<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Ritel Bakal Mogok Jualan Minyak Goreng, Kemendag: Masalah Baru</title><description>Pengusaha ritel mengancam akan mogok jualan minyak goreng.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/320/2798725/pengusaha-ritel-bakal-mogok-jualan-minyak-goreng-kemendag-masalah-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/320/2798725/pengusaha-ritel-bakal-mogok-jualan-minyak-goreng-kemendag-masalah-baru"/><item><title>Pengusaha Ritel Bakal Mogok Jualan Minyak Goreng, Kemendag: Masalah Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/320/2798725/pengusaha-ritel-bakal-mogok-jualan-minyak-goreng-kemendag-masalah-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/320/2798725/pengusaha-ritel-bakal-mogok-jualan-minyak-goreng-kemendag-masalah-baru</guid><pubDate>Jum'at 14 April 2023 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/14/320/2798725/pengusaha-ritel-bakal-mogok-jualan-minyak-goreng-kemendag-masalah-baru-zn7ivnXeBd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha ritel ancam stop penjualan minyak goreng (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/14/320/2798725/pengusaha-ritel-bakal-mogok-jualan-minyak-goreng-kemendag-masalah-baru-zn7ivnXeBd.jpg</image><title>Pengusaha ritel ancam stop penjualan minyak goreng (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha ritel mengancam akan mogok jualan minyak goreng. Hal ini karena utang rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 miliar belum dibayar.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berencana akan menghentikan pengadaan minyak goreng jenis premium di 48.000 ritel Aprindo. Kementerian Perdagangan pun menilai hal ini akan menjadi masalah baru.

BACA JUGA:
Uang Bos Minyak Goreng Rp344 Miliar Belum Dibayar, Begini Langkah Kemendag


Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim menyebut akan menghubungi Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey agar itikatnya itu bisa digagalkan. Sebab, jika itu terlaksana akan menimbulkan masalah baru. Apalagi sebentar lagi Lebaran, pasti masyarakat membutuhkan pasokan minyak goreng premium.

BACA JUGA:
Mohon Maaf! Minyak Goreng Bakal Langka Lagi dalam Waktu Dekat


&quot;Nanti kita akan koordinasi lagi dengan pak roy, siang ini akan saya telpon. Ya nanti kita koordinasikan lah, intinya jangan sampai kejadian seperti itu, kan ini akan menimbulkan masalah baru,&quot; kata Isy saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/3/2023).
&quot;Saya kira ini kita sama-sama, kan ini menyangkut uang negara. Jadi saya kira, prinsip kehati-hatian itu yang harus kita pegang,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wOS8xLzE2NTA3MS81L3g4andxbXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kemudian, Isy juga mengaku akan segera mendatangi Kejakaaan Agung  untuk meminta jawaban atas surat permintaan pendapat yang sudah  dikirimkan beberapa waktu lalu. Pasalnya, untuk mengeluarkan izin  pelunasan utang rafaksi itu perlu masukan dari Kejaksaan Agung.
&quot;Ini saya akan ke Kejaksaan Agung lagi, kita akan meminta (pendapat  mereka lagi). Kan suratnya sudah lama itu. Surat dari Dirjennya sudah,  kemudian tinggal di level teknis, kan sudah rapat beberapa kali. Ya  mudah-mudahan tidak terlalu lama. Dan ini juga salah satu ada protes  dari peritel asosiasi ini, saya kira ini akan menjadi tambahan supaya  itu segera dikeluarkan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengusaha ritel mengancam akan mogok jualan minyak goreng. Hal ini karena utang rafaksi minyak goreng sebesar Rp344 miliar belum dibayar.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berencana akan menghentikan pengadaan minyak goreng jenis premium di 48.000 ritel Aprindo. Kementerian Perdagangan pun menilai hal ini akan menjadi masalah baru.

BACA JUGA:
Uang Bos Minyak Goreng Rp344 Miliar Belum Dibayar, Begini Langkah Kemendag


Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim menyebut akan menghubungi Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey agar itikatnya itu bisa digagalkan. Sebab, jika itu terlaksana akan menimbulkan masalah baru. Apalagi sebentar lagi Lebaran, pasti masyarakat membutuhkan pasokan minyak goreng premium.

BACA JUGA:
Mohon Maaf! Minyak Goreng Bakal Langka Lagi dalam Waktu Dekat


&quot;Nanti kita akan koordinasi lagi dengan pak roy, siang ini akan saya telpon. Ya nanti kita koordinasikan lah, intinya jangan sampai kejadian seperti itu, kan ini akan menimbulkan masalah baru,&quot; kata Isy saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (14/3/2023).
&quot;Saya kira ini kita sama-sama, kan ini menyangkut uang negara. Jadi saya kira, prinsip kehati-hatian itu yang harus kita pegang,&quot; tambahnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8wOS8xLzE2NTA3MS81L3g4andxbXY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kemudian, Isy juga mengaku akan segera mendatangi Kejakaaan Agung  untuk meminta jawaban atas surat permintaan pendapat yang sudah  dikirimkan beberapa waktu lalu. Pasalnya, untuk mengeluarkan izin  pelunasan utang rafaksi itu perlu masukan dari Kejaksaan Agung.
&quot;Ini saya akan ke Kejaksaan Agung lagi, kita akan meminta (pendapat  mereka lagi). Kan suratnya sudah lama itu. Surat dari Dirjennya sudah,  kemudian tinggal di level teknis, kan sudah rapat beberapa kali. Ya  mudah-mudahan tidak terlalu lama. Dan ini juga salah satu ada protes  dari peritel asosiasi ini, saya kira ini akan menjadi tambahan supaya  itu segera dikeluarkan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
