<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog: Impor Beras 500 Ribu Ton Hanya untuk Cadangan</title><description>Bulog menyebut impor beras 500 ribu ton diperuntukan untuk cadangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797331/bulog-impor-beras-500-ribu-ton-hanya-untuk-cadangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797331/bulog-impor-beras-500-ribu-ton-hanya-untuk-cadangan"/><item><title>Bulog: Impor Beras 500 Ribu Ton Hanya untuk Cadangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797331/bulog-impor-beras-500-ribu-ton-hanya-untuk-cadangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797331/bulog-impor-beras-500-ribu-ton-hanya-untuk-cadangan</guid><pubDate>Rabu 12 April 2023 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/12/320/2797331/bulog-impor-beras-500-ribu-ton-hanya-untuk-cadangan-BHj3mxhhnq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Impor beras bulog (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/12/320/2797331/bulog-impor-beras-500-ribu-ton-hanya-untuk-cadangan-BHj3mxhhnq.jpg</image><title>Impor beras bulog (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bulog menyebut impor beras 500 ribu ton diperuntukan untuk cadangan. Dirut Bulog Budi Waseso mengatakan bahwa Bulog telah membuat kontrak impor beras dengan beberapa negara produsen sejumlah 500 ribu ton yang diperuntukan hanya sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

BACA JUGA:
Stok Beras Bulog Sisa 267.446 Ton, Aman Sampai Lebaran? 


&amp;ldquo;Artinya saya sudah melakukan kontrak dengan beberapa negara itu, saya sudah kontrak 500 ribu. Kontrak itu bukan berarti harus kontrak tertulis juga, tidak. Kita kerja sama, dengan jaminan mereka, ada jaminan dari kita, kan juga sudah sama dengan deal,&amp;rdquo; kata Buwas dilansir dari Antara, Rabu (12/4/2023).
Bulog telah mengamankan kontrak impor beras dengan beberapa negara, di antaranya Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar. Hal tersebut disampaikan Buwas saat tengah memantau kedatangan daging kerbau beku impor di New Priok Container Terminal One (NPCT1).

BACA JUGA:
Dirut Bulog: Impor Beras Antisipasi Kekurangan Dalam Negeri, Bukan Diperjualbelikan


Selain itu, Buwas kembali menegaskan bahwa rencana impor beras tersebut tidak untuk dijual, melainkan hanya untuk kebutuhan CBP.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNC80LzE2NDkzNC81L3g4anJkaGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Artinya gini, impor itu bukan untuk dijual, sekali lagi, supaya  efeknya tidak buruk terhadap petani. Impor itu untuk CBP, cadangan beras  pemerintah. Dikeluarkan atas dasar perintah negara, tentunya dari  hitungan kebutuhan. Kalau barangnya di pasar itu berlebihan, harga  stabil ya nggak mungkin dikeluarkan. Kalau ada program pemerintah, misal  bansos, ya itu menggunakan beras itu,&amp;rdquo; jelas Buwas.
Diketahui, Bulog telah menerima penugasan dari pemerintah untuk impor  beras 2 juta ton. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Penugasan per  tanggal 24 Maret 2023.
Bulog ditugaskan mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan CBP sebagai  antisipasi adanya potensi kemarau panjang yang disebabkan adanya El  Nino. Namun, saat ini yang perlu segera diimpor adalah sejumlah 500 ribu  ton.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bulog menyebut impor beras 500 ribu ton diperuntukan untuk cadangan. Dirut Bulog Budi Waseso mengatakan bahwa Bulog telah membuat kontrak impor beras dengan beberapa negara produsen sejumlah 500 ribu ton yang diperuntukan hanya sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

BACA JUGA:
Stok Beras Bulog Sisa 267.446 Ton, Aman Sampai Lebaran? 


&amp;ldquo;Artinya saya sudah melakukan kontrak dengan beberapa negara itu, saya sudah kontrak 500 ribu. Kontrak itu bukan berarti harus kontrak tertulis juga, tidak. Kita kerja sama, dengan jaminan mereka, ada jaminan dari kita, kan juga sudah sama dengan deal,&amp;rdquo; kata Buwas dilansir dari Antara, Rabu (12/4/2023).
Bulog telah mengamankan kontrak impor beras dengan beberapa negara, di antaranya Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar. Hal tersebut disampaikan Buwas saat tengah memantau kedatangan daging kerbau beku impor di New Priok Container Terminal One (NPCT1).

BACA JUGA:
Dirut Bulog: Impor Beras Antisipasi Kekurangan Dalam Negeri, Bukan Diperjualbelikan


Selain itu, Buwas kembali menegaskan bahwa rencana impor beras tersebut tidak untuk dijual, melainkan hanya untuk kebutuhan CBP.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNC80LzE2NDkzNC81L3g4anJkaGQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Artinya gini, impor itu bukan untuk dijual, sekali lagi, supaya  efeknya tidak buruk terhadap petani. Impor itu untuk CBP, cadangan beras  pemerintah. Dikeluarkan atas dasar perintah negara, tentunya dari  hitungan kebutuhan. Kalau barangnya di pasar itu berlebihan, harga  stabil ya nggak mungkin dikeluarkan. Kalau ada program pemerintah, misal  bansos, ya itu menggunakan beras itu,&amp;rdquo; jelas Buwas.
Diketahui, Bulog telah menerima penugasan dari pemerintah untuk impor  beras 2 juta ton. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Penugasan per  tanggal 24 Maret 2023.
Bulog ditugaskan mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan CBP sebagai  antisipasi adanya potensi kemarau panjang yang disebabkan adanya El  Nino. Namun, saat ini yang perlu segera diimpor adalah sejumlah 500 ribu  ton.</content:encoded></item></channel></rss>
