<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PAM Mineral (NICL) Raup Laba Rp150 Miliar, Naik 230% di 2022</title><description>NICL meraup penjualan pada 2022 sebesar Rp13 triliun, meningkat tajam sebesar 170% dari tahun sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792765/pam-mineral-nicl-raup-laba-rp150-miliar-naik-230-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792765/pam-mineral-nicl-raup-laba-rp150-miliar-naik-230-di-2022"/><item><title>PAM Mineral (NICL) Raup Laba Rp150 Miliar, Naik 230% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792765/pam-mineral-nicl-raup-laba-rp150-miliar-naik-230-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792765/pam-mineral-nicl-raup-laba-rp150-miliar-naik-230-di-2022</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792765/pam-mineral-nicl-raup-laba-rp150-miliar-naik-230-di-2022-AbgANwEZcC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba NICL (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792765/pam-mineral-nicl-raup-laba-rp150-miliar-naik-230-di-2022-AbgANwEZcC.jpg</image><title>Laba NICL (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL), meraup penjualan pada 2022 sebesar Rp13 triliun, meningkat tajam sebesar 170% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 419 miliar.
Sementara  dari sisi laba usaha, NICL mencatatkan peningkatan yang signifikan yakni sebesar 208% dari sebesar Rp59,4 miliar menjadi sebesar Rp183 miliar. Sisi bottom line, laba bersih Perseroan bahkan mengalami peningkatan yang lebih tinggi lagi yakni sebesar 230% dari sebesar Rp45,5 miliar menjadi sebesar Rp150 miliar pada tahun 2022.

BACA JUGA:
Turun Tajam, BEI Gembok Saham Makmur Berkah Amanda (AMAN)

Dari sisi Neraca, total asset NICL mencatatkan pertumbuhan sebesar 44% dari Rp417 miliar menjadi sebesar Rp600 miliar pada tahun 2022. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan ekuitas sebesar 43% dari sebesar R 347 miliar menjadi sebesar Rp 497 miliar.
&amp;ldquo; Sedangkan dari sisi hutang, Perseroan tidak membukukan peningkatan hutang kepada pihak ketiga yang signifikan. Perseroan pun tidak memiliki hutang bank,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Ruddy Tjanaka dikutip Antara, Selasa (4/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDc5My81L3g4am1iZWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ruddy Tjanaka menjelaskan pihaknya bersyukur apa yang telah kami persiapkan dan kami usahakan di tahun 2022. Perseroan mencapai kinerja yang memuaskan. Peningkatan tersebut ditopang terutama oleh kenaikan volume penjualan dan harga nikel dunia.

BACA JUGA:
IHSG Diramal Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

&amp;ldquo;Walaupun tahun 2022 masih terjadi pasca pandemic covid19 serta perekonomian dunia yang penuh tantangan, Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasinya dengan cukup baik. Peningkatan kinerja operasional dan keuangan Perseroan ini akan menambah nilai bagi pemegang saham Perseroan,&amp;rdquo; tuturnya.Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan ekplorasi berkelanjutan serta menjaga prinsip konservasi mineral melalui optimasi pemanfaatan bijih nikel yaitu memanfaatkan sumberdaya mineral dan melakukan diversifikasi produk.
Diversifikasi produk dilakukan dengan pembagian berdasarkan persentasi kadar nikel yang terkandung dalam bijih menjadi bijih kadar rendah, bijih kadar menengah dan bijih kadar tinggi (Low Grade, Middle Grade, dan High Grade). Perseroan melakukan pemanfaatan bijih kadar rendah (low grade) dengan melakukan optimalisasi cut off grade sehingga bijih kadar rendah yang sebelumnya dianggap waste dapat diolah dan dipasarkan.
Ruddy Tjanaka menambahkan pada tahun 2023, Perseroan akan fokus untuk meningkatkan produksi nikel dari sebelumnya sebesar 2,1 juta ton menjadi sebesar 2,6 juta ton. Perseroan sudah memperoleh persetujuan RKAB dari ESDM untuk rencana peningkatan produksinya. Fokus perseroan ke depannya akan menambah cadangan nikel baik melalui optimalisasikan dari di wilayah IUP Perseroan di Morowali maupun wilayah IUP anak perusahaan di Konawe.
&amp;ldquo;Selain itu, kami juga akan mencari peluang IUP baru baik secara organic maupun an-organic untuk mendukung rencana Perseroan diatas. Dengan dukungan Pemerintah Pusat dan daerah terhadap hilirisasi Nikel serta partisipasi aktif masyarakat lingkar tambang, kami yakin dapat mencapai rencana bisnis yang telah disusun tahun ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL), meraup penjualan pada 2022 sebesar Rp13 triliun, meningkat tajam sebesar 170% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 419 miliar.
Sementara  dari sisi laba usaha, NICL mencatatkan peningkatan yang signifikan yakni sebesar 208% dari sebesar Rp59,4 miliar menjadi sebesar Rp183 miliar. Sisi bottom line, laba bersih Perseroan bahkan mengalami peningkatan yang lebih tinggi lagi yakni sebesar 230% dari sebesar Rp45,5 miliar menjadi sebesar Rp150 miliar pada tahun 2022.

