<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger, Telkom Segera Integrasikan IndiHome ke Telkomsel</title><description>PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) segera mengintegrasikan Indihome ke telkomsel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/278/2794561/merger-telkom-segera-integrasikan-indihome-ke-telkomsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/278/2794561/merger-telkom-segera-integrasikan-indihome-ke-telkomsel"/><item><title>Merger, Telkom Segera Integrasikan IndiHome ke Telkomsel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/278/2794561/merger-telkom-segera-integrasikan-indihome-ke-telkomsel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/278/2794561/merger-telkom-segera-integrasikan-indihome-ke-telkomsel</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/278/2794561/merger-telkom-segera-integrasikan-indihome-ke-telkomsel-s56WEJVbyi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Merger Indihome Telkomsel (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/278/2794561/merger-telkom-segera-integrasikan-indihome-ke-telkomsel-s56WEJVbyi.jpeg</image><title>Merger Indihome Telkomsel (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) segera mengintegrasikan Indihome ke telkomsel. Hal ini ditandai dengan Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-off Agreement/CSA) untuk mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel.
IndiHome merupakan pemain fixed broadband terbesar di Indonesia yang dimiliki 100% oleh Telkom. Pemisahan usaha dan integrasi ini sejalan dengan inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC).

BACA JUGA:
Merger dengan Indihome, Bagaimana Nasib Saham Singtel di Telkomsel?


Adapun penandatanganan perjanjian ini merupakan bagian penting dalam mengimplementasikan strategi TelkomGroup untuk menyediakan variasi layanan broadband terbaik, memperkuat bisnis, dan mewujudkan inklusi digital di Indonesia. Transaksi ini mendapat dukungan dari Telkom dan Singtel sebagai pemegang saham[1] Telkomsel.
Integrasi ini juga sejalan dengan strategi Singtel untuk terus mengembangkan bisnis dan memperkuat komitmennya di Indonesia. IndiHome memimpin 75,2% pangsa pasar di Indonesia, salah satu pasar fixed broadband dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan tingkat penetrasi sekitar 14% dibandingkan dengan 40% di seluruh Asia Tenggara. ARPU fixed broadband dikatakan enam kali lebih tinggi dari seluler di Indonesia, dan dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat, fixed connection pun dipastikan tumbuh signifikan.

BACA JUGA:
Erick Thohir Pede Kapitalisasi Telkom Capai Rp500 Triliun di 2025


Terkait pemisahan usaha (spin off) IndiHome ini, Telkomsel akan mengeluarkan sejumlah saham baru bagi Telkom. Nilai IndiHome mencapai Rp58,3 triliun (setara dengan USD5,1 miliar) (yang mana akan 50% lebih tinggi dari ekuitas Telkom jika digabungkan dengan perjanjian komersial lainnya antara Telkom dan Telkomsel), sehingga mengakibatkan transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material yang memerlukan persetujuan dari pemegang saham independen Telkom.
Bersamaan dengan integrasi ini, Singtel sepakat untuk menggunakan  haknya untuk mengambil sebesar 0,5% saham baru di Telkomsel senilai Rp  2,7 triliun (setara dengan hingga USD236 juta) dalam bentuk tunai. Hal  ini menjadikan kepemilikan efektif Singtel di Telkomsel menjadi 30,1%,  sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9%.
Dengan strategi yang melibatkan IndiHome dan Telkomsel ini, maka  Business to Consumers (B2C) di TelkomGroup akan sepenuhnya dikelola oleh  Telkomsel, sementara fokus operasional Telkom adalah Business to  Business (B2B). Inisiatif FMC diharapkan dapat memperkuat posisi  TelkomGroup sebagai perusahaan telekomunikasi terintegrasi untuk  menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dan menciptakan  sinergi melalui jaringan pelanggan yang luas.
&quot;Proses integrasi layanan broadband untuk pelanggan ritel TelkomGroup  adalah bagian dari tranformasi bisnis &amp;lsquo;Five Bold Moves&amp;rsquo; untuk  memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar telekomunikasi  digital di Indonesia,&amp;rdquo; jelas Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.
Integrasi dengan Telkomsel yang merupakan salah satu lini bisnis  andalan Telkom, akan memungkinkan masyarakat memperoleh layanan  broadband yang lebih luas, di mana pelanggan dapat berpindah tempat  dengan bebas, tanpa khawatir kehilangan layanan, demi mewujudkan inklusi  digital. Transformasi bisnis TelkomGroup juga membuka peluang  perusahaan untuk beroperasi lebih efektif dan efisien, baik dari  struktur bisnis perusahaan, alokasi modal, dan biaya operasional.
CSA Signing diharapkan akan selesai pada awal kuartal ketiga tahun  2023, tergantung dari persetujuan regulator dan pemegang saham. Setelah  penandatanganan CSA, rangkaian proses persiapan integrasi layanan fixed  broadband dan seluler untuk pelanggan ritel akan segera dilakukan.  Telkom Group memastikan bahwa proses integrasi FMC berlangsung  transparan dan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, termasuk  mematuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) segera mengintegrasikan Indihome ke telkomsel. Hal ini ditandai dengan Perjanjian Pemisahan Bersyarat (Conditional Spin-off Agreement/CSA) untuk mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel.
IndiHome merupakan pemain fixed broadband terbesar di Indonesia yang dimiliki 100% oleh Telkom. Pemisahan usaha dan integrasi ini sejalan dengan inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC).

