<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resmikan Hunian Milenial Nempel Stasiun, Jokowi: Beli Bonusnya Dapat Kereta</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta hunian milenial berkonsep Transit-Oriented Development (TOD) diperbanyak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/470/2797924/resmikan-hunian-milenial-nempel-stasiun-jokowi-beli-bonusnya-dapat-kereta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/470/2797924/resmikan-hunian-milenial-nempel-stasiun-jokowi-beli-bonusnya-dapat-kereta"/><item><title>Resmikan Hunian Milenial Nempel Stasiun, Jokowi: Beli Bonusnya Dapat Kereta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/470/2797924/resmikan-hunian-milenial-nempel-stasiun-jokowi-beli-bonusnya-dapat-kereta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/13/470/2797924/resmikan-hunian-milenial-nempel-stasiun-jokowi-beli-bonusnya-dapat-kereta</guid><pubDate>Kamis 13 April 2023 12:18 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/13/470/2797924/resmikan-hunian-milenial-nempel-stasiun-jokowi-beli-bonusnya-dapat-kereta-DGZWv97dH3.png" expression="full" type="image/jpeg">Resmikan Hunian TOD, Jokowi: Beli Bonusnya Kereta (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/13/470/2797924/resmikan-hunian-milenial-nempel-stasiun-jokowi-beli-bonusnya-dapat-kereta-DGZWv97dH3.png</image><title>Resmikan Hunian TOD, Jokowi: Beli Bonusnya Kereta (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta hunian milenial berkonsep Transit-Oriented Development (TOD) atau Kawasan Berorientasi Transit diperbanyak.

Pembanguan hunian TOD atau yang menempel di stasiun bisa dibangun di kota-kota lain yang mengalami kemacetan, selain di Jakarta dan sekitarnya.

&amp;ldquo;Saya tadi sudah perintahkan dibangun, tidak di Jakarta dan sekitarnya saja, tapi di kota-kota yang mengalami kemacetan harus. TOD seperti ini,&amp;rdquo; ujar Jokowi saat meresmikan hunian milenial untuk Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:Jokowi: Saya Perintahkan Hunian Konsep TOD Dibangun di Kota Lain&amp;nbsp;


Menurut Jokowi, hunian milenial di Depok ini ditawarkan dengan harga yang terjangkau, yakni hunian subsidi dengan FLPP sekitar Rp200 juta, dan nonsubsidi di sekitar Rp300 juta dan Rp500 juta.

&amp;ldquo;Cicilannya juga murah, sehingga sangat pas sekali untuk hunian anak-anak muda, hunian milenial,&amp;rdquo; kata Jokowi.

BACA JUGA:MRT dan LRT Jadi Daya Tarik Calon Pembeli TOD, Ini Alasannya&amp;nbsp;


Jokowi mengatakan hunian milenial terintegrasi di kawasan Margonda, Depok, tersebut memiliki ruangan dan kamar yang sangat bagus. Hunian tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai.

&amp;ldquo;Dan yang paling penting ini disiapkan untuk hunian milenial, yang kalau mereka beli bonusnya dapat kereta api. Bangun tidur, mandi, langsung lompat sudah masuk ke (Kereta Komuter) KRL. Kemana-mana pun bisa,&amp;rdquo; kata Jokowi.

Dengan integrasi ke jalur kereta komuter KRL, kata Jokowi, para generasi milenial dapat melepas ketergantungan terhadap penggunaan kendaraan pribadi dan turut mengurangi kemacetan khususnya di Jabodetabek.



Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa wilayah perkotaan akan semakin padat sehingga menimbulkan tantangan untuk mengatur transportasi dan hunian bagi masyarakat.



&quot;Sebanyak 58% penduduk Indonesia di bawah 40 tahun dan 81 juta generasi milenial dengan status yang berbeda belum dapat fasilitas rumah, karena itu kami dengan Kementerian PUPR berinisiasi untuk mengkoordinasikan seluruh BUMN, Perumnas, Adhi Karya, dan lainnya, dan tentu PT Kereta Api yang punya lahan,&quot; kata Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta hunian milenial berkonsep Transit-Oriented Development (TOD) atau Kawasan Berorientasi Transit diperbanyak.

Pembanguan hunian TOD atau yang menempel di stasiun bisa dibangun di kota-kota lain yang mengalami kemacetan, selain di Jakarta dan sekitarnya.

&amp;ldquo;Saya tadi sudah perintahkan dibangun, tidak di Jakarta dan sekitarnya saja, tapi di kota-kota yang mengalami kemacetan harus. TOD seperti ini,&amp;rdquo; ujar Jokowi saat meresmikan hunian milenial untuk Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:Jokowi: Saya Perintahkan Hunian Konsep TOD Dibangun di Kota Lain&amp;nbsp;


Menurut Jokowi, hunian milenial di Depok ini ditawarkan dengan harga yang terjangkau, yakni hunian subsidi dengan FLPP sekitar Rp200 juta, dan nonsubsidi di sekitar Rp300 juta dan Rp500 juta.

&amp;ldquo;Cicilannya juga murah, sehingga sangat pas sekali untuk hunian anak-anak muda, hunian milenial,&amp;rdquo; kata Jokowi.

BACA JUGA:MRT dan LRT Jadi Daya Tarik Calon Pembeli TOD, Ini Alasannya&amp;nbsp;


Jokowi mengatakan hunian milenial terintegrasi di kawasan Margonda, Depok, tersebut memiliki ruangan dan kamar yang sangat bagus. Hunian tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai.

&amp;ldquo;Dan yang paling penting ini disiapkan untuk hunian milenial, yang kalau mereka beli bonusnya dapat kereta api. Bangun tidur, mandi, langsung lompat sudah masuk ke (Kereta Komuter) KRL. Kemana-mana pun bisa,&amp;rdquo; kata Jokowi.

Dengan integrasi ke jalur kereta komuter KRL, kata Jokowi, para generasi milenial dapat melepas ketergantungan terhadap penggunaan kendaraan pribadi dan turut mengurangi kemacetan khususnya di Jabodetabek.



Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa wilayah perkotaan akan semakin padat sehingga menimbulkan tantangan untuk mengatur transportasi dan hunian bagi masyarakat.



&quot;Sebanyak 58% penduduk Indonesia di bawah 40 tahun dan 81 juta generasi milenial dengan status yang berbeda belum dapat fasilitas rumah, karena itu kami dengan Kementerian PUPR berinisiasi untuk mengkoordinasikan seluruh BUMN, Perumnas, Adhi Karya, dan lainnya, dan tentu PT Kereta Api yang punya lahan,&quot; kata Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
