<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkat Suku Bunga Sudah Capai Puncak, Prospek Obligasi Tahun Ini Cerah?</title><description>Tingkat kenaikan suku bunga di Indonesia saat ini dinilai sudah mencapai puncaknya, yakni sebesar 5,75%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/622/2798513/tingkat-suku-bunga-sudah-capai-puncak-prospek-obligasi-tahun-ini-cerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/622/2798513/tingkat-suku-bunga-sudah-capai-puncak-prospek-obligasi-tahun-ini-cerah"/><item><title>Tingkat Suku Bunga Sudah Capai Puncak, Prospek Obligasi Tahun Ini Cerah?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/622/2798513/tingkat-suku-bunga-sudah-capai-puncak-prospek-obligasi-tahun-ini-cerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/14/622/2798513/tingkat-suku-bunga-sudah-capai-puncak-prospek-obligasi-tahun-ini-cerah</guid><pubDate>Jum'at 14 April 2023 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/14/622/2798513/tingkat-suku-bunga-sudah-capai-puncak-prospek-obligasi-tahun-ini-cerah-ZmwX7M7EAf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prospek investasi obligasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/14/622/2798513/tingkat-suku-bunga-sudah-capai-puncak-prospek-obligasi-tahun-ini-cerah-ZmwX7M7EAf.jpg</image><title>Prospek investasi obligasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tingkat kenaikan suku bunga di Indonesia saat ini dinilai sudah mencapai puncaknya, yakni sebesar 5,75%.
Head of Fix Income PT Mirae Asset Indonesia Nita Amalia mengatakan tingginya tingkat suku bunga ini dinilai cukup menarik untuk investasi pada instrumen obligasi, khususnya obligasi pemerintah.

BACA JUGA:
Bayar Utang, PP Properti (PPRO) Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar


&amp;ldquo;Kami menilai investasi pada obliasi tenor menengah panjang cukup menarik saat ini. Momentum harga yang masih menarik ini bisa dimanfaatkan di tengah suku bunga yang masih tinggi,&amp;rdquo; katanya dalam Media Day: April 2023 by Mirae Asset, pada Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
2 Obligasi dan 1 Saham Tercatat di BEI selama Sepekan


Sementara itu, Nita menilai untuk obligasi tenor pendek masih cenderung berfluktuasi mengingat prospek ekonomi global penuh ketidakpastian.
Selain itu, Senior Economist PT Mirae Asset Indonesia Rully Arya Wisnubrata juga menilai obligasi tenor menengah panjang cenderung lebih aman karena potensi fluktuasi pasar masih cukup tinggi mengingat ketidakpastian ekonomi global juga masih tinggi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yMi80LzE0OTU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Karena itu, untuk menghindari risiko gejolak pasar pada obligasi  tenor pendek, kami menyarankan berinvestasi pada tenor menengah-panjang,  atau artinya di atas 3 tahun&amp;rdquo; ujarnya.
Sejak awal tahun 2023 return obligasi juga masih positif seiring  dengan tingginya tingkat kepercayaan investor asing kepada efek utang  pemerintah Indonesia.
Ketertarikan tersebut dicerminkan pada porsi kepemilikan SBN oleh  investor asing mencapai Rp818,53 triliun atau setara 14,89% nilai  beredar pada akhir Maret 2023, yang mengalami kenaikan dari Rp762,19  triliun atau setara 14,36% dari nilai beredar akhir tahun 2022 lalu.
Selain masuknya investor asing ke pasar efek utang Indonesia, Nita  mengatakan ada dua faktor positif lain yang juga dapat mendukung return  investasi investor pada obligasi, yakni sifat obligasi yang stabil  dengan potongan pajak yang rendah dan naiknya target nilai penerbitan  obligasi pemerintah tahun ini.
Dari sisi sifat instrumennya, obligasi memang sering dinilai sebagai  instrumen yang lebih stabil dan pasti dibandingkan instrumen investasi  lain karena pergerakannya yang stabil.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tingkat kenaikan suku bunga di Indonesia saat ini dinilai sudah mencapai puncaknya, yakni sebesar 5,75%.
Head of Fix Income PT Mirae Asset Indonesia Nita Amalia mengatakan tingginya tingkat suku bunga ini dinilai cukup menarik untuk investasi pada instrumen obligasi, khususnya obligasi pemerintah.

BACA JUGA:
Bayar Utang, PP Properti (PPRO) Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar


&amp;ldquo;Kami menilai investasi pada obliasi tenor menengah panjang cukup menarik saat ini. Momentum harga yang masih menarik ini bisa dimanfaatkan di tengah suku bunga yang masih tinggi,&amp;rdquo; katanya dalam Media Day: April 2023 by Mirae Asset, pada Kamis (13/4/2023).

BACA JUGA:
2 Obligasi dan 1 Saham Tercatat di BEI selama Sepekan


Sementara itu, Nita menilai untuk obligasi tenor pendek masih cenderung berfluktuasi mengingat prospek ekonomi global penuh ketidakpastian.
Selain itu, Senior Economist PT Mirae Asset Indonesia Rully Arya Wisnubrata juga menilai obligasi tenor menengah panjang cenderung lebih aman karena potensi fluktuasi pasar masih cukup tinggi mengingat ketidakpastian ekonomi global juga masih tinggi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yMi80LzE0OTU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Karena itu, untuk menghindari risiko gejolak pasar pada obligasi  tenor pendek, kami menyarankan berinvestasi pada tenor menengah-panjang,  atau artinya di atas 3 tahun&amp;rdquo; ujarnya.
Sejak awal tahun 2023 return obligasi juga masih positif seiring  dengan tingginya tingkat kepercayaan investor asing kepada efek utang  pemerintah Indonesia.
Ketertarikan tersebut dicerminkan pada porsi kepemilikan SBN oleh  investor asing mencapai Rp818,53 triliun atau setara 14,89% nilai  beredar pada akhir Maret 2023, yang mengalami kenaikan dari Rp762,19  triliun atau setara 14,36% dari nilai beredar akhir tahun 2022 lalu.
Selain masuknya investor asing ke pasar efek utang Indonesia, Nita  mengatakan ada dua faktor positif lain yang juga dapat mendukung return  investasi investor pada obligasi, yakni sifat obligasi yang stabil  dengan potongan pajak yang rendah dan naiknya target nilai penerbitan  obligasi pemerintah tahun ini.
Dari sisi sifat instrumennya, obligasi memang sering dinilai sebagai  instrumen yang lebih stabil dan pasti dibandingkan instrumen investasi  lain karena pergerakannya yang stabil.
</content:encoded></item></channel></rss>
