<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Naik Jelang Mudik, Jokowi Ajak Masyarakat Segera Booster</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster sebelum mudik Lebaran 2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797871/kasus-covid-19-naik-jelang-mudik-jokowi-ajak-masyarakat-segera-booster</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797871/kasus-covid-19-naik-jelang-mudik-jokowi-ajak-masyarakat-segera-booster"/><item><title>Kasus Covid-19 Naik Jelang Mudik, Jokowi Ajak Masyarakat Segera Booster</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797871/kasus-covid-19-naik-jelang-mudik-jokowi-ajak-masyarakat-segera-booster</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797871/kasus-covid-19-naik-jelang-mudik-jokowi-ajak-masyarakat-segera-booster</guid><pubDate>Kamis 13 April 2023 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/13/320/2797871/kasus-covid-19-naik-jelang-mudik-jokowi-ajak-masyarakat-segera-booster-ZlkaS8cSXd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Minta Masyarakat Segera Booster. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/13/320/2797871/kasus-covid-19-naik-jelang-mudik-jokowi-ajak-masyarakat-segera-booster-ZlkaS8cSXd.jpg</image><title>Presiden Jokowi Minta Masyarakat Segera Booster. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster sebelum mudik Lebaran 2023. Hal ini menyikapi lonjakan kasus Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri.
&quot;Yang paling penting pertama vaksinasi itu penting. Booster itu penting. Jadi yang belum itu segera booster,&quot; kata Jokowi di Depok, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
 Waspada Covid-19 Naik saat Mudik, Jokowi Minta Masyarakat Vaksin Booster

Jokowi mengatakan, dari hasil sero survei, masyarakat Indonesia memiliki imunitas mencapai 98,5%. Angka tersebut pun tinggi sekali.

BACA JUGA:
Antisipasi Arus Mudik, Pertamina Tambah Stok BBM 13,5%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Tetapi juga hati-hati yang belum sekali lagi yang belum vaksin apalagi yang belum booster segera minta divaksin agar semuanya imun kita terjaga dari covid,&quot; kata Jokowi.
Jokowi mengakui bahwa ada kenaikan kasus positif covid-19 di Indonesia, namun angkanya masih di bawah standar WHO.
&quot;Memang ada kenaikan tetapi kita masih jauh di bawah standarnya WHO. Standar WHO kurang lebih 8 ribu dan kita berada diangka 600-900. Saya kira kita masih terkelola, terkendali dengan baik,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster sebelum mudik Lebaran 2023. Hal ini menyikapi lonjakan kasus Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri.
&quot;Yang paling penting pertama vaksinasi itu penting. Booster itu penting. Jadi yang belum itu segera booster,&quot; kata Jokowi di Depok, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
 Waspada Covid-19 Naik saat Mudik, Jokowi Minta Masyarakat Vaksin Booster

Jokowi mengatakan, dari hasil sero survei, masyarakat Indonesia memiliki imunitas mencapai 98,5%. Angka tersebut pun tinggi sekali.

BACA JUGA:
Antisipasi Arus Mudik, Pertamina Tambah Stok BBM 13,5%&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Tetapi juga hati-hati yang belum sekali lagi yang belum vaksin apalagi yang belum booster segera minta divaksin agar semuanya imun kita terjaga dari covid,&quot; kata Jokowi.
Jokowi mengakui bahwa ada kenaikan kasus positif covid-19 di Indonesia, namun angkanya masih di bawah standar WHO.
&quot;Memang ada kenaikan tetapi kita masih jauh di bawah standarnya WHO. Standar WHO kurang lebih 8 ribu dan kita berada diangka 600-900. Saya kira kita masih terkelola, terkendali dengan baik,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
