<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Khawatir, Dampak Krisis Perbankan di AS ke RI Tak Besar</title><description>Masyarakat diminta tak khawatir dengan krisis perbankan yang terjadi di AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792966/jangan-khawatir-dampak-krisis-perbankan-di-as-ke-ri-tak-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792966/jangan-khawatir-dampak-krisis-perbankan-di-as-ke-ri-tak-besar"/><item><title>Jangan Khawatir, Dampak Krisis Perbankan di AS ke RI Tak Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792966/jangan-khawatir-dampak-krisis-perbankan-di-as-ke-ri-tak-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792966/jangan-khawatir-dampak-krisis-perbankan-di-as-ke-ri-tak-besar</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/320/2792966/jangan-khawatir-dampak-krisis-perbankan-di-as-ke-ri-tak-besar-HbhVLNYgBX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis perbankan di AS (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/320/2792966/jangan-khawatir-dampak-krisis-perbankan-di-as-ke-ri-tak-besar-HbhVLNYgBX.jpg</image><title>Krisis perbankan di AS (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat diminta tak khawatir dengan krisis perbankan yang terjadi di AS. Pasalnya, dampak krisis perbankan di AS tidak akan signifikan terhadap ekonomi RI.
Pengamat Kebijakan Publik Bambang Haryo Soekartono menilai kekhawatiran krisis di AS cenderung di lebih-lebihkan. Sebagaimana diketahui, tiga Bank di AS yakni Sillicon Valley Bank (SVB), Signature Bank dan Silvergate Bank mengalami kebangkrutan yang opininya seakan berakibat krisis di Amerika.

BACA JUGA:
Hadapi Krisis Perbankan AS dan Eropa, OJK Pantau Ketat Bank di RI


Faktanya, kondisi ekonomi di Amerika saat ini tidak dalam  keadaan krisis dan bahkan ekonominya cenderung stabil bahkan meningkat dibanding sebelum pandemi covid.
&amp;ldquo;Seharusnya pejabat dan tokoh publik memberikan informasi dan pernyataan  yang benar dan berdasar yang membangun optimisme pelaku usaha dan seluruh rakyat Indonesia, bukan malah menjerumuskan, sehingga ekonomi di Indonesia dapat kembali menggeliat,&amp;rdquo; kata dia, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:
Jauh dari Ancaman Krisis, Ini Rahasia Kekuatan Ekonomi Indonesia


Berdasarkan data, Silicon Valley Bank (SVB) adalah Bank yang mempunyai urutan 16 terbesar di Amerika. Sementara Signature Bank adalah bank yang mempunyai urutan ke-29 dan Silvergate Bank mempunyai urutan ke-113.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan begitu, kebangkrutan ke-3 bank di Amerika tersebut pengaruhnya  sangat kecil dan relatif tidak ada bagi perekonomian di Amerika karena  dari data tahun 2022 jumlah keseluruhan bank di Amerika ada sebanyak  4.844 bank yang sebagian besar justru mengalami peningkatan pendapatan  di tahun 2022 dibanding tahun 2019 sebelum covid.
&amp;ldquo;Kekhawatiran pejabat dan tokoh  publik tidak perlu diekspos  besar-besaran ke masyarakat karena ini tentu akan berdampak terhadap  stagnasi dan perlambatan ekonomi akibat pelaku usaha enggan berinvestasi  dan bahkan masyarakat enggan berbelanja,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Jepang dalam memulihkan  kondisi ekonomi mengeluarkan kebijakan mendorong masyarakatnya untuk  berbelanja dan berwisata dengan memberikan insentif yang disebut  Community Development Certificate untuk masyarakatnya yang mau  travelling dan berbelanja guna menumbuhkan ekonomi pasca covid, sehingga  ekonomi di Jepang saat ini lebih membaik dibanding tahun 2019 sebelum  covid.
&amp;ldquo;Dan ini sebetulnya seiring dengan apa yang pernah Presiden Jokowi  sampaikan agar masyarakat beramai-ramai berbelanja, nonton konser dan  berwisata guna menumbuhkan ekonomi pasca covid.&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat diminta tak khawatir dengan krisis perbankan yang terjadi di AS. Pasalnya, dampak krisis perbankan di AS tidak akan signifikan terhadap ekonomi RI.
Pengamat Kebijakan Publik Bambang Haryo Soekartono menilai kekhawatiran krisis di AS cenderung di lebih-lebihkan. Sebagaimana diketahui, tiga Bank di AS yakni Sillicon Valley Bank (SVB), Signature Bank dan Silvergate Bank mengalami kebangkrutan yang opininya seakan berakibat krisis di Amerika.

BACA JUGA:
Hadapi Krisis Perbankan AS dan Eropa, OJK Pantau Ketat Bank di RI


Faktanya, kondisi ekonomi di Amerika saat ini tidak dalam  keadaan krisis dan bahkan ekonominya cenderung stabil bahkan meningkat dibanding sebelum pandemi covid.
&amp;ldquo;Seharusnya pejabat dan tokoh publik memberikan informasi dan pernyataan  yang benar dan berdasar yang membangun optimisme pelaku usaha dan seluruh rakyat Indonesia, bukan malah menjerumuskan, sehingga ekonomi di Indonesia dapat kembali menggeliat,&amp;rdquo; kata dia, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:
Jauh dari Ancaman Krisis, Ini Rahasia Kekuatan Ekonomi Indonesia


Berdasarkan data, Silicon Valley Bank (SVB) adalah Bank yang mempunyai urutan 16 terbesar di Amerika. Sementara Signature Bank adalah bank yang mempunyai urutan ke-29 dan Silvergate Bank mempunyai urutan ke-113.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dengan begitu, kebangkrutan ke-3 bank di Amerika tersebut pengaruhnya  sangat kecil dan relatif tidak ada bagi perekonomian di Amerika karena  dari data tahun 2022 jumlah keseluruhan bank di Amerika ada sebanyak  4.844 bank yang sebagian besar justru mengalami peningkatan pendapatan  di tahun 2022 dibanding tahun 2019 sebelum covid.
&amp;ldquo;Kekhawatiran pejabat dan tokoh  publik tidak perlu diekspos  besar-besaran ke masyarakat karena ini tentu akan berdampak terhadap  stagnasi dan perlambatan ekonomi akibat pelaku usaha enggan berinvestasi  dan bahkan masyarakat enggan berbelanja,&amp;rdquo; imbuhnya.
Dia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah Jepang dalam memulihkan  kondisi ekonomi mengeluarkan kebijakan mendorong masyarakatnya untuk  berbelanja dan berwisata dengan memberikan insentif yang disebut  Community Development Certificate untuk masyarakatnya yang mau  travelling dan berbelanja guna menumbuhkan ekonomi pasca covid, sehingga  ekonomi di Jepang saat ini lebih membaik dibanding tahun 2019 sebelum  covid.
&amp;ldquo;Dan ini sebetulnya seiring dengan apa yang pernah Presiden Jokowi  sampaikan agar masyarakat beramai-ramai berbelanja, nonton konser dan  berwisata guna menumbuhkan ekonomi pasca covid.&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
