<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Tantangan Menaklukan Inflasi Pangan 2023 versi Gubernur BI</title><description>Indonesia menghadapi tantangan dalam menaklukan inflasi pangan 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793667/3-tantangan-menaklukan-inflasi-pangan-2023-versi-gubernur-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793667/3-tantangan-menaklukan-inflasi-pangan-2023-versi-gubernur-bi"/><item><title>3 Tantangan Menaklukan Inflasi Pangan 2023 versi Gubernur BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793667/3-tantangan-menaklukan-inflasi-pangan-2023-versi-gubernur-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793667/3-tantangan-menaklukan-inflasi-pangan-2023-versi-gubernur-bi</guid><pubDate>Rabu 05 April 2023 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/05/320/2793667/3-tantangan-menaklukan-inflasi-pangan-2023-versi-gubernur-bi-KwTtFdsn1n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Departemen Komunikasi BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/05/320/2793667/3-tantangan-menaklukan-inflasi-pangan-2023-versi-gubernur-bi-KwTtFdsn1n.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Departemen Komunikasi BI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menghadapi tantangan dalam menaklukan inflasi pangan 2023. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap setidaknya ada tiga tantangan untuk mengendalikan inflasi pangan pada tahun 2023 supaya masyarakat sejahtera dan keadaan politik stabil.

BACA JUGA:
Jurus BI Kendalikan Gejolak Inflasi Pangan


Tantangan pertama adalah inflasi global saat ini masih tinggi meskipun sudah menurun dari 10% dari tahun lalu menjadi sekitar 5-6% pada tahun 2023.
&amp;ldquo;Karena itu, sesuai arahan Presiden, seluruh dunia tangani inflasi sehingga kita kena imbas (secara ekonomi). Mengapa Bank Indonesia betul-betul jaga nilai tukarnya stabil ?  Supaya harga-harga di dalam negeri stabil,&amp;rdquo; ucapnya dilansir dari Antara, Rabu (5/4/2023).

BACA JUGA:
Kemenkeu: Inflasi Tetap Terkendali pada Ramadhan 2023


Untuk tantangan kedua ialah kecukupan pasokan pangan di daerah dan antar daerah. Misalnya, daerah Jawa Barat yang menjadi lumbung padi bisa menyuplai komoditas tersebut ke daerah lainnya.
Menurut Perry, diperlukan ketahanan dan produksi pangan dengan memanfaatkan agri farming yang telah terdigitalisasi. Adapun tantangan terakhir yaitu faktor musiman yang membuat inflasi pangan harus dikendalikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Sekarang akan hadapi lebaran. Bagi yang punya barang jangan  disimpan, rakyat membutuhkan beras, minyak goreng, telur, ayam, apapun,  harus ada di pasar-pasar sehingga ini betul-betul suplainya ada.
Demikian juga musimannya ada pada triwulan III dan IV karena faktor  musim cuaca yang tak baik dan harus kita atasi bersama,&amp;rdquo; kata Gubernur  BI.
Pada 18 Agustus 2022, Presiden Joko Widodo disebut telah mengarahkan  jajarannya untuk mengendalikan pangan. Sejumlah cara yang dilakukan  antara lain mengadakan pasar murah di 2.636 titik, 63 Kerjasama Antar  Daerah (KAD), 75 program Subsidi Ongkos Angkut (SOA), 2,39 juta polybag  dalam program gerakan tanam cabai, replikasi model bisnis, penyaluran  bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi  pertanian (saprotan), hingga digitalisasi.
&amp;ldquo;Kalau harga pangan terkendali dan terjangkau, maka urusan perut  selesai. Kalau urusan perut selesai, ya tentu saja stabil, rakyatnya  sejahtera,&amp;rdquo; ujar Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia menghadapi tantangan dalam menaklukan inflasi pangan 2023. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap setidaknya ada tiga tantangan untuk mengendalikan inflasi pangan pada tahun 2023 supaya masyarakat sejahtera dan keadaan politik stabil.

BACA JUGA:
Jurus BI Kendalikan Gejolak Inflasi Pangan


Tantangan pertama adalah inflasi global saat ini masih tinggi meskipun sudah menurun dari 10% dari tahun lalu menjadi sekitar 5-6% pada tahun 2023.
&amp;ldquo;Karena itu, sesuai arahan Presiden, seluruh dunia tangani inflasi sehingga kita kena imbas (secara ekonomi). Mengapa Bank Indonesia betul-betul jaga nilai tukarnya stabil ?  Supaya harga-harga di dalam negeri stabil,&amp;rdquo; ucapnya dilansir dari Antara, Rabu (5/4/2023).

BACA JUGA:
Kemenkeu: Inflasi Tetap Terkendali pada Ramadhan 2023


Untuk tantangan kedua ialah kecukupan pasokan pangan di daerah dan antar daerah. Misalnya, daerah Jawa Barat yang menjadi lumbung padi bisa menyuplai komoditas tersebut ke daerah lainnya.
Menurut Perry, diperlukan ketahanan dan produksi pangan dengan memanfaatkan agri farming yang telah terdigitalisasi. Adapun tantangan terakhir yaitu faktor musiman yang membuat inflasi pangan harus dikendalikan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNi80LzE2Mzg1Ny81L3g4ajVhcjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Sekarang akan hadapi lebaran. Bagi yang punya barang jangan  disimpan, rakyat membutuhkan beras, minyak goreng, telur, ayam, apapun,  harus ada di pasar-pasar sehingga ini betul-betul suplainya ada.
Demikian juga musimannya ada pada triwulan III dan IV karena faktor  musim cuaca yang tak baik dan harus kita atasi bersama,&amp;rdquo; kata Gubernur  BI.
Pada 18 Agustus 2022, Presiden Joko Widodo disebut telah mengarahkan  jajarannya untuk mengendalikan pangan. Sejumlah cara yang dilakukan  antara lain mengadakan pasar murah di 2.636 titik, 63 Kerjasama Antar  Daerah (KAD), 75 program Subsidi Ongkos Angkut (SOA), 2,39 juta polybag  dalam program gerakan tanam cabai, replikasi model bisnis, penyaluran  bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi  pertanian (saprotan), hingga digitalisasi.
&amp;ldquo;Kalau harga pangan terkendali dan terjangkau, maka urusan perut  selesai. Kalau urusan perut selesai, ya tentu saja stabil, rakyatnya  sejahtera,&amp;rdquo; ujar Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
