<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelola RS Primaya (PRAY) Kantongi Laba Rp62,5 Miliar, Merosot 80%</title><description>Pengelola RS Primaya yakni PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) mengantongi laba bersih senilai Rp62,50 miliar di 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/278/2793596/pengelola-rs-primaya-pray-kantongi-laba-rp62-5-miliar-merosot-80</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/278/2793596/pengelola-rs-primaya-pray-kantongi-laba-rp62-5-miliar-merosot-80"/><item><title>Pengelola RS Primaya (PRAY) Kantongi Laba Rp62,5 Miliar, Merosot 80%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/278/2793596/pengelola-rs-primaya-pray-kantongi-laba-rp62-5-miliar-merosot-80</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/278/2793596/pengelola-rs-primaya-pray-kantongi-laba-rp62-5-miliar-merosot-80</guid><pubDate>Rabu 05 April 2023 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/05/278/2793596/pengelola-rs-primaya-pray-kantongi-laba-rp62-5-miliar-merosot-80-w8SU6j23A8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba RS Primaya merosot (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/05/278/2793596/pengelola-rs-primaya-pray-kantongi-laba-rp62-5-miliar-merosot-80-w8SU6j23A8.jpg</image><title>Laba RS Primaya merosot (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengelola RS Primaya yakni PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) mengantongi laba bersih senilai Rp62,50 miliar di 2022. Laba PRAY merosot 80,82% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp325,95 miliar.
Penurunan laba terjadi seiring pendapatan yang lebih rendah 16,61% yoy menjadi Rp1,52 triliun. Pada akhir 2021, PRAY membukukan penghasilan Rp1,82 triliun.

BACA JUGA:
18 Emiten Siap Terbitkan Surat Utang di Pasar Modal


Berkat penurunan kinerja, laba bersih per saham dasar PRAY turun menjadi Rp4,79, dari semula Rp25,15 per saham, dikutip dari laporan keuangan, Rabu (5/4/2023).
Kontribusi pendapatan PRAY berasal dari bisnis penunjang medis rawat inap yang menyerap Rp555,86 miliar, disusul pelayanan pasien rawat inap Rp401,83 miliar.

BACA JUGA:
Daftar Aksi Emiten Hari Ini, Ada ARKO, ESSA hingga ROTI 


Adapun penunjang medis rawat jalan menghasilkan Rp381,51 miliar, disusul pemasukan dari laboratorium Rp193,38 miliar. Pasien poliklinik memberi pendapatan sebanyak Rp80,70 miliar. Pulau Jawa masih mendominasi penghasilan perseroan dari sisi geografis, disusul Kalimantan, dan Sumatera.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski pendapatan turun, beban pokok PRAY membengkak 9,50% menjadi  Rp1,13 triliun. Sejumlah pos beban terbesar adalah penunjang medis,  gaji-tunjangan, hingga penyusutan aset tetap.
Dari sisi neraca, jumlah aset PRAY naik 26,77% yoy, disebabkan adanya  peningkatan kas, dan perolehan aset tetap baru. Utang (liabilitas)  berkurang tipis 1,17% yoy menjadi Rp1,25 triliun, sedangkan modal  (ekuitas) tumbuh 45,86% menjadi Rp2,70 triliun, akibat peningkatan  tambahan modal disetor.
Hingga akhir 2022, PRAY memegang kas dan setara kas senilai Rp979,66  miliar, tumbuh dari akhir 2021 menyusul penerimaan dari obligasi wajib  konversi, dan setoran modal dari penawaran umum perdana saham.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengelola RS Primaya yakni PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) mengantongi laba bersih senilai Rp62,50 miliar di 2022. Laba PRAY merosot 80,82% yoy dibandingkan 2021 senilai Rp325,95 miliar.
Penurunan laba terjadi seiring pendapatan yang lebih rendah 16,61% yoy menjadi Rp1,52 triliun. Pada akhir 2021, PRAY membukukan penghasilan Rp1,82 triliun.

BACA JUGA:
18 Emiten Siap Terbitkan Surat Utang di Pasar Modal


Berkat penurunan kinerja, laba bersih per saham dasar PRAY turun menjadi Rp4,79, dari semula Rp25,15 per saham, dikutip dari laporan keuangan, Rabu (5/4/2023).
Kontribusi pendapatan PRAY berasal dari bisnis penunjang medis rawat inap yang menyerap Rp555,86 miliar, disusul pelayanan pasien rawat inap Rp401,83 miliar.

BACA JUGA:
Daftar Aksi Emiten Hari Ini, Ada ARKO, ESSA hingga ROTI 


Adapun penunjang medis rawat jalan menghasilkan Rp381,51 miliar, disusul pemasukan dari laboratorium Rp193,38 miliar. Pasien poliklinik memberi pendapatan sebanyak Rp80,70 miliar. Pulau Jawa masih mendominasi penghasilan perseroan dari sisi geografis, disusul Kalimantan, dan Sumatera.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Meski pendapatan turun, beban pokok PRAY membengkak 9,50% menjadi  Rp1,13 triliun. Sejumlah pos beban terbesar adalah penunjang medis,  gaji-tunjangan, hingga penyusutan aset tetap.
Dari sisi neraca, jumlah aset PRAY naik 26,77% yoy, disebabkan adanya  peningkatan kas, dan perolehan aset tetap baru. Utang (liabilitas)  berkurang tipis 1,17% yoy menjadi Rp1,25 triliun, sedangkan modal  (ekuitas) tumbuh 45,86% menjadi Rp2,70 triliun, akibat peningkatan  tambahan modal disetor.
Hingga akhir 2022, PRAY memegang kas dan setara kas senilai Rp979,66  miliar, tumbuh dari akhir 2021 menyusul penerimaan dari obligasi wajib  konversi, dan setoran modal dari penawaran umum perdana saham.</content:encoded></item></channel></rss>
