<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ifishdeco (IFSH) Raup Laba Rp199,1 Miliar di 2022, Naik 17,5%</title><description>IFSH membukukan laba bersih sebesar Rp199,18 miliar pada 2022 lalu. Angka itu tumbuh 17,50%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2797888/ifishdeco-ifsh-raup-laba-rp199-1-miliar-di-2022-naik-17-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2797888/ifishdeco-ifsh-raup-laba-rp199-1-miliar-di-2022-naik-17-5"/><item><title>Ifishdeco (IFSH) Raup Laba Rp199,1 Miliar di 2022, Naik 17,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2797888/ifishdeco-ifsh-raup-laba-rp199-1-miliar-di-2022-naik-17-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2797888/ifishdeco-ifsh-raup-laba-rp199-1-miliar-di-2022-naik-17-5</guid><pubDate>Kamis 13 April 2023 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/13/278/2797888/ifishdeco-ifsh-raup-laba-rp199-1-miliar-di-2022-naik-17-5-p4Q57sKtOG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham IFSH (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/13/278/2797888/ifishdeco-ifsh-raup-laba-rp199-1-miliar-di-2022-naik-17-5-p4Q57sKtOG.jpg</image><title>Saham IFSH (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Ifishdeco Tbk (IFSH) membukukan laba bersih sebesar Rp199,18 miliar pada 2022 lalu. Angka itu tumbuh 17,50% dari tahun 2021 yang sebesar Rp169,51 miliar.
Sejalan dengan laba, penjualan perseroan juga naik 3,61% menjadi Rp939,03 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp906,25 miliar. Pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang tahun lalu ditopang oleh meningkatnya permintaan kebutuhan pabrik smelter seiring dengan adanya ekspansi smelter dalam negeri, serta didukung oleh kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM) di Indonesia berdasarkan ketetapan pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2022.

BACA JUGA:
THR Dividen Bank Besar di RI Cair, Pemegang Saham Auto Senyum

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan IFSH susut menjadi Rp380,12 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp478,24 miliar. Sementara itu, beban penjualan perseroan tercatat sebesar Rp312,04 miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp88,21 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Total nilai aset IFSH per Desember 2022 lalu tercatat sebesar Rp1,09 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp1 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp313,20 miliar dan ekuitas sebesar Rp777,99 miliar.

BACA JUGA:
Temas (TMAS) Bagikan Dividen Rp80 per Saham, Catat Tanggalnya

Untuk tahun 2023 ini, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp1,42 triliun dengan kuantitas penjualan sebanyak 2,20 juta metrik ton. Guna mencapai target tersebut, perseroan akan menjalankan sejumlah strategi antara lain menerapkan pertambangan selective mining dengan metode pertambangan terbuka atau open pit yang menghasilkan bijih nikel kadar tinggi dan rendah, untuk disesuaikan dengan permintaan pasar, serta kualitas dan struktur geologi.Selain itu, perseroan juga akan berfokus pada pemenuhan permintaan buyer, baik spesifikasi maupun kuantitas, dengan berpegang pada Praktik Penambangan yang Baik atau Good Mining Practice dan Standard Operating Procedure sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, perseroan juga akan memanfaatkan cadangan secara optimal (cadangan marginal), di mana cadangan yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi memiliki nilai ekonomis, serta melakukan penambahan alat berat dan perbaikan infrastruktur.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Ifishdeco Tbk (IFSH) membukukan laba bersih sebesar Rp199,18 miliar pada 2022 lalu. Angka itu tumbuh 17,50% dari tahun 2021 yang sebesar Rp169,51 miliar.
Sejalan dengan laba, penjualan perseroan juga naik 3,61% menjadi Rp939,03 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp906,25 miliar. Pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang tahun lalu ditopang oleh meningkatnya permintaan kebutuhan pabrik smelter seiring dengan adanya ekspansi smelter dalam negeri, serta didukung oleh kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM) di Indonesia berdasarkan ketetapan pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2022.

BACA JUGA:
THR Dividen Bank Besar di RI Cair, Pemegang Saham Auto Senyum

Dari sisi pengeluaran, beban pokok penjualan IFSH susut menjadi Rp380,12 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp478,24 miliar. Sementara itu, beban penjualan perseroan tercatat sebesar Rp312,04 miliar, serta beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp88,21 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wNy8xLzE2NTAyNS81L3g4anYwaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Total nilai aset IFSH per Desember 2022 lalu tercatat sebesar Rp1,09 triliun, naik dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp1 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp313,20 miliar dan ekuitas sebesar Rp777,99 miliar.

BACA JUGA:
Temas (TMAS) Bagikan Dividen Rp80 per Saham, Catat Tanggalnya

Untuk tahun 2023 ini, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp1,42 triliun dengan kuantitas penjualan sebanyak 2,20 juta metrik ton. Guna mencapai target tersebut, perseroan akan menjalankan sejumlah strategi antara lain menerapkan pertambangan selective mining dengan metode pertambangan terbuka atau open pit yang menghasilkan bijih nikel kadar tinggi dan rendah, untuk disesuaikan dengan permintaan pasar, serta kualitas dan struktur geologi.Selain itu, perseroan juga akan berfokus pada pemenuhan permintaan buyer, baik spesifikasi maupun kuantitas, dengan berpegang pada Praktik Penambangan yang Baik atau Good Mining Practice dan Standard Operating Procedure sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, perseroan juga akan memanfaatkan cadangan secara optimal (cadangan marginal), di mana cadangan yang tidak memiliki nilai ekonomis menjadi memiliki nilai ekonomis, serta melakukan penambahan alat berat dan perbaikan infrastruktur.</content:encoded></item></channel></rss>
