<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intiland (DILD) Rugi Rp98,84 Miliar pada 2022</title><description>DILD membukukan rugi sebesar Rp98,84 miliar sepanjang 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792870/intiland-dild-rugi-rp98-84-miliar-pada-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792870/intiland-dild-rugi-rp98-84-miliar-pada-2022"/><item><title>Intiland (DILD) Rugi Rp98,84 Miliar pada 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792870/intiland-dild-rugi-rp98-84-miliar-pada-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2792870/intiland-dild-rugi-rp98-84-miliar-pada-2022</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792870/intiland-dild-rugi-rp98-84-miliar-pada-2022-zRQV6xGDAy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emiten DILD Rugi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2792870/intiland-dild-rugi-rp98-84-miliar-pada-2022-zRQV6xGDAy.jpg</image><title>Emiten DILD Rugi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan rugi sebesar Rp98,84 miliar sepanjang 2022. Capaian tersebut berbalik dari laba sebesar Rp13,13 miliar pada 2021.
Dikutip Harian Neraca, Selasa (4/4/2023) Perseroan menjelaskan, adanya pengakuan pendapatan yang cukup besar dari proyek 57 Promenade, sehingga perseroan membukukan rugi sebesar Rp98,84 miliar. Adapun proyek tersebut mulai diserahterimakan kepada pembeli sejak penyelesaian proyek pada September 2022.

BACA JUGA:
Turun Tajam, BEI Gembok Saham Makmur Berkah Amanda (AMAN)

Pengakuan pendapatan dari proyek joint venture membuat porsi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali lebih besar, ketimbang kepada pemilik entitas induk. DILD mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp290,81 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDc5My81L3g4am1iZWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sehingga menghasilkan rugi bersih sebesar Rp 98,8 miliar pada 2022 karena Intiland hanya memiliki 36,63% saham. Sementara itu, segmen mixed-use dan high-rise menjadi kontributor utama pendapatan DILD.

BACA JUGA:
IHSG Diramal Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 16,51% menjadi Rp 3,14 triliun dari Rp2,62 triliun pada periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY). Secara rinci, DILD mencatatkan penjualan sebesar Rp2,42 triliun atau naik 18,86% dan pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik 8,6%.Adapun penjualan terdiri dari segmen high rise sebesar Rp1,55 triliun atau naik 50,18%, segmen perumahan sebesar Rp630,57 miliar atau turun 9,15% dan kawasan industri sebesar Rp246,32 miliar atau turun 106,48%.
Kemudian beban pokok penjualan dan beban langsung DILD mencapai Rp1,87 triliun sepanjang 2022. Beban tersebut naik 16,51% dari Rp2,62 triliun pada 2021. Jumlah aset DILD mencapai Rp16,35 triliun sepanjang 2022.
Aset tersebut turun dari Rp16,46 triliun dibanding akhir Desember 2021. Lalu jumlah liabilitas DILD turun menjadi Rp10,13 triliun sepanjang 2022. Jumlah liabilitas tercatat mencapai Rp10,41 triliun per 31 Desember 2021.
Sementara itu, jumlah ekuitas DILD mencapai Rp6,21 triliun sepanjang 2022. Ekuitas tersebut naik dari Rp6,04 triliun pada akhir 2021. Kas dan setara kas akhir tahun DILD menurun 50,83% dari Rp1,75 triliun menjadi Rp1,16 triliun. Tahun ini, DILD menargetkan marketing sales sebesar Rp2,3 triliun. Angka ini turun dari target Rp2,4 triliun yang ditetapkan untuk 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan rugi sebesar Rp98,84 miliar sepanjang 2022. Capaian tersebut berbalik dari laba sebesar Rp13,13 miliar pada 2021.
Dikutip Harian Neraca, Selasa (4/4/2023) Perseroan menjelaskan, adanya pengakuan pendapatan yang cukup besar dari proyek 57 Promenade, sehingga perseroan membukukan rugi sebesar Rp98,84 miliar. Adapun proyek tersebut mulai diserahterimakan kepada pembeli sejak penyelesaian proyek pada September 2022.

BACA JUGA:
Turun Tajam, BEI Gembok Saham Makmur Berkah Amanda (AMAN)

Pengakuan pendapatan dari proyek joint venture membuat porsi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali lebih besar, ketimbang kepada pemilik entitas induk. DILD mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp290,81 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDc5My81L3g4am1iZWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sehingga menghasilkan rugi bersih sebesar Rp 98,8 miliar pada 2022 karena Intiland hanya memiliki 36,63% saham. Sementara itu, segmen mixed-use dan high-rise menjadi kontributor utama pendapatan DILD.

BACA JUGA:
IHSG Diramal Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 16,51% menjadi Rp 3,14 triliun dari Rp2,62 triliun pada periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (YoY). Secara rinci, DILD mencatatkan penjualan sebesar Rp2,42 triliun atau naik 18,86% dan pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik 8,6%.Adapun penjualan terdiri dari segmen high rise sebesar Rp1,55 triliun atau naik 50,18%, segmen perumahan sebesar Rp630,57 miliar atau turun 9,15% dan kawasan industri sebesar Rp246,32 miliar atau turun 106,48%.
Kemudian beban pokok penjualan dan beban langsung DILD mencapai Rp1,87 triliun sepanjang 2022. Beban tersebut naik 16,51% dari Rp2,62 triliun pada 2021. Jumlah aset DILD mencapai Rp16,35 triliun sepanjang 2022.
Aset tersebut turun dari Rp16,46 triliun dibanding akhir Desember 2021. Lalu jumlah liabilitas DILD turun menjadi Rp10,13 triliun sepanjang 2022. Jumlah liabilitas tercatat mencapai Rp10,41 triliun per 31 Desember 2021.
Sementara itu, jumlah ekuitas DILD mencapai Rp6,21 triliun sepanjang 2022. Ekuitas tersebut naik dari Rp6,04 triliun pada akhir 2021. Kas dan setara kas akhir tahun DILD menurun 50,83% dari Rp1,75 triliun menjadi Rp1,16 triliun. Tahun ini, DILD menargetkan marketing sales sebesar Rp2,3 triliun. Angka ini turun dari target Rp2,4 triliun yang ditetapkan untuk 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
