<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hilirisasi Nikel Dongkrak Ekonomi Daerah</title><description>Hilirisasi nikel akan mendongkrak ekonomi daerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/11/320/2796983/hilirisasi-nikel-dongkrak-ekonomi-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/11/320/2796983/hilirisasi-nikel-dongkrak-ekonomi-daerah"/><item><title>Hilirisasi Nikel Dongkrak Ekonomi Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/11/320/2796983/hilirisasi-nikel-dongkrak-ekonomi-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/11/320/2796983/hilirisasi-nikel-dongkrak-ekonomi-daerah</guid><pubDate>Selasa 11 April 2023 19:57 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/11/320/2796983/hilirisasi-nikel-dongkrak-ekonomi-daerah-rGdbEWuZaI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hilirisasi nikel (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/11/320/2796983/hilirisasi-nikel-dongkrak-ekonomi-daerah-rGdbEWuZaI.jpg</image><title>Hilirisasi nikel (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hilirisasi nikel akan mendongkrak ekonomi daerah. Ekonom Josua Pardede menyebut, masa depan ekonomi Indonesia ada di Maluku Utara karena di sana ada industri hilirisasi nikel.
&quot;Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada tahun 2022 sebesar 23,4% adalah yang tertinggi di Indonesia dan menurut data itu didorong oleh industri hilirisasi nikel,&quot; kata Joshua, Selasa (11/4/2023).

BACA JUGA:
Indonesia Dikucilkan, Pengusaha Desak AS Adil soal Subsidi Nikel Kendaraan Listrik


Maluku Utara, kata dia, punya cadangan nikel yang bisa diolah menjadi bahan baku baterai mobil listrik untuk 73 tahun ke depan. Karena itu, wilayah ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi rantai terpenting dalam industri otomotif berbasis listrik dunia.
Sebanyak 99,76% cadangan nikel Indonesia tersebar di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua atau disebut Sulampua. Sampai dengan tahun 2021, kata Josua, total cadangan nikel Sulampua mencapai 4,6 miliar ton.

BACA JUGA:
IPO Produsen Nikel Harita (NCKL), Incar Dana Rp15,11 Triliun


Dari sisi produksi, tahun 2021 produksi nikel Indonesia mencapai 1 juta ton atau tertinggi di dunia. Permintaan olahan nikel global diperkirakan mencapai 3,2 juta ton di tahun 2024, didorong oleh upaya pengurangan emisi melalui transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Sejalan dengan hal tersebut, lanjutnya produksi pertambangan nikel dunia diprakirakan mencapai 3,4 juta ton di tahun 2024. Adapun industri pengolahan nikel Indonesia diperkirakan menyumbang 1,4 juta ton lebih dari 40% produksi global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NS81L3g4ajVkNTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sepanjang periode 2017 sampai Triwulan I 2022, kontribusi Sulampua  terhadap PMA Logam Dasar dan Barang Logam mencapai 80,8% atau US$ 22,1  miliar. Dari sisi PMDN, kontribusi Sulampua terhadap nasional mencapai  15,4% atau Rp 9,4 triliun.
Sejalan dengan investasi itu, industri pengolahan Maluku Utara tumbuh  signifikan. Struktur ekonomi pun berubah dari sebelumnya didominasi  oleh pertanian dan pertambangan menjadi industri pengolahan yang  mengolah hasil tambang bijih mineral.
Peralihan dari sektor pertanian ke sektor industri pengolahan juga  terlihat dari proporsi tenaga kerja sektor industri pengolahan yang  terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
&quot;Peralihan tenaga kerja yang menghasilkan output yang lebih tinggi  mendorong produktivitas tenaga kerja serta jumlah pekerja di Malut,&quot;  tambah Josua.
Namun pertumbuhan ekonomi yang salah satunya didorong industri  hilirisasi nikel ini tidak bisa dilepaskan dari komitmen operasional  tambang dan hilirisasi yang berkelanjutan dengan berperan aktif dalam  perlindungan lingkungan.
Hal ini pun tidak luput dari perhatian Harita Nickel sebagai  korporasi hilirisasi nikel di Maluku Utara yang terus berusaha  menyeimbangkan kegiatan operasional berkelanjutan dan komitmen penuh  dalam pengelolaan lingkungan.
Direktur HSE PT Trimegah Bangun Persada Tbk (PT TBP), Tony Gultom  menyatakan, PT TBP melibatkan akademisi independen untuk turut mendukung  kajian PT TBP dalam menjaga perairan di sekitar Pulau Obi, termasuk  biota di dalamnya.
&quot;Didukung dengan tim khusus pemantau laut, kami secara rutin  melakukan pemantauan di laut sekitar wilayah operasional, termasuk  dengan memanfaatkan alat ROV (Remotely Operated Vehicle) yakni kamera  bawah laut yang mampu bergerak hingga kedalaman 300 meter di bawah  permukaan laut,&quot; terang Tony.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hilirisasi nikel akan mendongkrak ekonomi daerah. Ekonom Josua Pardede menyebut, masa depan ekonomi Indonesia ada di Maluku Utara karena di sana ada industri hilirisasi nikel.
&quot;Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada tahun 2022 sebesar 23,4% adalah yang tertinggi di Indonesia dan menurut data itu didorong oleh industri hilirisasi nikel,&quot; kata Joshua, Selasa (11/4/2023).

