<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bunga Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi 3,4%, RI Kena Jebakan Utang China?</title><description>Menko Luhut Panjaitan mengungkapkan bahwa China hanya ingin menurunkan bunga utang proyek kereta cepat 3,4%.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799582/bunga-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-jadi-3-4-ri-kena-jebakan-utang-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799582/bunga-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-jadi-3-4-ri-kena-jebakan-utang-china"/><item><title>Bunga Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi 3,4%, RI Kena Jebakan Utang China?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799582/bunga-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-jadi-3-4-ri-kena-jebakan-utang-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799582/bunga-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-jadi-3-4-ri-kena-jebakan-utang-china</guid><pubDate>Senin 17 April 2023 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/16/320/2799582/bunga-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-jadi-3-4-ri-kena-jebakan-utang-china-Jq2cB9l1cc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta cepat Jakarta-Bandung. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/16/320/2799582/bunga-utang-kereta-cepat-jakarta-bandung-jadi-3-4-ri-kena-jebakan-utang-china-Jq2cB9l1cc.jpg</image><title>Kereta cepat Jakarta-Bandung. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan mengungkapkan bahwa China hanya ingin menurunkan bunga utang proyek kereta cepat dari total pinjaman sebesar Rp8,3 triliun menjadi 3,4%.

Melansir BBC di Jakarta, Senin (17/4/2023),  pemerintah menilai jika bunga pinjaman itu terlalu memberatkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wuss! Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diujicoba Mei 2023

Pengamat ekonomi dari Indef, Rizal Taufikurahman, pun mengatakan ada besar kemungkinan pengelolaan kereta cepat ini diambil alih oleh China. Jika nantinya Indonesia dinyatakan gagal bayar utang.

Dalam hal ini Indonesia disebut harus menjadikan kasus Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai pembelajaran agar tidak asal menggarap sebuah proyek infrastruktur.

Di mana hal ini dikhawatirkan malah akan membuat Indonesia terperangkap dalam jebakan utang China.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Siap Diresmikan Agustus 2023

&quot;Iya, karena dari perencanaan awal terjadi pembengkakan biaya, minta bantuan ke APBN sekitar Rp17 triliun lewat penyertaan modal negara. Ini kelihatan tidak matang dari sisi perencanaan,&quot; ucap Rizal yang dikutip dari BBC.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS80LzE1ODQ4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tiba-tiba harga pembebasan tanah jadi naik karena jalurnya masuk ke lahan produktif,&quot; lanjutnya.



Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini mulanya diperkirakan menelan biaya Rp86,67 triliun. Namun belakangan terjadi pembengkakan atau cost overrun (kelebihan biaya) menjadi Rp114,24 triliun pada tahun 2021.







Baca Selengkapnya: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi Jebakan Utang China ke RI?


</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan mengungkapkan bahwa China hanya ingin menurunkan bunga utang proyek kereta cepat dari total pinjaman sebesar Rp8,3 triliun menjadi 3,4%.

Melansir BBC di Jakarta, Senin (17/4/2023),  pemerintah menilai jika bunga pinjaman itu terlalu memberatkan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wuss! Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diujicoba Mei 2023

Pengamat ekonomi dari Indef, Rizal Taufikurahman, pun mengatakan ada besar kemungkinan pengelolaan kereta cepat ini diambil alih oleh China. Jika nantinya Indonesia dinyatakan gagal bayar utang.

Dalam hal ini Indonesia disebut harus menjadikan kasus Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai pembelajaran agar tidak asal menggarap sebuah proyek infrastruktur.

Di mana hal ini dikhawatirkan malah akan membuat Indonesia terperangkap dalam jebakan utang China.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung Siap Diresmikan Agustus 2023

&quot;Iya, karena dari perencanaan awal terjadi pembengkakan biaya, minta bantuan ke APBN sekitar Rp17 triliun lewat penyertaan modal negara. Ini kelihatan tidak matang dari sisi perencanaan,&quot; ucap Rizal yang dikutip dari BBC.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wOS80LzE1ODQ4My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Tiba-tiba harga pembebasan tanah jadi naik karena jalurnya masuk ke lahan produktif,&quot; lanjutnya.



Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini mulanya diperkirakan menelan biaya Rp86,67 triliun. Namun belakangan terjadi pembengkakan atau cost overrun (kelebihan biaya) menjadi Rp114,24 triliun pada tahun 2021.







Baca Selengkapnya: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi Jebakan Utang China ke RI?


</content:encoded></item></channel></rss>
