<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Kurang Alat Ngebor Sumur Minyak, Ini Penyebabnya</title><description>Produksi minyak 1 juta barel per hari ditargetkan pemerintah pada 2030.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793830/ri-kurang-alat-ngebor-sumur-minyak-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793830/ri-kurang-alat-ngebor-sumur-minyak-ini-penyebabnya"/><item><title>RI Kurang Alat Ngebor Sumur Minyak, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793830/ri-kurang-alat-ngebor-sumur-minyak-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/05/320/2793830/ri-kurang-alat-ngebor-sumur-minyak-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Rabu 05 April 2023 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/05/320/2793830/ri-kurang-alat-ngebor-sumur-minyak-ini-penyebabnya-LKmoVYrsNV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/05/320/2793830/ri-kurang-alat-ngebor-sumur-minyak-ini-penyebabnya-LKmoVYrsNV.jpg</image><title>Minyak. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Produksi minyak 1 juta barel per hari ditargetkan pemerintah pada 2030.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo. Menurutnya mengejar produksi itu, pengeboran ladang minyak dan gas bumi (migas) dilakukan secara agresif sebanyak 991 sumur pada tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

SKK Migas Targetkan Ngebor 991 Sumur Minyak di 2023

&quot;Tapi upaya untuk pengeboran ini bukan tanpa tantangan. Di mana pada saat ini muncul tantangan yakni Indonesia kekurangan rig atau instalasi untuk pengeboran minyak,&quot; ujarnya di Kantor SKK Migas, Rabu (5/4/2023).

Dia menjelaskan bahwa saat ini tidak ada rig yang menganggur. Sedangkan, target pengeboran tahun ini 991 sumur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kilang Minyak Punya Api Abadi, Untuk Apa Sih?

&quot;Saya akan telepon ke KKKS yang saat ini nyari rig, nggak ada,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk5Mi81L3g4ajU3czc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menambahkan kondisi seperti ini belum pernah terjadi. Dan pekerjaan yang terlalu banyak tidak sebanding dengan industri pendukungnya.



&quot;Saya belum pernah mengalami masa di mana alat untuk ngebor itu kekurangan. Maka itu kerjaannya terlalu banyak dibanding industri pendukungnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Produksi minyak 1 juta barel per hari ditargetkan pemerintah pada 2030.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo. Menurutnya mengejar produksi itu, pengeboran ladang minyak dan gas bumi (migas) dilakukan secara agresif sebanyak 991 sumur pada tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

SKK Migas Targetkan Ngebor 991 Sumur Minyak di 2023

&quot;Tapi upaya untuk pengeboran ini bukan tanpa tantangan. Di mana pada saat ini muncul tantangan yakni Indonesia kekurangan rig atau instalasi untuk pengeboran minyak,&quot; ujarnya di Kantor SKK Migas, Rabu (5/4/2023).

Dia menjelaskan bahwa saat ini tidak ada rig yang menganggur. Sedangkan, target pengeboran tahun ini 991 sumur.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kilang Minyak Punya Api Abadi, Untuk Apa Sih?

&quot;Saya akan telepon ke KKKS yang saat ini nyari rig, nggak ada,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wOC8xLzE2Mzk5Mi81L3g4ajU3czc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menambahkan kondisi seperti ini belum pernah terjadi. Dan pekerjaan yang terlalu banyak tidak sebanding dengan industri pendukungnya.



&quot;Saya belum pernah mengalami masa di mana alat untuk ngebor itu kekurangan. Maka itu kerjaannya terlalu banyak dibanding industri pendukungnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
