<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Teten: Bisnis Baju Impor Bekas di Online Pukul UMKM</title><description>Penjualan baju bekas impor di e-commerce merupakan penyebab industri kecil menengah (IKM) yang memproduksi pakaian jadi sangat terpukul.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/320/2794259/menteri-teten-bisnis-baju-impor-bekas-di-online-pukul-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/320/2794259/menteri-teten-bisnis-baju-impor-bekas-di-online-pukul-umkm"/><item><title>Menteri Teten: Bisnis Baju Impor Bekas di Online Pukul UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/320/2794259/menteri-teten-bisnis-baju-impor-bekas-di-online-pukul-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/06/320/2794259/menteri-teten-bisnis-baju-impor-bekas-di-online-pukul-umkm</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/320/2794259/menteri-teten-bisnis-baju-impor-bekas-di-online-pukul-umkm-xb2pMHYWrA.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Baju impor bekas. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/320/2794259/menteri-teten-bisnis-baju-impor-bekas-di-online-pukul-umkm-xb2pMHYWrA.JPG</image><title>Baju impor bekas. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan penjualan baju bekas impor di e-commerce dan socio-commerce merupakan penyebab industri kecil menengah (IKM) yang memproduksi pakaian jadi sangat terpukul.

&quot;Yang paling memukul memang dalam 2 tahun terakhir ini justru penjualan pakaian bekas di e-commerce dan di social commerce yang itu paling memukul,&quot; ujar Teten kepada awak media di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (6/4/2023).

BACA JUGA:
Marak Baju Bekas Impor Masuk ke RI, Ini Modusnya

Menyikapi hal tersebut, Teten kembali menggelar rapat bersama Kementerian/lembaga (K/L) terkait dan perwakilan dari e-commerce.

Adapun K/L yang menghadiri rapat diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Bea Cukai dan Bareskrim Polri.

Sementara perwakilan dari e-commerce yang hadir ada dari iDEA, Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, Tiktok, Meta dan Google.

BACA JUGA:
4 Fakta 5.000 Bal Baju Bekas Impor Bakal Dimusnahkan, Nilai Impor Pakaian Second Rp100 Triliun

Teten mengatakan, penanganan penyelundupan impor pakaian bekas sangat tidak mudah sehingga diperlukan koordinasi secara terus menerus.

&quot;Ini harus terus kami lakukan koordinasi dari hulu sampai hilir. Dari hulu tadi penyelundupnya, terus grosir-grosirnya, distribusi sampai ke pedagang,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMy80LzE2NDg2Ny81L3g4anBlczU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MenKopUKM menjelaskan, sebelumnya penjualan baju bekas impor dilakukan secara offline dan tertutup sehingga dampaknya tidak terlalu besar.



Namun saat penjualannya dilakukan di e-commerce maka dampaknya begitu besar bahkan sudah menjadi lifestyle.



&quot;Keluhan yang kami terima dari masyarakat pertekstilan Indonesia, termasuk juga IKM dan UKM produsen produk pakaian jadi, itu betul-betul memang ketika ini sudah muncul di sosial media, di ecommerce itu yang cukup drastis menurun (Permintaan produk pakaian jadi lokal),&quot; jelasnya.



Bahkan, lanjut Teten, para produsen pakaian jadi lokal mengeluhkan tidak adanya pesanan masuk menjelang lebaran, padahal biasanya permintaannya membludak.



&quot;Ini sudah menunjukkan satu indikasi bahwa produsen pakaian jadi lokal yang sebagain besar IKM atau UKM itu terpukul,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan penjualan baju bekas impor di e-commerce dan socio-commerce merupakan penyebab industri kecil menengah (IKM) yang memproduksi pakaian jadi sangat terpukul.

&quot;Yang paling memukul memang dalam 2 tahun terakhir ini justru penjualan pakaian bekas di e-commerce dan di social commerce yang itu paling memukul,&quot; ujar Teten kepada awak media di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (6/4/2023).

BACA JUGA:
Marak Baju Bekas Impor Masuk ke RI, Ini Modusnya

Menyikapi hal tersebut, Teten kembali menggelar rapat bersama Kementerian/lembaga (K/L) terkait dan perwakilan dari e-commerce.

Adapun K/L yang menghadiri rapat diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Bea Cukai dan Bareskrim Polri.

Sementara perwakilan dari e-commerce yang hadir ada dari iDEA, Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, Tiktok, Meta dan Google.

BACA JUGA:
4 Fakta 5.000 Bal Baju Bekas Impor Bakal Dimusnahkan, Nilai Impor Pakaian Second Rp100 Triliun

Teten mengatakan, penanganan penyelundupan impor pakaian bekas sangat tidak mudah sehingga diperlukan koordinasi secara terus menerus.

&quot;Ini harus terus kami lakukan koordinasi dari hulu sampai hilir. Dari hulu tadi penyelundupnya, terus grosir-grosirnya, distribusi sampai ke pedagang,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wMy80LzE2NDg2Ny81L3g4anBlczU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MenKopUKM menjelaskan, sebelumnya penjualan baju bekas impor dilakukan secara offline dan tertutup sehingga dampaknya tidak terlalu besar.



Namun saat penjualannya dilakukan di e-commerce maka dampaknya begitu besar bahkan sudah menjadi lifestyle.



&quot;Keluhan yang kami terima dari masyarakat pertekstilan Indonesia, termasuk juga IKM dan UKM produsen produk pakaian jadi, itu betul-betul memang ketika ini sudah muncul di sosial media, di ecommerce itu yang cukup drastis menurun (Permintaan produk pakaian jadi lokal),&quot; jelasnya.



Bahkan, lanjut Teten, para produsen pakaian jadi lokal mengeluhkan tidak adanya pesanan masuk menjelang lebaran, padahal biasanya permintaannya membludak.



&quot;Ini sudah menunjukkan satu indikasi bahwa produsen pakaian jadi lokal yang sebagain besar IKM atau UKM itu terpukul,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
