<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Tutup Peringati Jumat Agung</title><description>Bursa saham AS, Wall Street tutup pada perdagangan Jumat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/08/278/2795121/wall-street-tutup-peringati-jumat-agung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/08/278/2795121/wall-street-tutup-peringati-jumat-agung"/><item><title>Wall Street Tutup Peringati Jumat Agung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/08/278/2795121/wall-street-tutup-peringati-jumat-agung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/08/278/2795121/wall-street-tutup-peringati-jumat-agung</guid><pubDate>Sabtu 08 April 2023 07:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/08/278/2795121/wall-street-tutup-peringati-jumat-agung-0PNC9klytY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Tutup Peringati Jumat Agung. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/08/278/2795121/wall-street-tutup-peringati-jumat-agung-0PNC9klytY.jpg</image><title>Wall Street Tutup Peringati Jumat Agung. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street tutup pada perdagangan Jumat, menyusul Peringatan Kematian Isa Almasih atau Jumat Agung.
Pada perdagangan Kamis (6/4/2023), Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,01% di 33.485,29, S&amp;amp;P 500 (SPX) menguat 0,36% ke 4.105,02, sedangkan Nasdaq Komposit (IXIC) menanjak 0,76% di 12.087,96.

BACA JUGA:
Wall Street Melesat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Analis menilai pelaku pasar sedang meraba kemungkinan apakah lonjakan suku bunga Federal Reserve sudah cukup mampu menahan inflasi atau justru berakibat pada perlambatan ekonomi.
&quot;Pasar sedang mencoba untuk memutuskan apakah kekhawatiran ini karena 'resesi' atau justru karena ekspektasi suku bunga The Fed,&quot; kata Analis Baird, Ross Mayfield, dilansir Reuters, Sabtu (8/4/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Beragam Setelah Sektor Jasa Menurun

Ross mengatakan, pelemahan pasar tenaga kerja di Amerika Serikat merupakan kabar baik karena akan membuat The Fed menahan suku bunganya. Namun, rilis tersebut juga dipandang dapat menjadi katalis negatif karena merupakan gejala awal terbentunya resesi.
Laporan pekerjaan periode Maret menunjukkan ada perlambatan di sektor tenaga kerja. Data non-farm payrolls menunjukkan terdapat 236.000 pekerjaan baru, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,5%, dari bulan lalu sebesar 3,6%.Ekonom membaca data pekerjaan bulan Maret sebagai awal periode pertumbuhan yang lebih lambat. Ini dikhawatirkan dapat membentuk tekanan jual di pasar modal.
&quot;Angka non-farm payrolls menunjukkan bahwa ada penurunan permintaan tenaga kerja, sekaligus menandai dampak dari gejolak perbankan baru-baru ini masih berlanjut,&quot; kata Ekonom Capital Economics, Andrew Hunter.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa saham AS, Wall Street tutup pada perdagangan Jumat, menyusul Peringatan Kematian Isa Almasih atau Jumat Agung.
Pada perdagangan Kamis (6/4/2023), Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,01% di 33.485,29, S&amp;amp;P 500 (SPX) menguat 0,36% ke 4.105,02, sedangkan Nasdaq Komposit (IXIC) menanjak 0,76% di 12.087,96.

BACA JUGA:
Wall Street Melesat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Analis menilai pelaku pasar sedang meraba kemungkinan apakah lonjakan suku bunga Federal Reserve sudah cukup mampu menahan inflasi atau justru berakibat pada perlambatan ekonomi.
&quot;Pasar sedang mencoba untuk memutuskan apakah kekhawatiran ini karena 'resesi' atau justru karena ekspektasi suku bunga The Fed,&quot; kata Analis Baird, Ross Mayfield, dilansir Reuters, Sabtu (8/4/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Beragam Setelah Sektor Jasa Menurun

Ross mengatakan, pelemahan pasar tenaga kerja di Amerika Serikat merupakan kabar baik karena akan membuat The Fed menahan suku bunganya. Namun, rilis tersebut juga dipandang dapat menjadi katalis negatif karena merupakan gejala awal terbentunya resesi.
Laporan pekerjaan periode Maret menunjukkan ada perlambatan di sektor tenaga kerja. Data non-farm payrolls menunjukkan terdapat 236.000 pekerjaan baru, tetapi lebih rendah dari bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 3,5%, dari bulan lalu sebesar 3,6%.Ekonom membaca data pekerjaan bulan Maret sebagai awal periode pertumbuhan yang lebih lambat. Ini dikhawatirkan dapat membentuk tekanan jual di pasar modal.
&quot;Angka non-farm payrolls menunjukkan bahwa ada penurunan permintaan tenaga kerja, sekaligus menandai dampak dari gejolak perbankan baru-baru ini masih berlanjut,&quot; kata Ekonom Capital Economics, Andrew Hunter.</content:encoded></item></channel></rss>
