
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Diresmikan Agustus 2023, Jadi Kado HUT RI ke-78

&quot;Minggu ini Tim Pak Luhut dan Dirut KAI, Dirut KCIC kan ke China untuk negosiasi final mengenai pricing, belum selesai. Kita lagi nawarin 2%, tapi belum tahu dapat berapa,&quot; ungkap Tiko saat ditemui di gedung DPR RI, Senin (3/4/2023).
Selain bersumber dari utang, anggaran proyek KCJB akan ditambal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022. Dari skema yang ditetapkan, 75% cost overrun ditutupi dengan pinjaman.Sementara, 25% dari total cost overrun berasal dari anggaran konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya, PMN senilai Rp3,2 triliun.
Tiko menjelaskan porsi ekuitas sebesar 25 persen sebagiannya memang berasal dari PMN. Sebelumnya, direncanakan akan menggunakan anggaran dari PT Wijaya Karya (Persero) atau WIKA dan KAI, selaku anggota PSBI. Lantaran keuangan kedua BUMN itu bermasalah karena Covid-19, maka dialihkan ke PMN.
&quot;Jadi porsi ekuitas 25% itu memang kita PMN, tadinya memang tidak PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAI, karena Covid KAI juga bermasalah, kita perkuat KAI-nya,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan segera terbang ke China terkait pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Di mana China Development Bank (CDB) belum menyuntik anggaran USD550 juta atau setara Rp8,3 triliun untuk proyek tersebut.
Pemerintah sebelumnya mengajukan pinjaman senilai Rp8,3 triliun untuk menambal pembengkakan anggaran (cost overrun) proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Total nilai pembengkakan biaya Kereta Cepat mencapai  Rp18,2 triliun.

BACA JUGA:
Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terpasang Penuh, Miliki Panjang 304 Km

Namun hingga sekarang, CDB belum memenuhi komitmen untuk memberikan pinjamannya kepada Indonesia. Perkaranya belum ada kesepakatan nilai interest rate atau tingkat suku bunga atas pinjaman sebesar Rp8,3 triliun itu.
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kehadiran Luhut di negara komunis agar bisa bernegosiasi dengan pihak otoritas setempat. Adapun interest rate yang ditawar Indonesia berada di level 2%.

BACA JUGA:
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Diresmikan Agustus 2023, Jadi Kado HUT RI ke-78

&quot;Minggu ini Tim Pak Luhut dan Dirut KAI, Dirut KCIC kan ke China untuk negosiasi final mengenai pricing, belum selesai. Kita lagi nawarin 2%, tapi belum tahu dapat berapa,&quot; ungkap Tiko saat ditemui di gedung DPR RI, Senin (3/4/2023).
Selain bersumber dari utang, anggaran proyek KCJB akan ditambal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun anggaran 2022. Dari skema yang ditetapkan, 75% cost overrun ditutupi dengan pinjaman.Sementara, 25% dari total cost overrun berasal dari anggaran konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya, PMN senilai Rp3,2 triliun.
Tiko menjelaskan porsi ekuitas sebesar 25 persen sebagiannya memang berasal dari PMN. Sebelumnya, direncanakan akan menggunakan anggaran dari PT Wijaya Karya (Persero) atau WIKA dan KAI, selaku anggota PSBI. Lantaran keuangan kedua BUMN itu bermasalah karena Covid-19, maka dialihkan ke PMN.
&quot;Jadi porsi ekuitas 25% itu memang kita PMN, tadinya memang tidak PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAI, karena Covid KAI juga bermasalah, kita perkuat KAI-nya,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
