<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Negara Tembus Rp647,2 Triliun di Maret 2023</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kinerja APBN per Maret 2023 terjaga positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800099/pendapatan-negara-tembus-rp647-2-triliun-di-maret-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800099/pendapatan-negara-tembus-rp647-2-triliun-di-maret-2023"/><item><title>Pendapatan Negara Tembus Rp647,2 Triliun di Maret 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800099/pendapatan-negara-tembus-rp647-2-triliun-di-maret-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800099/pendapatan-negara-tembus-rp647-2-triliun-di-maret-2023</guid><pubDate>Senin 17 April 2023 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800099/pendapatan-negara-tembus-rp647-2-triliun-di-maret-2023-fdPXTsiTH4.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800099/pendapatan-negara-tembus-rp647-2-triliun-di-maret-2023-fdPXTsiTH4.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kinerja APBN per Maret 2023 terjaga positif. Pendapatan negara tercatat sebesar Rp647,2 triliun atau sebesar 26,3% dari total target APBN 2023.
&quot;Pendapatan negara ini mengalami pertumbuhan sebesar 29% dibandingkan tahun sebelumnya,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).

BACA JUGA:
Pulang dari AS, Sri Mulyani Pantau Kinerja Bea Cukai Bandara Soetta

Belanja negara di sisi lain tercatat sebesar Rp518,7 triliun, atau 16,9% dari target APBN 2023. Angka ini tumbuh 5,7% secara year-on-year (yoy).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI3OC81L3g4azRsaDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, posisi APBN hingga akhir Maret 2023 masih mencatatkan surplus sebesar Rp128,5 triliun, atau 0,61% dari PDB. Keseimbangan primer, di sisi lain, juga tercatat surplus Rp228,8 triliun.

BACA JUGA:
Bertemu Menkeu India, Sri Mulyani Bahas Keamanan Pangan hingga IFA

Kendati demikian, Sri Mulyani masih mewaspadai gejolak perekonomian global yang masih berlangsung. Terlebih lagi, dirinya baru saja kembali dari Washington DC setelah bertemu para policy makers, seperti para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dalam menyikapi perkembangan terkini.&quot;PMI manufaktur global kembali ke zona kontraksi, dimana aktivitas manufaktur di hampir 60% negara G20 dan ASEAN-6 masih kontraktif, sementara India dan Indonesia masih ekspansif,&quot; ucap Sri.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa volatilitas harga komoditas masih membayangi. &quot;Harga gas dan batu bara dalam tren menurun, sementara harga minyak dan komoditas pangan masih volatile,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kinerja APBN per Maret 2023 terjaga positif. Pendapatan negara tercatat sebesar Rp647,2 triliun atau sebesar 26,3% dari total target APBN 2023.
&quot;Pendapatan negara ini mengalami pertumbuhan sebesar 29% dibandingkan tahun sebelumnya,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).

BACA JUGA:
Pulang dari AS, Sri Mulyani Pantau Kinerja Bea Cukai Bandara Soetta

Belanja negara di sisi lain tercatat sebesar Rp518,7 triliun, atau 16,9% dari target APBN 2023. Angka ini tumbuh 5,7% secara year-on-year (yoy).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI3OC81L3g4azRsaDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, posisi APBN hingga akhir Maret 2023 masih mencatatkan surplus sebesar Rp128,5 triliun, atau 0,61% dari PDB. Keseimbangan primer, di sisi lain, juga tercatat surplus Rp228,8 triliun.

BACA JUGA:
Bertemu Menkeu India, Sri Mulyani Bahas Keamanan Pangan hingga IFA

Kendati demikian, Sri Mulyani masih mewaspadai gejolak perekonomian global yang masih berlangsung. Terlebih lagi, dirinya baru saja kembali dari Washington DC setelah bertemu para policy makers, seperti para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dalam menyikapi perkembangan terkini.&quot;PMI manufaktur global kembali ke zona kontraksi, dimana aktivitas manufaktur di hampir 60% negara G20 dan ASEAN-6 masih kontraktif, sementara India dan Indonesia masih ekspansif,&quot; ucap Sri.
Selain itu, dia menyebutkan bahwa volatilitas harga komoditas masih membayangi. &quot;Harga gas dan batu bara dalam tren menurun, sementara harga minyak dan komoditas pangan masih volatile,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
