<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>56.000 Kendaraan Listrik Mengaspal di RI, Ini Rinciannya</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan jumlah kendaraan listrik berbasis baterai mencapai 56.988 unit kendaraan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792974/56-000-kendaraan-listrik-mengaspal-di-ri-ini-rinciannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792974/56-000-kendaraan-listrik-mengaspal-di-ri-ini-rinciannya"/><item><title>56.000 Kendaraan Listrik Mengaspal di RI, Ini Rinciannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792974/56-000-kendaraan-listrik-mengaspal-di-ri-ini-rinciannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/04/320/2792974/56-000-kendaraan-listrik-mengaspal-di-ri-ini-rinciannya</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/320/2792974/56-000-kendaraan-listrik-mengaspal-di-ri-ini-rinciannya-xJDD3R7iEJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil Listrik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/320/2792974/56-000-kendaraan-listrik-mengaspal-di-ri-ini-rinciannya-xJDD3R7iEJ.jpg</image><title>Mobil Listrik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan jumlah kendaraan listrik berbasis baterai mencapai 56.988 unit kendaraan yang telah memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub Danto Restyawan mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data per 31 Maret 2023 yang terdiri dari berbagai jenis kendaraan listrik maupun konversi kendaraan listrik.

&quot;Jumlah kendaraan listrik sampai saat ini baru mencapai 56.988 unit. Ini total jadi ada yang asli dari pabrikan dan juga konversi,&quot; ujar Danto dalam acara Sosialisasi Program Konversi Motor Listrik yang dipantau secara virtual melalui Youtube Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:Tekan Impor BBM Rp1,2 Triliun per Hari, RI Geber Kendaraan Listrik&amp;nbsp;


Dalam paparan data kendaraan bermotor lisrik yang ditampilkan oleh Danto tersebut, terdapat 10 mobil barang listrik, kendaraan listrik jenis mobil penumpang sebanyak 13.369 unit, kemudian kendaraan listrik jenis motor roda 2 sebanyak 43.224 unit, kendaraan roda 3 sebanyak 306 unit dan bus listrik sebanyak 79 unit.

Adapun jumlah sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor listrik pada 2019 terdapat 1.065 unit, 2020 terdapat 2.457 unit, 2021 terdapat 11.989 unit, 2022 terdapat 25.262 unit.

BACA JUGA:Mudik Naik Kendaraan Listrik? Tenang Sudah Ada 16 SPKLU yang Siap di&amp;nbsp;Rest Area&amp;nbsp;


Sedangkan jumlah sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor listrik pada 2019 ada 14 tipe, 2020 sebanyak 52 tipe, 2021 sebanyak 54 tipe, 2022 sebanyak 97 tipe dan di 2023 sehanyak 42 tipe.

Sementara itu, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerima subsidi konversi kendaraan motor listrik senilai Rp7 juta sebanyak 50 ribu unit di tahun 2023.



&quot;Target penerima bantuan pemerintah di tahun ini, tahun 2023 adalah sebanyak 50 ribu unit dan tahun depan Insyaallah akan kita tingkatkan menjadi 150 ribu unit,&quot; kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.



Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi akan ada peningkatan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia pada 2030 mencapai 15 juta unit.



&quot;Apabila target KBLBB (kendaraan bermotor listrik berbasis baterai) tercapai 2030 yaitu mobil listrik sebesar 2 juta unit, motor listrik 13 juta unit akan terjadi penghematan BBM sebesar 8,1 juta kiloliter dan pengurangan emisi CO2 sebesar 17,6 juta ton,&quot; kata Arifin belum lama ini.

</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan jumlah kendaraan listrik berbasis baterai mencapai 56.988 unit kendaraan yang telah memiliki Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Direktur Sarana Transportasi Jalan Kemenhub Danto Restyawan mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan data per 31 Maret 2023 yang terdiri dari berbagai jenis kendaraan listrik maupun konversi kendaraan listrik.

&quot;Jumlah kendaraan listrik sampai saat ini baru mencapai 56.988 unit. Ini total jadi ada yang asli dari pabrikan dan juga konversi,&quot; ujar Danto dalam acara Sosialisasi Program Konversi Motor Listrik yang dipantau secara virtual melalui Youtube Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/4/2023).

BACA JUGA:Tekan Impor BBM Rp1,2 Triliun per Hari, RI Geber Kendaraan Listrik&amp;nbsp;


Dalam paparan data kendaraan bermotor lisrik yang ditampilkan oleh Danto tersebut, terdapat 10 mobil barang listrik, kendaraan listrik jenis mobil penumpang sebanyak 13.369 unit, kemudian kendaraan listrik jenis motor roda 2 sebanyak 43.224 unit, kendaraan roda 3 sebanyak 306 unit dan bus listrik sebanyak 79 unit.

Adapun jumlah sertifikasi registrasi uji tipe kendaraan bermotor listrik pada 2019 terdapat 1.065 unit, 2020 terdapat 2.457 unit, 2021 terdapat 11.989 unit, 2022 terdapat 25.262 unit.

BACA JUGA:Mudik Naik Kendaraan Listrik? Tenang Sudah Ada 16 SPKLU yang Siap di&amp;nbsp;Rest Area&amp;nbsp;


Sedangkan jumlah sertifikasi uji tipe kendaraan bermotor listrik pada 2019 ada 14 tipe, 2020 sebanyak 52 tipe, 2021 sebanyak 54 tipe, 2022 sebanyak 97 tipe dan di 2023 sehanyak 42 tipe.

Sementara itu, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerima subsidi konversi kendaraan motor listrik senilai Rp7 juta sebanyak 50 ribu unit di tahun 2023.



&quot;Target penerima bantuan pemerintah di tahun ini, tahun 2023 adalah sebanyak 50 ribu unit dan tahun depan Insyaallah akan kita tingkatkan menjadi 150 ribu unit,&quot; kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.



Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi akan ada peningkatan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia pada 2030 mencapai 15 juta unit.



&quot;Apabila target KBLBB (kendaraan bermotor listrik berbasis baterai) tercapai 2030 yaitu mobil listrik sebesar 2 juta unit, motor listrik 13 juta unit akan terjadi penghematan BBM sebesar 8,1 juta kiloliter dan pengurangan emisi CO2 sebesar 17,6 juta ton,&quot; kata Arifin belum lama ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
