<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diinstruksikan Jokowi, Menteri Teten Kejar Target 30% Kredit Perbankan ke UMKM</title><description>Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan target kredit perbankan untuk UMKM yang ditugaskan Jokowi sebesar 30%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797444/diinstruksikan-jokowi-menteri-teten-kejar-target-30-kredit-perbankan-ke-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797444/diinstruksikan-jokowi-menteri-teten-kejar-target-30-kredit-perbankan-ke-umkm"/><item><title>Diinstruksikan Jokowi, Menteri Teten Kejar Target 30% Kredit Perbankan ke UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797444/diinstruksikan-jokowi-menteri-teten-kejar-target-30-kredit-perbankan-ke-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/12/320/2797444/diinstruksikan-jokowi-menteri-teten-kejar-target-30-kredit-perbankan-ke-umkm</guid><pubDate>Rabu 12 April 2023 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/12/320/2797444/diinstruksikan-jokowi-menteri-teten-kejar-target-30-kredit-perbankan-ke-umkm-evcq5S5DaL.JPG" expression="full" type="image/jpeg">MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/12/320/2797444/diinstruksikan-jokowi-menteri-teten-kejar-target-30-kredit-perbankan-ke-umkm-evcq5S5DaL.JPG</image><title>MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan target kredit perbankan untuk UMKM yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 30% namun berdasarkan laporan Bappenas, potensi hingga 2024 hanya mencapai 24%.

Teten mengatakan rendahnya penyaluran KUR kepada UMKM tersebut karena perbankan enggan mengambil resiko adanya kredit macet (Non-Performing Loan/NPL).

BACA JUGA:
Kesal UMKM Tak Dapat Kredit Perbankan Bermodal NIB, Bahlil: Kami Jangan Disuruh Nipu Tiap Hari

Oleh karena itu Teten menyebut dirinya diberikan tugas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk mencari terobosan-terobosan agar mempercepat penyaluran kredit perbankan.

&quot;Nah salah satu terobosan yang kita lakukan yaitu bagaimana kita percepatan melalui KUR klaster,&quot; kata Teten dalam acara Penyerahan KUR Klaster Berbasis Rantai Pasok di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (12/4/2023).

BACA JUGA:
UMKM Bisa Maksimalkan Potensi Bisnis di Acara Level Up Your Brand

Teten menjelaskan, melalui KUR Klaster berbasis rantai pasok nantinya UMKM akan terhubung dengan offtaker (pembeli) dari kalangan industri.

Jika sudah terhubung dengan rantai pasok industri maka penyaluran KUR akan lebih mudah dilakukan. Seperti yang terjadi di beberapa negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS80LzE2NDc5Mi81L3g4am1heGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Teten membeberkan tingkat penyaluran KUR di Jepang sudah mencapai 60% sementara di Korea Selatan lebih besar lagi, jumlahnya mencapai 81% kredit perbankan yang disalurkan kepada UMKM.



&quot;Kenapa? Karena di sana (Jepang dan Korea Selatan) UMKM sudah terhubung rantai pasok industri,&quot; ujar Teten.



Oleh karena itu, Teten menuturkan bahwa pihaknya tengah gencar mendorong para pelaku UMKM untuk memproduksi bahan baku atau barang-barang setengah jadi yang menjadi kebutuhan industri agar bisa terhubung dengan rangkai pasok industri.



&quot;Ini yang sedang kita bangun,&quot; ucap Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengungkapkan target kredit perbankan untuk UMKM yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 30% namun berdasarkan laporan Bappenas, potensi hingga 2024 hanya mencapai 24%.

Teten mengatakan rendahnya penyaluran KUR kepada UMKM tersebut karena perbankan enggan mengambil resiko adanya kredit macet (Non-Performing Loan/NPL).

BACA JUGA:
Kesal UMKM Tak Dapat Kredit Perbankan Bermodal NIB, Bahlil: Kami Jangan Disuruh Nipu Tiap Hari

Oleh karena itu Teten menyebut dirinya diberikan tugas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk mencari terobosan-terobosan agar mempercepat penyaluran kredit perbankan.

&quot;Nah salah satu terobosan yang kita lakukan yaitu bagaimana kita percepatan melalui KUR klaster,&quot; kata Teten dalam acara Penyerahan KUR Klaster Berbasis Rantai Pasok di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (12/4/2023).

BACA JUGA:
UMKM Bisa Maksimalkan Potensi Bisnis di Acara Level Up Your Brand

Teten menjelaskan, melalui KUR Klaster berbasis rantai pasok nantinya UMKM akan terhubung dengan offtaker (pembeli) dari kalangan industri.

Jika sudah terhubung dengan rantai pasok industri maka penyaluran KUR akan lebih mudah dilakukan. Seperti yang terjadi di beberapa negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS80LzE2NDc5Mi81L3g4am1heGY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Teten membeberkan tingkat penyaluran KUR di Jepang sudah mencapai 60% sementara di Korea Selatan lebih besar lagi, jumlahnya mencapai 81% kredit perbankan yang disalurkan kepada UMKM.



&quot;Kenapa? Karena di sana (Jepang dan Korea Selatan) UMKM sudah terhubung rantai pasok industri,&quot; ujar Teten.



Oleh karena itu, Teten menuturkan bahwa pihaknya tengah gencar mendorong para pelaku UMKM untuk memproduksi bahan baku atau barang-barang setengah jadi yang menjadi kebutuhan industri agar bisa terhubung dengan rangkai pasok industri.



&quot;Ini yang sedang kita bangun,&quot; ucap Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
