<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: RI Berhasil Gaet 3 Investor Baru Baterai Listrik dari Jerman</title><description>Pemerintah menggaet tiga investor asal Jerman untuk ikut membangun ekosistem baterai kendaraan listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800121/erick-thohir-ri-berhasil-gaet-3-investor-baru-baterai-listrik-dari-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800121/erick-thohir-ri-berhasil-gaet-3-investor-baru-baterai-listrik-dari-jerman"/><item><title>Erick Thohir: RI Berhasil Gaet 3 Investor Baru Baterai Listrik dari Jerman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800121/erick-thohir-ri-berhasil-gaet-3-investor-baru-baterai-listrik-dari-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800121/erick-thohir-ri-berhasil-gaet-3-investor-baru-baterai-listrik-dari-jerman</guid><pubDate>Senin 17 April 2023 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800121/erick-thohir-ri-berhasil-gaet-3-investor-baru-baterai-listrik-dari-jerman-hgKhg1Wdif.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800121/erick-thohir-ri-berhasil-gaet-3-investor-baru-baterai-listrik-dari-jerman-hgKhg1Wdif.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menggaet tiga investor asal Jerman untuk ikut membangun ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV Battery) di Indonesia. Ketiganya adalah Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), Eramet, dan Volkswagen.
Komitmen ketiga perusahaan asing itu disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Dia memastikan BASF, Eramet, dan Volkswagen siap menggelontorkan investasi di Indonesia.

BACA JUGA:
Momen Erick Thohir Dampingi Presiden Jokowi Jalan Pagi dan Sapa Masyarakat RI di Hannover

&quot;Kabar baik untuk Indonesia, tiga pimpinan perusahaan yakni BASF, Eramet, dan Volkswagen Group melalui PowerCo menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi pada pembangunan ekosistem industri baterai mobil listrik di Indonesia,&quot; ujar Erick melalui akun Instagramnya, Senin (17/4/2023).
Menariknya, BASF memulai investasinya pada akhir 2023. Erick menyebut produsen kimia terbesar di dunia itu akan menggarap ekosistem mobil listrik di Maluku Utara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI3OC81L3g4azRsaDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sementara, BASF menyampaikan bahwa mereka siap berinvestasi dalam pembangunan ekosistem mobil listrik di Maluku Utara, yang rencananya akan dimulai pada akhir 2023 mendatang,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Ekonomi Global Masih Belum Tentu, Sri Mulyani: Inflasi Masih Tinggi

Kerja sama bisnis antara Indonesia dan Jerman, lanjut Erick, akan membuka lapangan kerja baru di Tanah Air. Dan diharapkan bisa meningkatkan neraca ekonomi nasional.Sebagai informasi, pemerintah membuka peluang bagi investor potensial lainnya agar bisa ambil andil dalam pembangunan EV Battery di dalam negeri. Erick memandang langkah itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia.
Sebekumnya, Pemerintah melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) telah mengantongi perjanjian kerja sama dengan dua produsen baterai kelas dunia.
Keduanya adalah LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL). Kedua perusahaan asal China dan Korea Selatan (Korsel) itu ikut menggarap proyek besar EV Battery yakni, Titan dan Dragon
Atas komitmen tersebut, IBC mendapatkan nilai investasi sebesar USD15 miliar atau setara dengan Rp215 triliun. Perolehan investasi itu ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement yang dilakukan pada Maret 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menggaet tiga investor asal Jerman untuk ikut membangun ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV Battery) di Indonesia. Ketiganya adalah Badische Anilin-und Soda-Fabrik (BASF), Eramet, dan Volkswagen.
Komitmen ketiga perusahaan asing itu disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Dia memastikan BASF, Eramet, dan Volkswagen siap menggelontorkan investasi di Indonesia.

BACA JUGA:
Momen Erick Thohir Dampingi Presiden Jokowi Jalan Pagi dan Sapa Masyarakat RI di Hannover

&quot;Kabar baik untuk Indonesia, tiga pimpinan perusahaan yakni BASF, Eramet, dan Volkswagen Group melalui PowerCo menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi pada pembangunan ekosistem industri baterai mobil listrik di Indonesia,&quot; ujar Erick melalui akun Instagramnya, Senin (17/4/2023).
Menariknya, BASF memulai investasinya pada akhir 2023. Erick menyebut produsen kimia terbesar di dunia itu akan menggarap ekosistem mobil listrik di Maluku Utara.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI3OC81L3g4azRsaDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Sementara, BASF menyampaikan bahwa mereka siap berinvestasi dalam pembangunan ekosistem mobil listrik di Maluku Utara, yang rencananya akan dimulai pada akhir 2023 mendatang,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Ekonomi Global Masih Belum Tentu, Sri Mulyani: Inflasi Masih Tinggi

Kerja sama bisnis antara Indonesia dan Jerman, lanjut Erick, akan membuka lapangan kerja baru di Tanah Air. Dan diharapkan bisa meningkatkan neraca ekonomi nasional.Sebagai informasi, pemerintah membuka peluang bagi investor potensial lainnya agar bisa ambil andil dalam pembangunan EV Battery di dalam negeri. Erick memandang langkah itu sejalan dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia.
Sebekumnya, Pemerintah melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) telah mengantongi perjanjian kerja sama dengan dua produsen baterai kelas dunia.
Keduanya adalah LG Energy Solution (LGES) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend (CBL). Kedua perusahaan asal China dan Korea Selatan (Korsel) itu ikut menggarap proyek besar EV Battery yakni, Titan dan Dragon
Atas komitmen tersebut, IBC mendapatkan nilai investasi sebesar USD15 miliar atau setara dengan Rp215 triliun. Perolehan investasi itu ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement yang dilakukan pada Maret 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
