<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral! Oknum Petugas Bea Cukai Diduga Peras Turis Taiwan, Ternyata Ini Faktanya</title><description>Viral, oknum petugas Bea Cukai diduga peras turis asing asal Taiwan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797968/viral-oknum-petugas-bea-cukai-diduga-peras-turis-taiwan-ternyata-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797968/viral-oknum-petugas-bea-cukai-diduga-peras-turis-taiwan-ternyata-ini-faktanya"/><item><title>Viral! Oknum Petugas Bea Cukai Diduga Peras Turis Taiwan, Ternyata Ini Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797968/viral-oknum-petugas-bea-cukai-diduga-peras-turis-taiwan-ternyata-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2797968/viral-oknum-petugas-bea-cukai-diduga-peras-turis-taiwan-ternyata-ini-faktanya</guid><pubDate>Kamis 13 April 2023 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/13/320/2797968/viral-oknum-petugas-bea-cukai-diduga-peras-turis-taiwan-ternyata-ini-faktanya-3x91J58HFi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral! Oknum Petugas Bea Cukai Diduga Peras Turis Taiwan (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/13/320/2797968/viral-oknum-petugas-bea-cukai-diduga-peras-turis-taiwan-ternyata-ini-faktanya-3x91J58HFi.jpg</image><title>Viral! Oknum Petugas Bea Cukai Diduga Peras Turis Taiwan (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Viral, oknum petugas Bea Cukai diduga peras turis asing asal Taiwan. Kabar ini viral di media sosial saol dugaan pemerasan oknum petugas Bea Cukai  di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Terdapat sebuah tayangan video dari media berita Taiwan yang menyebutkan adanya dugaan pemerasan oleh oknum petugas Bandara Ngurah Rai, Bali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jreng! Sri Mulyani Bongkar Skandal Emas Rp189 Triliun di Bea Cukai

Bea Cukai telah melakukan penelusuran terkait informasi turis Taiwan yang diminta membayar sejumlah uang karena mengambil foto di area terbatas bandara.

Tak hanya itu, Bea Cukai sudah melakukan penelusuran sumber pemberitaan ke situs forum online PTT pada tautan berikut https://www.ptt.cc/bbs/WomenTalk/M.1681039199.A.EBB.html. Hasilnya, setelah diterjemahkan, terdapat informasi yang mengindikasikan kejadian tersebut bukan terjadi pada area Bea Cukai.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral WNA Gagal Dapat Paket Kesehatan di Bali, Ini Penjelasan Bea Cukai

Akun Ludai (NeverEnough) menceritakan pengalamannya bahwa dia mengambil foto di area terbatas bandara. Turis Taiwan itu menyampaikan ada petugas Bea Cukai menghampiri dan kemudian membawanya ke ruang gelap.

Dia diberitahukan akan direpatriasi ke negara asal. Pada akhir unggahan, akun tersebut lebih lanjut menyampaikan bahwa untuk mendapatkan paspornya kembali dari petugas dan melanjutkan perjalanannya.

Turis Taiwan itu akhirnya menyepakati permintaan petugas tersebut untuk tidak menceritakan pengurangan denda yang telah dia terima.



Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa setelah dirinya mengiyakan, petugas tersebut memintanya untuk merekam sidik jari. Kemudian petugas melakukan stempel/cap paspor turis Taiwan tersebut dan dia dipersilakan melanjutkan perjalanannya.



&amp;ldquo;Dari keterangan tersebut, kami meyakini bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di Bea Cukai karena kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perekaman sidik jari dan stempel/cap pada paspor,&amp;rdquo; ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana di Jakarta, Kamis (13/4/2023).



Hatta mengatakan bahwa pengambilan foto di area terbatas bandara yang diatur peraturan Permenhub No. PM 80/2017 yang bukan bagian dari kewenangan Bea Cukai. Sama halnya dengan kewenangan untuk melakukan repatriasi pun bukan merupakan kewenangan Bea Cukai.



&amp;ldquo;Namun, demikian kami tetap akan berusaha berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk kemudian dapat mencari tahu duduk persoalan yang sebenarnya dan berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Dapat kami sampaikan pula, saat ini kami dalam proses berkoordinasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Viral, oknum petugas Bea Cukai diduga peras turis asing asal Taiwan. Kabar ini viral di media sosial saol dugaan pemerasan oknum petugas Bea Cukai  di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Terdapat sebuah tayangan video dari media berita Taiwan yang menyebutkan adanya dugaan pemerasan oleh oknum petugas Bandara Ngurah Rai, Bali.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jreng! Sri Mulyani Bongkar Skandal Emas Rp189 Triliun di Bea Cukai

Bea Cukai telah melakukan penelusuran terkait informasi turis Taiwan yang diminta membayar sejumlah uang karena mengambil foto di area terbatas bandara.

Tak hanya itu, Bea Cukai sudah melakukan penelusuran sumber pemberitaan ke situs forum online PTT pada tautan berikut https://www.ptt.cc/bbs/WomenTalk/M.1681039199.A.EBB.html. Hasilnya, setelah diterjemahkan, terdapat informasi yang mengindikasikan kejadian tersebut bukan terjadi pada area Bea Cukai.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Viral WNA Gagal Dapat Paket Kesehatan di Bali, Ini Penjelasan Bea Cukai

Akun Ludai (NeverEnough) menceritakan pengalamannya bahwa dia mengambil foto di area terbatas bandara. Turis Taiwan itu menyampaikan ada petugas Bea Cukai menghampiri dan kemudian membawanya ke ruang gelap.

Dia diberitahukan akan direpatriasi ke negara asal. Pada akhir unggahan, akun tersebut lebih lanjut menyampaikan bahwa untuk mendapatkan paspornya kembali dari petugas dan melanjutkan perjalanannya.

Turis Taiwan itu akhirnya menyepakati permintaan petugas tersebut untuk tidak menceritakan pengurangan denda yang telah dia terima.



Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa setelah dirinya mengiyakan, petugas tersebut memintanya untuk merekam sidik jari. Kemudian petugas melakukan stempel/cap paspor turis Taiwan tersebut dan dia dipersilakan melanjutkan perjalanannya.



&amp;ldquo;Dari keterangan tersebut, kami meyakini bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di Bea Cukai karena kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perekaman sidik jari dan stempel/cap pada paspor,&amp;rdquo; ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana di Jakarta, Kamis (13/4/2023).



Hatta mengatakan bahwa pengambilan foto di area terbatas bandara yang diatur peraturan Permenhub No. PM 80/2017 yang bukan bagian dari kewenangan Bea Cukai. Sama halnya dengan kewenangan untuk melakukan repatriasi pun bukan merupakan kewenangan Bea Cukai.



&amp;ldquo;Namun, demikian kami tetap akan berusaha berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk kemudian dapat mencari tahu duduk persoalan yang sebenarnya dan berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Dapat kami sampaikan pula, saat ini kami dalam proses berkoordinasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
