<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mudik Pakai Mobil Listrik? Simak Imbauan dari Dirut PLN</title><description>Mau mudik pakai mobil listrik? simak dulu imbauan dari Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793549/mudik-pakai-mobil-listrik-simak-imbauan-dari-dirut-pln</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793549/mudik-pakai-mobil-listrik-simak-imbauan-dari-dirut-pln"/><item><title>Mudik Pakai Mobil Listrik? Simak Imbauan dari Dirut PLN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793549/mudik-pakai-mobil-listrik-simak-imbauan-dari-dirut-pln</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793549/mudik-pakai-mobil-listrik-simak-imbauan-dari-dirut-pln</guid><pubDate>Rabu 05 April 2023 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/05/320/2793549/mudik-pakai-mobil-listrik-simak-imbauan-dari-dirut-pln-XY2vWpXv2Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips mudik pakai mobil listrik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/05/320/2793549/mudik-pakai-mobil-listrik-simak-imbauan-dari-dirut-pln-XY2vWpXv2Z.jpg</image><title>Tips mudik pakai mobil listrik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mau mudik pakai mobil listrik? simak dulu imbauan dari Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Dia menghimbau beberapa hal kepada para pemudik yang hendak menggunakan mobil listrik.
&quot;Kami memberi pesan bagi pemudik terutama yang menggunakan mobil listrik monggo disiapkan mobilnya, monggo juga dipetakan  Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) nya ada di mana, sehingga sudah direncanakan di mana akan mengisi daya. Karena kan bergantung pada kemampuan jarak tempuh masing-masing mobil listrik tersebut. InsyaAllah akan berjalan dengan lancar,&quot; ujarnya dalam agenda Apel Siaga Kelistrikan Idul Fitri 1444H yang digelar di Halaman Plaza Terbuka PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (5/4/2023).

BACA JUGA:
Ini Link Mudik Gratis Bareng PBNU 2023


Darmawan menuturkan, hingga saat ini sebaran SPKLU telah mencapai 616 di 237 Lokasi di Indonesia dan terletak pada rest area jalan tol di jalur mudik yakni di sembilan titik di Tol Trans Jawa, dan enam titik di Tol Trans Sumatra.
&quot;Lokasinya ada di sebagian di kantor PLN ada juga di mall, ada juga di perbankan, ada di rest area jadi di berbagai lokasi. Nah kami punya aplikasi PLN Mobile di dalamnya ada charge kalau para pemudik yang menggunakan mobil listrik untuk menggunakan charge in bisa di cari lokasi SPKLU yang terdekat, yang kemudian dalam rute perjalanannya nanti bisa mampir apabila memang dibutuhkan untuk charge,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
15 Ribu Tiket Damri Ludes Terjual pada Mudik Lebaran 2023


Lebih lanjut, Darmawan mengungkapkan, ke depan pihaknya akan mengembangkan pola bisnis dengan melalui skema waralaba atau franchise bagi masyarakat yang ingin berbisnis stasiun pengisian kendaraan listrik umum. Hal itu lantaran ia mengakui bahwa PLN tidak memiliki lokasi yang strategis untuk SPKLU seperti pusat perbelanjaan (mall), perbankan, kedai kopi maupun restoran cepat saji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNC8xLzE2NDkyNS81L3g4anIxd2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jadi, sambungnya, PLN akan bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa  untuk meningkatkan jumlah SPKLU. Meskipun Darmawan mengakui, sejatinya  kebutuhan SPKLU untuk sehari-hari sangat keci karena sudah ditutup  dengan adanya home charging yang telah dipasang masing-masing rumah  pengguna mobil listrik.
&quot;Nah 1 mobil listrik sekali charge rata-rata sekitar 300 sampai 380  km bahkan ada yang 500 km, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari paling  jauh 60 sampai *70 km artinya sekali charge di rumah itu sudah bisa  menutup kebutuhan listrik selama 5 sampai 6 hari operasi. Maka  penggunaan SPKLU memang sangat minimum karena untuk kebutuhan sehari  hari sudah ditutup dengan home charging. Tetapi khusus untuk mudik  karena ini perjalanan jauh maka kebutuhan SPKLU menjadi meningkat,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mau mudik pakai mobil listrik? simak dulu imbauan dari Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Dia menghimbau beberapa hal kepada para pemudik yang hendak menggunakan mobil listrik.
&quot;Kami memberi pesan bagi pemudik terutama yang menggunakan mobil listrik monggo disiapkan mobilnya, monggo juga dipetakan  Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) nya ada di mana, sehingga sudah direncanakan di mana akan mengisi daya. Karena kan bergantung pada kemampuan jarak tempuh masing-masing mobil listrik tersebut. InsyaAllah akan berjalan dengan lancar,&quot; ujarnya dalam agenda Apel Siaga Kelistrikan Idul Fitri 1444H yang digelar di Halaman Plaza Terbuka PLN Kantor Pusat, Jakarta, Rabu (5/4/2023).

BACA JUGA:
Ini Link Mudik Gratis Bareng PBNU 2023


Darmawan menuturkan, hingga saat ini sebaran SPKLU telah mencapai 616 di 237 Lokasi di Indonesia dan terletak pada rest area jalan tol di jalur mudik yakni di sembilan titik di Tol Trans Jawa, dan enam titik di Tol Trans Sumatra.
&quot;Lokasinya ada di sebagian di kantor PLN ada juga di mall, ada juga di perbankan, ada di rest area jadi di berbagai lokasi. Nah kami punya aplikasi PLN Mobile di dalamnya ada charge kalau para pemudik yang menggunakan mobil listrik untuk menggunakan charge in bisa di cari lokasi SPKLU yang terdekat, yang kemudian dalam rute perjalanannya nanti bisa mampir apabila memang dibutuhkan untuk charge,&quot; terangnya.

BACA JUGA:
15 Ribu Tiket Damri Ludes Terjual pada Mudik Lebaran 2023


Lebih lanjut, Darmawan mengungkapkan, ke depan pihaknya akan mengembangkan pola bisnis dengan melalui skema waralaba atau franchise bagi masyarakat yang ingin berbisnis stasiun pengisian kendaraan listrik umum. Hal itu lantaran ia mengakui bahwa PLN tidak memiliki lokasi yang strategis untuk SPKLU seperti pusat perbelanjaan (mall), perbankan, kedai kopi maupun restoran cepat saji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNC8xLzE2NDkyNS81L3g4anIxd2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Jadi, sambungnya, PLN akan bekerjasama dengan seluruh komponen bangsa  untuk meningkatkan jumlah SPKLU. Meskipun Darmawan mengakui, sejatinya  kebutuhan SPKLU untuk sehari-hari sangat keci karena sudah ditutup  dengan adanya home charging yang telah dipasang masing-masing rumah  pengguna mobil listrik.
&quot;Nah 1 mobil listrik sekali charge rata-rata sekitar 300 sampai 380  km bahkan ada yang 500 km, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari paling  jauh 60 sampai *70 km artinya sekali charge di rumah itu sudah bisa  menutup kebutuhan listrik selama 5 sampai 6 hari operasi. Maka  penggunaan SPKLU memang sangat minimum karena untuk kebutuhan sehari  hari sudah ditutup dengan home charging. Tetapi khusus untuk mudik  karena ini perjalanan jauh maka kebutuhan SPKLU menjadi meningkat,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
