<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan LNG Sidakarya Topang Ketahanan Energi Bali</title><description>Pembangunan Terminal Khusus (Tersus) LNG Sidakarya, Denpasar bakal menopang ketahanan energi Bali.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/15/320/2799078/pembangunan-lng-sidakarya-topang-ketahanan-energi-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/15/320/2799078/pembangunan-lng-sidakarya-topang-ketahanan-energi-bali"/><item><title>Pembangunan LNG Sidakarya Topang Ketahanan Energi Bali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/15/320/2799078/pembangunan-lng-sidakarya-topang-ketahanan-energi-bali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/15/320/2799078/pembangunan-lng-sidakarya-topang-ketahanan-energi-bali</guid><pubDate>Sabtu 15 April 2023 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/15/320/2799078/pembangunan-lng-sidakarya-topang-ketahanan-energi-bali-TpOzSV9tUg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">LNG topang ketahanan energi Bali (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/15/320/2799078/pembangunan-lng-sidakarya-topang-ketahanan-energi-bali-TpOzSV9tUg.jpg</image><title>LNG topang ketahanan energi Bali (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan Terminal Khusus (Tersus) LNG Sidakarya, Denpasar bakal menopang ketahanan energi Bali. Guru Besar Universitas Udayana Ida Ayu Giriantari menilai, kemandirian energi di Bali bukan berarti Bali ingin merdeka.

BACA JUGA:
Sri Mulyani dan Menkeu Brunei Ngobrol Ketahanan Energi hingga Kesehatan

Menurutnya, Bali sangat membutuhkan energi bersih, untuk mendukung sektor pariwisata yang  sudah mulai pulih dari pandemi covid. Bahkan sudah terlihat normal, sehingga permintaan suplai energi juga sudah sangat meningkat.
&quot;Suplai energi Bali sampai sekarang dipasok dari Jawa  lewat jalur laut, dengan kebijakan energi bersih (dari  LNG) di Serangan, Sidakarya akan membuat suplai energi resilient, ketahanan energi Bali semakin tangguh,&quot; jelasnya, dikutip Sabtu (15/4/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: ASEAN Harus Jaga 6 Inisiatif Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi

Giriantari menyebut, Bali yang mengandalkan pariwisata sangat terdampak jika suplai listrik terganggu. &quot;Pengalaman terjadinya black out beberapa waktu lalu sangat memukul pariwisata, apalagi banyak event internasional di Bali,&quot; ujarnya.
Sebagai daerah wisata menurut Giriantari, kebutuhan energi bersih sangat mendesak. &quot;Kami ingin emisi kita tekan. Target nasional zero emisi 2060 Bali target 15 tahun lebih awal atau 2045,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNy84LzE2MzkxNC81L3g4ajU5bzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk merealisasikan ini semua, Giriantari menyebut perlu ada infrastruktur pembangkit listrik dari gas yang ramah lingkungan. Karena akan ada pengalihan dari PLTD yang mahal dan besar emisinya.
Karena itulah Giriantari mendesak Pemerintah Pusat mendukung proyek PLTG Sidakarya, yang menyediakan solusi energi bersih di Bali. Sebelumnya rencana pembangunan terminal LNG Sidakarya terhambat dengan adanya surat Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang tidak memberi rekomendasi kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Padahal proyek LNG tersebut, sudah melalui kajian yang matang dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov dan Desa Adat di sekitar lokasi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan Terminal Khusus (Tersus) LNG Sidakarya, Denpasar bakal menopang ketahanan energi Bali. Guru Besar Universitas Udayana Ida Ayu Giriantari menilai, kemandirian energi di Bali bukan berarti Bali ingin merdeka.

BACA JUGA:
Sri Mulyani dan Menkeu Brunei Ngobrol Ketahanan Energi hingga Kesehatan

Menurutnya, Bali sangat membutuhkan energi bersih, untuk mendukung sektor pariwisata yang  sudah mulai pulih dari pandemi covid. Bahkan sudah terlihat normal, sehingga permintaan suplai energi juga sudah sangat meningkat.
&quot;Suplai energi Bali sampai sekarang dipasok dari Jawa  lewat jalur laut, dengan kebijakan energi bersih (dari  LNG) di Serangan, Sidakarya akan membuat suplai energi resilient, ketahanan energi Bali semakin tangguh,&quot; jelasnya, dikutip Sabtu (15/4/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani: ASEAN Harus Jaga 6 Inisiatif Keuangan untuk Ketahanan Ekonomi

Giriantari menyebut, Bali yang mengandalkan pariwisata sangat terdampak jika suplai listrik terganggu. &quot;Pengalaman terjadinya black out beberapa waktu lalu sangat memukul pariwisata, apalagi banyak event internasional di Bali,&quot; ujarnya.
Sebagai daerah wisata menurut Giriantari, kebutuhan energi bersih sangat mendesak. &quot;Kami ingin emisi kita tekan. Target nasional zero emisi 2060 Bali target 15 tahun lebih awal atau 2045,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wNy84LzE2MzkxNC81L3g4ajU5bzI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk merealisasikan ini semua, Giriantari menyebut perlu ada infrastruktur pembangkit listrik dari gas yang ramah lingkungan. Karena akan ada pengalihan dari PLTD yang mahal dan besar emisinya.
Karena itulah Giriantari mendesak Pemerintah Pusat mendukung proyek PLTG Sidakarya, yang menyediakan solusi energi bersih di Bali. Sebelumnya rencana pembangunan terminal LNG Sidakarya terhambat dengan adanya surat Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang tidak memberi rekomendasi kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Padahal proyek LNG tersebut, sudah melalui kajian yang matang dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov dan Desa Adat di sekitar lokasi.
</content:encoded></item></channel></rss>