BACA JUGA:
Merger dengan Indihome, Bagaimana Nasib Saham Singtel di Telkomsel?


Adapun penandatanganan perjanjian ini merupakan bagian penting dalam mengimplementasikan strategi TelkomGroup untuk menyediakan variasi layanan broadband terbaik, memperkuat bisnis, dan mewujudkan inklusi digital di Indonesia. Transaksi ini mendapat dukungan dari Telkom dan Singtel sebagai pemegang saham[1] Telkomsel.
Integrasi ini juga sejalan dengan strategi Singtel untuk terus mengembangkan bisnis dan memperkuat komitmennya di Indonesia. IndiHome memimpin 75,2% pangsa pasar di Indonesia, salah satu pasar fixed broadband dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan tingkat penetrasi sekitar 14% dibandingkan dengan 40% di seluruh Asia Tenggara. ARPU fixed broadband dikatakan enam kali lebih tinggi dari seluler di Indonesia, dan dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat, fixed connection pun dipastikan tumbuh signifikan.

BACA JUGA:
Erick Thohir Pede Kapitalisasi Telkom Capai Rp500 Triliun di 2025


Terkait pemisahan usaha (spin off) IndiHome ini, Telkomsel akan mengeluarkan sejumlah saham baru bagi Telkom. Nilai IndiHome mencapai Rp58,3 triliun (setara dengan USD5,1 miliar) (yang mana akan 50% lebih tinggi dari ekuitas Telkom jika digabungkan dengan perjanjian komersial lainnya antara Telkom dan Telkomsel), sehingga mengakibatkan transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material yang memerlukan persetujuan dari pemegang saham independen Telkom.
Bersamaan dengan integrasi ini, Singtel sepakat untuk menggunakan  haknya untuk mengambil sebesar 0,5% saham baru di Telkomsel senilai Rp  2,7 triliun (setara dengan hingga USD236 juta) dalam bentuk tunai. Hal  ini menjadikan kepemilikan efektif Singtel di Telkomsel menjadi 30,1%,  sementara kepemilikan Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9%.
Dengan strategi yang melibatkan IndiHome dan Telkomsel ini, maka  Business to Consumers (B2C) di TelkomGroup akan sepenuhnya dikelola oleh  Telkomsel, sementara fokus operasional Telkom adalah Business to  Business (B2B). Inisiatif FMC diharapkan dapat memperkuat posisi  TelkomGroup sebagai perusahaan telekomunikasi terintegrasi untuk  menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dan menciptakan  sinergi melalui jaringan pelanggan yang luas.
&quot;Proses integrasi layanan broadband untuk pelanggan ritel TelkomGroup  adalah bagian dari tranformasi bisnis &amp;lsquo;Five Bold Moves&amp;rsquo; untuk  memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar telekomunikasi  digital di Indonesia,&amp;rdquo; jelas Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.
Integrasi dengan Telkomsel yang merupakan salah satu lini bisnis  andalan Telkom, akan memungkinkan masyarakat memperoleh layanan  broadband yang lebih luas, di mana pelanggan dapat berpindah tempat  dengan bebas, tanpa khawatir kehilangan layanan, demi mewujudkan inklusi  digital. Transformasi bisnis TelkomGroup juga membuka peluang  perusahaan untuk beroperasi lebih efektif dan efisien, baik dari  struktur bisnis perusahaan, alokasi modal, dan biaya operasional.
CSA Signing diharapkan akan selesai pada awal kuartal ketiga tahun  2023, tergantung dari persetujuan regulator dan pemegang saham. Setelah  penandatanganan CSA, rangkaian proses persiapan integrasi layanan fixed  broadband dan seluler untuk pelanggan ritel akan segera dilakukan.  Telkom Group memastikan bahwa proses integrasi FMC berlangsung  transparan dan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, termasuk  mematuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
</content:encoded></item></channel></rss>
