<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Janet Yellen: Gejolak Keuangan Buat Bank-Bank di AS Waspada</title><description>Menteri Keuangan AS Janet Yellen menilai gejolak keuangan membuat bank di AS menjadi lebih waspada.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799836/janet-yellen-gejolak-keuangan-buat-bank-bank-di-as-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799836/janet-yellen-gejolak-keuangan-buat-bank-bank-di-as-waspada"/><item><title>Janet Yellen: Gejolak Keuangan Buat Bank-Bank di AS Waspada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799836/janet-yellen-gejolak-keuangan-buat-bank-bank-di-as-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2799836/janet-yellen-gejolak-keuangan-buat-bank-bank-di-as-waspada</guid><pubDate>Senin 17 April 2023 07:39 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2799836/janet-yellen-gejolak-keuangan-buat-bank-bank-di-as-waspada-1KHaDhbHEY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis perbankan di AS (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2799836/janet-yellen-gejolak-keuangan-buat-bank-bank-di-as-waspada-1KHaDhbHEY.jpeg</image><title>Krisis perbankan di AS (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan AS Janet Yellen menilai gejolak keuangan membuat bank di AS menjadi lebih waspada. Dia mengatakan sektor perbankan negara tersebut mungkin akan lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman.
Dengan kondisi tersebut, Yellen memprediksi pertumbuhan PDB AS masih &quot;moderat.&amp;rdquo; Sektor keuangan terguncang oleh penutupan dramatis Silicon Valley Bank (SVB) di California.

BACA JUGA:
Diinstruksikan Jokowi, Menteri Teten Kejar Target 30% Kredit Perbankan ke UMKM


Melansir VOA, Senin (17/4/2023), kejatuhan SVB segera diikuti oleh kegagalan bank regional AS lainnya. Hal itu juga mendorong dilakukannya merger di bawah tekanan antara Credit Suisse, raksasa perbankan investasi Swiss, dan pesaingnya, UBS.
Kemungkinan bank akan &quot;agak lebih berhati-hati&quot; dalam beroperasi, termasuk dalam mengeluarkan pinjaman untuk rumah tangga dan bisnis, ujar Yellen dalam wawancara dengan CNN.

BACA JUGA:
Kesal UMKM Tak Dapat Kredit Perbankan Bermodal NIB, Bahlil: Kami Jangan Disuruh Nipu Tiap Hari


Sikap kehati-hatian ini, kata Yellen, dapat mengakibatkan pengetatan ketersediaan kredit, seiring dengan kenaikan suku bunga yang dapat membebani kegiatan ekonomi, dan juga dapat berkontribusi terhadap perlambatan inflasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada konferensi yang digelar Selasa, Yellen mengindikasikan bahwa dia  &quot;pada tahap ini tidak benar-benar melihat bukti yang menunjukkan adanya  kontraksi dalam kredit.&quot;
Terlepas dari gejolak sektor perbankan, Yellen mengatakan kepada CNN,  proyeksinya untuk ekonomi AS tetap sama: &quot;Saya pikir prospeknya tetap  satu untuk pertumbuhan moderat dan pasar tenaga kerja yang kuat dengan  inflasi yang turun.&quot;
&quot;Saya tidak melihat apa pun saat ini yang cukup dramatis atau cukup  signifikan dalam pandangan saya untuk mengubah pandangan secara  signifikan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan AS Janet Yellen menilai gejolak keuangan membuat bank di AS menjadi lebih waspada. Dia mengatakan sektor perbankan negara tersebut mungkin akan lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman.
Dengan kondisi tersebut, Yellen memprediksi pertumbuhan PDB AS masih &quot;moderat.&amp;rdquo; Sektor keuangan terguncang oleh penutupan dramatis Silicon Valley Bank (SVB) di California.

BACA JUGA:
Diinstruksikan Jokowi, Menteri Teten Kejar Target 30% Kredit Perbankan ke UMKM


Melansir VOA, Senin (17/4/2023), kejatuhan SVB segera diikuti oleh kegagalan bank regional AS lainnya. Hal itu juga mendorong dilakukannya merger di bawah tekanan antara Credit Suisse, raksasa perbankan investasi Swiss, dan pesaingnya, UBS.
Kemungkinan bank akan &quot;agak lebih berhati-hati&quot; dalam beroperasi, termasuk dalam mengeluarkan pinjaman untuk rumah tangga dan bisnis, ujar Yellen dalam wawancara dengan CNN.

BACA JUGA:
Kesal UMKM Tak Dapat Kredit Perbankan Bermodal NIB, Bahlil: Kami Jangan Disuruh Nipu Tiap Hari


Sikap kehati-hatian ini, kata Yellen, dapat mengakibatkan pengetatan ketersediaan kredit, seiring dengan kenaikan suku bunga yang dapat membebani kegiatan ekonomi, dan juga dapat berkontribusi terhadap perlambatan inflasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wOC80LzE2MjI4NC81L3g4ajZna3k=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pada konferensi yang digelar Selasa, Yellen mengindikasikan bahwa dia  &quot;pada tahap ini tidak benar-benar melihat bukti yang menunjukkan adanya  kontraksi dalam kredit.&quot;
Terlepas dari gejolak sektor perbankan, Yellen mengatakan kepada CNN,  proyeksinya untuk ekonomi AS tetap sama: &quot;Saya pikir prospeknya tetap  satu untuk pertumbuhan moderat dan pasar tenaga kerja yang kuat dengan  inflasi yang turun.&quot;
&quot;Saya tidak melihat apa pun saat ini yang cukup dramatis atau cukup  signifikan dalam pandangan saya untuk mengubah pandangan secara  signifikan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
