<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Melesat 327 Poin</title><description>Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792654/wall-street-mixed-indeks-dow-jones-melesat-327-poin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792654/wall-street-mixed-indeks-dow-jones-melesat-327-poin"/><item><title>Wall Street Mixed, Indeks Dow Jones Melesat 327 Poin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792654/wall-street-mixed-indeks-dow-jones-melesat-327-poin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792654/wall-street-mixed-indeks-dow-jones-melesat-327-poin</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 07:18 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792654/wall-street-mixed-indeks-dow-jones-melesat-327-poin-YY4Gsuog9A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792654/wall-street-mixed-indeks-dow-jones-melesat-327-poin-YY4Gsuog9A.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS bergerak dua arah karena investor mencerna keputusan produsen minyak mentah utama OPEC+ untuk memangkas produksi.
Melansir Antara, Selasa (4/4/2023), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 327,00 poin atau 0,98%, menjadi menetap di 33.601,15 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 naik 15,20 poin atau 0,37%, menjadi berakhir di 4.124,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 32,46 poin atau 0,27%, menjadi ditutup di 12.189,45 poin.

BACA JUGA:
Wall Street Berakhir di Zona Hijau karena Inflasi Mereda


Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan perawatan kesehatan masing-masing naik 4,91% dan 1,08%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor real estat merosot 0,95%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Saham-saham terkait energi menguat setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenal dengan OPEC+ pada Minggu (2/4/2023) secara tak terduga mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah lebih dari 1 juta barel per hari mulai Mei.

BACA JUGA:
Wall Street Menguat di Tengah Runtuhnya Saham Bank


Pemotongan produksi OPEC+ dapat mendorong harga minyak menuju 100 dolar AS per barel yang mengangkat ekuitas minyak dengan Chevron Corp, Exxon Mobil Corp dan Occidental Petroleum Corp semuanya menguat lebih dari 4,0%.
Sementara itu, pasar dibebani oleh data yang menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada Maret selama lima bulan berturut-turut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yMi80LzEwODE1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Senin (3/4/2023)  bahwa PMI (Indeks Manajer Pembelian) manufaktur AS turun menjadi 46,3%  pada Maret dari 47,7% pada Februari. Angka tersebut meleset dari  ekspektasi pasar dan menandai level terendah sejak Mei 2020. Angka di  bawah 50% menandakan kontraksi di sektor ini.
Namun, prospek biaya minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran  inflasi di Wall Street hanya beberapa hari setelah bukti penurunan harga  meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan segera mengakhiri  kampanye pengetatan moneter yang agresif.
&quot;Keputusan untuk memangkas produksi merupakan hambatan dalam  mengatasi inflasi ... dan itulah sebabnya, pada keseimbangan kita  melihat bias 'risk off' secara umum,&quot; kata Terry Sandven, kepala  strategi ekuitas di US Bank Wealth Management di Minneapolis.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS bergerak dua arah karena investor mencerna keputusan produsen minyak mentah utama OPEC+ untuk memangkas produksi.
Melansir Antara, Selasa (4/4/2023), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 327,00 poin atau 0,98%, menjadi menetap di 33.601,15 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 naik 15,20 poin atau 0,37%, menjadi berakhir di 4.124,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 32,46 poin atau 0,27%, menjadi ditutup di 12.189,45 poin.

BACA JUGA:
Wall Street Berakhir di Zona Hijau karena Inflasi Mereda


Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan perawatan kesehatan masing-masing naik 4,91% dan 1,08%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor real estat merosot 0,95%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Saham-saham terkait energi menguat setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang dikenal dengan OPEC+ pada Minggu (2/4/2023) secara tak terduga mengumumkan pengurangan produksi minyak mentah lebih dari 1 juta barel per hari mulai Mei.

BACA JUGA:
Wall Street Menguat di Tengah Runtuhnya Saham Bank


Pemotongan produksi OPEC+ dapat mendorong harga minyak menuju 100 dolar AS per barel yang mengangkat ekuitas minyak dengan Chevron Corp, Exxon Mobil Corp dan Occidental Petroleum Corp semuanya menguat lebih dari 4,0%.
Sementara itu, pasar dibebani oleh data yang menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada Maret selama lima bulan berturut-turut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yMi80LzEwODE1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Senin (3/4/2023)  bahwa PMI (Indeks Manajer Pembelian) manufaktur AS turun menjadi 46,3%  pada Maret dari 47,7% pada Februari. Angka tersebut meleset dari  ekspektasi pasar dan menandai level terendah sejak Mei 2020. Angka di  bawah 50% menandakan kontraksi di sektor ini.
Namun, prospek biaya minyak yang lebih tinggi menambah kekhawatiran  inflasi di Wall Street hanya beberapa hari setelah bukti penurunan harga  meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan segera mengakhiri  kampanye pengetatan moneter yang agresif.
&quot;Keputusan untuk memangkas produksi merupakan hambatan dalam  mengatasi inflasi ... dan itulah sebabnya, pada keseimbangan kita  melihat bias 'risk off' secara umum,&quot; kata Terry Sandven, kepala  strategi ekuitas di US Bank Wealth Management di Minneapolis.</content:encoded></item></channel></rss>
