<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sentimen Negatif bagi Saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO)</title><description>Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2793010/sentimen-negatif-bagi-saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2793010/sentimen-negatif-bagi-saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo"/><item><title>Sentimen Negatif bagi Saham Pertamina Geothermal Energy (PGEO)</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2793010/sentimen-negatif-bagi-saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/278/2793010/sentimen-negatif-bagi-saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2793010/sentimen-negatif-bagi-saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-I6rcD2V3vS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sentimen Saham Pertamina Geothermal. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/278/2793010/sentimen-negatif-bagi-saham-pertamina-geothermal-energy-pgeo-I6rcD2V3vS.jpg</image><title>Sentimen Saham Pertamina Geothermal. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan. Bahkan pada penutupan perdagangan Senin, 3 April 2023, saham PGEO kembali menyentuh auto reject bawah (ARB) dengan koreksi 5,76% ke level harga Rp655 per lembar.
Menurut Analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Alfatih, ada beberapa sentimen negatif pada saham PGEO. Salah satunya soal kinerja perseroan baik sisi keuangan maupun operasional.

BACA JUGA:
Sumber Cuan Baru, Pertamina Geothermal (PGEO) Raih Pendapatan Kredit Karbon Rp11,2 Miliar

Laporan kinerja keuangan 2022 tidak membukukan salah satu proyek bernilai jumbo karena tidak menghasilkan.
&amp;ldquo;Hal itu bukan sesuatu yang positif,&amp;rdquo; katanya, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:
Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp1,98 Triliun di 2022

Selain itu, investor juga melihat pengelolaan utang perseroan. Misalnya pos utang jangka panjang sebesar USD600 juta atau sekitar Rp9 triliun yang disulap menjadi utang jangka pendek dan akan segera jatuh tempo.Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, turunnya harga saham bukan soal utang dan minusnya kinerja perseroan saja. Penolakan warga di sekitar proyek geothermal juga menjadi variable yang kurang bagus.
&amp;ldquo;Penolakan masyarakat di sekitar proyek geothermal masih berlanjut. Padahal, perusahaan harus memastikan proses yang diklaim sebagai energi terbarukan bebas dari konflik dengan masyarakat hingga memenuhi aspek dampak lingkungan yang baik,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengalami penurunan. Bahkan pada penutupan perdagangan Senin, 3 April 2023, saham PGEO kembali menyentuh auto reject bawah (ARB) dengan koreksi 5,76% ke level harga Rp655 per lembar.
Menurut Analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Alfatih, ada beberapa sentimen negatif pada saham PGEO. Salah satunya soal kinerja perseroan baik sisi keuangan maupun operasional.

BACA JUGA:
Sumber Cuan Baru, Pertamina Geothermal (PGEO) Raih Pendapatan Kredit Karbon Rp11,2 Miliar

Laporan kinerja keuangan 2022 tidak membukukan salah satu proyek bernilai jumbo karena tidak menghasilkan.
&amp;ldquo;Hal itu bukan sesuatu yang positif,&amp;rdquo; katanya, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:
Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp1,98 Triliun di 2022

Selain itu, investor juga melihat pengelolaan utang perseroan. Misalnya pos utang jangka panjang sebesar USD600 juta atau sekitar Rp9 triliun yang disulap menjadi utang jangka pendek dan akan segera jatuh tempo.Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, turunnya harga saham bukan soal utang dan minusnya kinerja perseroan saja. Penolakan warga di sekitar proyek geothermal juga menjadi variable yang kurang bagus.
&amp;ldquo;Penolakan masyarakat di sekitar proyek geothermal masih berlanjut. Padahal, perusahaan harus memastikan proses yang diklaim sebagai energi terbarukan bebas dari konflik dengan masyarakat hingga memenuhi aspek dampak lingkungan yang baik,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