BACA JUGA:
Indonesia Dikucilkan, Pengusaha Desak AS Adil soal Subsidi Nikel Kendaraan Listrik


Maluku Utara, kata dia, punya cadangan nikel yang bisa diolah menjadi bahan baku baterai mobil listrik untuk 73 tahun ke depan. Karena itu, wilayah ini bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi rantai terpenting dalam industri otomotif berbasis listrik dunia.
Sebanyak 99,76% cadangan nikel Indonesia tersebar di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua atau disebut Sulampua. Sampai dengan tahun 2021, kata Josua, total cadangan nikel Sulampua mencapai 4,6 miliar ton.

BACA JUGA:
IPO Produsen Nikel Harita (NCKL), Incar Dana Rp15,11 Triliun


Dari sisi produksi, tahun 2021 produksi nikel Indonesia mencapai 1 juta ton atau tertinggi di dunia. Permintaan olahan nikel global diperkirakan mencapai 3,2 juta ton di tahun 2024, didorong oleh upaya pengurangan emisi melalui transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Sejalan dengan hal tersebut, lanjutnya produksi pertambangan nikel dunia diprakirakan mencapai 3,4 juta ton di tahun 2024. Adapun industri pengolahan nikel Indonesia diperkirakan menyumbang 1,4 juta ton lebih dari 40% produksi global.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NS81L3g4ajVkNTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sepanjang periode 2017 sampai Triwulan I 2022, kontribusi Sulampua  terhadap PMA Logam Dasar dan Barang Logam mencapai 80,8% atau US$ 22,1  miliar. Dari sisi PMDN, kontribusi Sulampua terhadap nasional mencapai  15,4% atau Rp 9,4 triliun.
Sejalan dengan investasi itu, industri pengolahan Maluku Utara tumbuh  signifikan. Struktur ekonomi pun berubah dari sebelumnya didominasi  oleh pertanian dan pertambangan menjadi industri pengolahan yang  mengolah hasil tambang bijih mineral.
Peralihan dari sektor pertanian ke sektor industri pengolahan juga  terlihat dari proporsi tenaga kerja sektor industri pengolahan yang  terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
&quot;Peralihan tenaga kerja yang menghasilkan output yang lebih tinggi  mendorong produktivitas tenaga kerja serta jumlah pekerja di Malut,&quot;  tambah Josua.
Namun pertumbuhan ekonomi yang salah satunya didorong industri  hilirisasi nikel ini tidak bisa dilepaskan dari komitmen operasional  tambang dan hilirisasi yang berkelanjutan dengan berperan aktif dalam  perlindungan lingkungan.
Hal ini pun tidak luput dari perhatian Harita Nickel sebagai  korporasi hilirisasi nikel di Maluku Utara yang terus berusaha  menyeimbangkan kegiatan operasional berkelanjutan dan komitmen penuh  dalam pengelolaan lingkungan.
Direktur HSE PT Trimegah Bangun Persada Tbk (PT TBP), Tony Gultom  menyatakan, PT TBP melibatkan akademisi independen untuk turut mendukung  kajian PT TBP dalam menjaga perairan di sekitar Pulau Obi, termasuk  biota di dalamnya.
&quot;Didukung dengan tim khusus pemantau laut, kami secara rutin  melakukan pemantauan di laut sekitar wilayah operasional, termasuk  dengan memanfaatkan alat ROV (Remotely Operated Vehicle) yakni kamera  bawah laut yang mampu bergerak hingga kedalaman 300 meter di bawah  permukaan laut,&quot; terang Tony.</content:encoded></item></channel></rss>