BACA JUGA:
Turun Tajam, BEI Gembok Saham Makmur Berkah Amanda (AMAN)

Dari sisi Neraca, total asset NICL mencatatkan pertumbuhan sebesar 44% dari Rp417 miliar menjadi sebesar Rp600 miliar pada tahun 2022. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan ekuitas sebesar 43% dari sebesar R 347 miliar menjadi sebesar Rp 497 miliar.
&amp;ldquo; Sedangkan dari sisi hutang, Perseroan tidak membukukan peningkatan hutang kepada pihak ketiga yang signifikan. Perseroan pun tidak memiliki hutang bank,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Ruddy Tjanaka dikutip Antara, Selasa (4/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDc5My81L3g4am1iZWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ruddy Tjanaka menjelaskan pihaknya bersyukur apa yang telah kami persiapkan dan kami usahakan di tahun 2022. Perseroan mencapai kinerja yang memuaskan. Peningkatan tersebut ditopang terutama oleh kenaikan volume penjualan dan harga nikel dunia.

BACA JUGA:
IHSG Diramal Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

&amp;ldquo;Walaupun tahun 2022 masih terjadi pasca pandemic covid19 serta perekonomian dunia yang penuh tantangan, Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasinya dengan cukup baik. Peningkatan kinerja operasional dan keuangan Perseroan ini akan menambah nilai bagi pemegang saham Perseroan,&amp;rdquo; tuturnya.Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan ekplorasi berkelanjutan serta menjaga prinsip konservasi mineral melalui optimasi pemanfaatan bijih nikel yaitu memanfaatkan sumberdaya mineral dan melakukan diversifikasi produk.
Diversifikasi produk dilakukan dengan pembagian berdasarkan persentasi kadar nikel yang terkandung dalam bijih menjadi bijih kadar rendah, bijih kadar menengah dan bijih kadar tinggi (Low Grade, Middle Grade, dan High Grade). Perseroan melakukan pemanfaatan bijih kadar rendah (low grade) dengan melakukan optimalisasi cut off grade sehingga bijih kadar rendah yang sebelumnya dianggap waste dapat diolah dan dipasarkan.
Ruddy Tjanaka menambahkan pada tahun 2023, Perseroan akan fokus untuk meningkatkan produksi nikel dari sebelumnya sebesar 2,1 juta ton menjadi sebesar 2,6 juta ton. Perseroan sudah memperoleh persetujuan RKAB dari ESDM untuk rencana peningkatan produksinya. Fokus perseroan ke depannya akan menambah cadangan nikel baik melalui optimalisasikan dari di wilayah IUP Perseroan di Morowali maupun wilayah IUP anak perusahaan di Konawe.
&amp;ldquo;Selain itu, kami juga akan mencari peluang IUP baru baik secara organic maupun an-organic untuk mendukung rencana Perseroan diatas. Dengan dukungan Pemerintah Pusat dan daerah terhadap hilirisasi Nikel serta partisipasi aktif masyarakat lingkar tambang, kami yakin dapat mencapai rencana bisnis yang telah disusun tahun ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
