<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Produk Halal Naik 10 Kali Lipat Selama Ramadhan</title><description>Permintaan produk halal naik 10 kali lipat selama bulan Ramadhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2798042/permintaan-produk-halal-naik-10-kali-lipat-selama-ramadhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2798042/permintaan-produk-halal-naik-10-kali-lipat-selama-ramadhan"/><item><title>Permintaan Produk Halal Naik 10 Kali Lipat Selama Ramadhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2798042/permintaan-produk-halal-naik-10-kali-lipat-selama-ramadhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/320/2798042/permintaan-produk-halal-naik-10-kali-lipat-selama-ramadhan</guid><pubDate>Kamis 13 April 2023 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/13/320/2798042/permintaan-produk-halal-naik-10-kali-lipat-selama-ramadhan-5GSUY2LJRI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Permintaan produk halal naik (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/13/320/2798042/permintaan-produk-halal-naik-10-kali-lipat-selama-ramadhan-5GSUY2LJRI.jpg</image><title>Permintaan produk halal naik (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Permintaan produk halal naik 10 kali lipat selama bulan Ramadhan. Ketua Umum Asosiasi Produsen Produk Halal Indonesia (APPHI) Aman Suparman mengatakan, peningkatan permintaan terjadi pada produk makanan dan minuman serta fesyen. Peningkatannya pun sangat signifikan, bahkan hingga 10 kali lipat untuk produk fesyen.
Aman mengatakan, hal ini terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, tingkat spiritualitas masyarakat Indonesia cenderung meningkat selama Ramadhan. Dengan demikian, masyarakat mulai memperhatikan sertifikasi halal dari jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi.

BACA JUGA:
Resmikan Kawasan Riset Produk Halal Berbasis Maritim, Wapres: Bikin UMKM Kita Naik Kelas


&amp;ldquo;Misalnya daging, masyarakat ingin memastikan bahwa proses penyembelihan dilakukan dengan cara - cara yang sesuai,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Produk Halal Indonesia (APPHI), Aman Suparman dalam program Market Review IDX Channel, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
Ekspor Produk Halal RI Kalah dari Malaysia, Ini Penyebabnya


Peningkatan permintaan produk halal juga terlihat dari produk fesyen. Aman mengatakan, bulan Ramadhan adalah momentum di mana terdapat peningkatan permintaan busana muslim, sajadah dan mukena hingga 10 kali lipat. Sehingga banyak pelaku usaha pada sektor tersebut berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam mencukupi permintaan tersebut.
Aman menambahkan, peningkatan permintaan didukung oleh adanya pemulihan ekonomi dan pencabutan kebijakan PPKM di Indonesia. Hal tersebut berdampak terhadap tingginya pergerakan masyarakat dan meningkatkan sejumlah aktivitas yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk mengeluarkan uangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMi80LzE2NTE4OS81L3g4azBwNHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kendati demikian, pelaku usaha masih sangat berhati - hati untuk  meningkatkan harganya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga momentum  peningkatan daya beli masyarakat pada masa pemulihan ekonomi. Pelaku  usaha pun dinilai hanya melakukan sedikit penyesuaian harga sehingga  masyarakat tetap berminat untuk membelanjakan uangnya.
&amp;ldquo;Walaupun pemulihannya belum kembali 100 persen seperti sebelum  pandemi, tapi setidaknya ada pemulihan signifikan bila dibandingkan  dengan masa pandemi,&amp;rdquo; imbuhnya.
Selain itu, banyak pelaku usaha yang memanfaatkan momentum pencabutan  PPKM untuk kembali berjualan secara offline. Sehingga pelaku usaha  memiliki ragam alternatif untuk berjualan baik secara online maupun  offline. Bahkan, menurut Aman, banyak pelaku usaha yang berjualan dengan  kedua metode tersebut dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.
&amp;ldquo;Kita bisa melihat penjualan di marketplace tetap meningkat tapi di  saat yang bersamaan Pasar Tanah Abang juga dipadati pembeli. Pandemi  memang sedikit mengubah perilaku masyarakat, jadi para pelaku usaha  melakukan berbagai adaptasi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Permintaan produk halal naik 10 kali lipat selama bulan Ramadhan. Ketua Umum Asosiasi Produsen Produk Halal Indonesia (APPHI) Aman Suparman mengatakan, peningkatan permintaan terjadi pada produk makanan dan minuman serta fesyen. Peningkatannya pun sangat signifikan, bahkan hingga 10 kali lipat untuk produk fesyen.
Aman mengatakan, hal ini terjadi karena sejumlah faktor. Pertama, tingkat spiritualitas masyarakat Indonesia cenderung meningkat selama Ramadhan. Dengan demikian, masyarakat mulai memperhatikan sertifikasi halal dari jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi.

BACA JUGA:
Resmikan Kawasan Riset Produk Halal Berbasis Maritim, Wapres: Bikin UMKM Kita Naik Kelas


&amp;ldquo;Misalnya daging, masyarakat ingin memastikan bahwa proses penyembelihan dilakukan dengan cara - cara yang sesuai,&amp;rdquo; ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Produk Halal Indonesia (APPHI), Aman Suparman dalam program Market Review IDX Channel, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
Ekspor Produk Halal RI Kalah dari Malaysia, Ini Penyebabnya


Peningkatan permintaan produk halal juga terlihat dari produk fesyen. Aman mengatakan, bulan Ramadhan adalah momentum di mana terdapat peningkatan permintaan busana muslim, sajadah dan mukena hingga 10 kali lipat. Sehingga banyak pelaku usaha pada sektor tersebut berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam mencukupi permintaan tersebut.
Aman menambahkan, peningkatan permintaan didukung oleh adanya pemulihan ekonomi dan pencabutan kebijakan PPKM di Indonesia. Hal tersebut berdampak terhadap tingginya pergerakan masyarakat dan meningkatkan sejumlah aktivitas yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk mengeluarkan uangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMi80LzE2NTE4OS81L3g4azBwNHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kendati demikian, pelaku usaha masih sangat berhati - hati untuk  meningkatkan harganya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga momentum  peningkatan daya beli masyarakat pada masa pemulihan ekonomi. Pelaku  usaha pun dinilai hanya melakukan sedikit penyesuaian harga sehingga  masyarakat tetap berminat untuk membelanjakan uangnya.
&amp;ldquo;Walaupun pemulihannya belum kembali 100 persen seperti sebelum  pandemi, tapi setidaknya ada pemulihan signifikan bila dibandingkan  dengan masa pandemi,&amp;rdquo; imbuhnya.
Selain itu, banyak pelaku usaha yang memanfaatkan momentum pencabutan  PPKM untuk kembali berjualan secara offline. Sehingga pelaku usaha  memiliki ragam alternatif untuk berjualan baik secara online maupun  offline. Bahkan, menurut Aman, banyak pelaku usaha yang berjualan dengan  kedua metode tersebut dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.
&amp;ldquo;Kita bisa melihat penjualan di marketplace tetap meningkat tapi di  saat yang bersamaan Pasar Tanah Abang juga dipadati pembeli. Pandemi  memang sedikit mengubah perilaku masyarakat, jadi para pelaku usaha  melakukan berbagai adaptasi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
