<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warning! Ekuitas Negatif, BEI Pantau 4 Emiten</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat perusahaan tercatat dalam daftar saham dalam pemantauan khusus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792866/warning-ekuitas-negatif-bei-pantau-4-emiten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792866/warning-ekuitas-negatif-bei-pantau-4-emiten"/><item><title>Warning! Ekuitas Negatif, BEI Pantau 4 Emiten</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792866/warning-ekuitas-negatif-bei-pantau-4-emiten</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792866/warning-ekuitas-negatif-bei-pantau-4-emiten</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 12:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792866/warning-ekuitas-negatif-bei-pantau-4-emiten-5OxMB6BZxy.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792866/warning-ekuitas-negatif-bei-pantau-4-emiten-5OxMB6BZxy.JPG</image><title>Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat perusahaan tercatat dalam daftar saham dalam pemantauan khusus.

Tiga emiten memiliki kriteria ekuitas negatif.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

44 Perusahaan Antre IPO di BEI, Ada BUMN

Keempatnya adalah PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC), PT Pakuan Tbk (UANG), dan PT Intraco Penta Tbk (INTA)

&quot;Berlaku efektif pada tanggal 4 April 2023,&quot; tulis BEI dalam pengumumannya, Selasa (4/3/2023).

CLAY dimasukkan dalam daftar akibat memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

2 Obligasi dan 1 Saham Tercatat di BEI selama Sepekan

Sesuai aturan, CLAY masuk dalam kriteria nomor 5.

INTA masih memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhirnya.
Namun, bursa menghilangkan kriteria nomor 2, yakni laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat alias disclaimer.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kriteria nomor 2 juga diterapkan terhadap FLMC setelah auditor memberikan opini disclaimer.



Adapun UANG, selain mempunyai ekuitas minus, perseroan juga memiliki kategori nomor 3, yakni tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan empat perusahaan tercatat dalam daftar saham dalam pemantauan khusus.

Tiga emiten memiliki kriteria ekuitas negatif.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

44 Perusahaan Antre IPO di BEI, Ada BUMN

Keempatnya adalah PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC), PT Pakuan Tbk (UANG), dan PT Intraco Penta Tbk (INTA)

&quot;Berlaku efektif pada tanggal 4 April 2023,&quot; tulis BEI dalam pengumumannya, Selasa (4/3/2023).

CLAY dimasukkan dalam daftar akibat memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

2 Obligasi dan 1 Saham Tercatat di BEI selama Sepekan

Sesuai aturan, CLAY masuk dalam kriteria nomor 5.

INTA masih memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhirnya.
Namun, bursa menghilangkan kriteria nomor 2, yakni laporan keuangan auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat alias disclaimer.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kriteria nomor 2 juga diterapkan terhadap FLMC setelah auditor memberikan opini disclaimer.



Adapun UANG, selain mempunyai ekuitas minus, perseroan juga memiliki kategori nomor 3, yakni tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
