<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencana Merger BUMN Karya, WIKA Bilang Gini</title><description>PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memberikan tanggapan terkait kabar penggabungan perusahaan BUMN Karya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2798291/rencana-merger-bumn-karya-wika-bilang-gini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2798291/rencana-merger-bumn-karya-wika-bilang-gini"/><item><title>Rencana Merger BUMN Karya, WIKA Bilang Gini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2798291/rencana-merger-bumn-karya-wika-bilang-gini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/278/2798291/rencana-merger-bumn-karya-wika-bilang-gini</guid><pubDate>Kamis 13 April 2023 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/13/278/2798291/rencana-merger-bumn-karya-wika-bilang-gini-JyzOuIRkCA.JPG" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/13/278/2798291/rencana-merger-bumn-karya-wika-bilang-gini-JyzOuIRkCA.JPG</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memberikan tanggapan terkait kabar penggabungan perusahaan BUMN Karya.

Corporate Secretary WIKA, Mahendra Vijaya, mengakui masih belum mendapatkan informasi terkait rencana yang dihembuskan Menteri BUMN Erick Thohir belum lama ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti Kesejahteraan Pegawai Kementerian Vs BUMN, Erick Thohir: Belum Seimbang

&quot;Perseroan tidak memiliki informasi terkait rencana tersebut,&quot; terang Mahendra di Jakarta, Kamis (13/4/2023).

Mahendra menyebut bahwa rencana merger yang beredar di publik merupakan ranah dari Kementerian BUMN, yang merupakan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna perseroan.

&quot;Sehingga kami tidak bisa melakukan klarifikasi atas pemberitaan tersebut,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Holding BUMN Pariwisata Minta PMN Rp1,19 Triliun

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan sinyal terkait penggabungan usaha alias merger sejumlah BUMN Karya. Target konsolidasi tersebut dilakukan pada tahun ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR disebut tengah membahas proses merger perusahaan pelat merah di sektor konstruksi itu.



&quot;Apakah terjadi sinergitas? Merger apa namanya kita lakukan itu, selain tentu tadi yang kita sampaikan ada restrukturisasi, pendanaannya jangka panjang, suntikan modal perbaikan bisnis model, sehingga kali ini BUMN ini akan semakin sehat yang karya-karya,&quot; kata Erick Thohir belum lama ini.



Satu yang menjadi fokus Erick adalah bahwa BUMN Karya perlu fokus pada kegiatan bisnisnya. Cara bisnis palugada (apa lu mau gw ada), dinilai sudah tidak relevan.



&quot;Jadi bukan salah dan benar, kita ingin BUMN yang jago bikin gedung, jago bikin air bersih, jangan palugada (Apa lu mau gw ada) udah enggak zaman,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memberikan tanggapan terkait kabar penggabungan perusahaan BUMN Karya.

Corporate Secretary WIKA, Mahendra Vijaya, mengakui masih belum mendapatkan informasi terkait rencana yang dihembuskan Menteri BUMN Erick Thohir belum lama ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Soroti Kesejahteraan Pegawai Kementerian Vs BUMN, Erick Thohir: Belum Seimbang

&quot;Perseroan tidak memiliki informasi terkait rencana tersebut,&quot; terang Mahendra di Jakarta, Kamis (13/4/2023).

Mahendra menyebut bahwa rencana merger yang beredar di publik merupakan ranah dari Kementerian BUMN, yang merupakan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna perseroan.

&quot;Sehingga kami tidak bisa melakukan klarifikasi atas pemberitaan tersebut,&quot; bebernya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Holding BUMN Pariwisata Minta PMN Rp1,19 Triliun

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan sinyal terkait penggabungan usaha alias merger sejumlah BUMN Karya. Target konsolidasi tersebut dilakukan pada tahun ini.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR disebut tengah membahas proses merger perusahaan pelat merah di sektor konstruksi itu.



&quot;Apakah terjadi sinergitas? Merger apa namanya kita lakukan itu, selain tentu tadi yang kita sampaikan ada restrukturisasi, pendanaannya jangka panjang, suntikan modal perbaikan bisnis model, sehingga kali ini BUMN ini akan semakin sehat yang karya-karya,&quot; kata Erick Thohir belum lama ini.



Satu yang menjadi fokus Erick adalah bahwa BUMN Karya perlu fokus pada kegiatan bisnisnya. Cara bisnis palugada (apa lu mau gw ada), dinilai sudah tidak relevan.



&quot;Jadi bukan salah dan benar, kita ingin BUMN yang jago bikin gedung, jago bikin air bersih, jangan palugada (Apa lu mau gw ada) udah enggak zaman,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
