<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Bea Cukai Turun Jadi Rp72,24 Triliun di Maret 2023, Ini Sorotan Sri Mulyani</title><description>Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami penurunan, menjadi sebesar Rp72,24 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800196/penerimaan-bea-cukai-turun-jadi-rp72-24-triliun-di-maret-2023-ini-sorotan-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800196/penerimaan-bea-cukai-turun-jadi-rp72-24-triliun-di-maret-2023-ini-sorotan-sri-mulyani"/><item><title>Penerimaan Bea Cukai Turun Jadi Rp72,24 Triliun di Maret 2023, Ini Sorotan Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800196/penerimaan-bea-cukai-turun-jadi-rp72-24-triliun-di-maret-2023-ini-sorotan-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800196/penerimaan-bea-cukai-turun-jadi-rp72-24-triliun-di-maret-2023-ini-sorotan-sri-mulyani</guid><pubDate>Senin 17 April 2023 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800196/penerimaan-bea-cukai-turun-jadi-rp72-24-triliun-di-maret-2023-ini-sorotan-sri-mulyani-M5DaWCorzW.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800196/penerimaan-bea-cukai-turun-jadi-rp72-24-triliun-di-maret-2023-ini-sorotan-sri-mulyani-M5DaWCorzW.jfif</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami penurunan, menjadi sebesar Rp72,24 triliun di Maret 2023.
Angka ini setara 23,83% dari target APBN 2023, turun 8,93% secara year-on-year (yoy).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Isu yang Dibahas di Spring Meeting IMF-World Bank

&quot;Dibanding perpajakan, ceritanya agak berbeda. Setelah 3 tahun berturut-turut penerimaannya selalu positif, sekarang ini penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami penurunan meski penerimaannya masih cukup baik,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI3OC81L3g4azRsaDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal ini dipengaruhi turunnya penerimaan bea keluar (BK) menjadi sebesar Rp3,03 triliun dan cukai, namun penerimaan bea masuk (BM) sebesar Rp12,3 triliun di Maret 2023 masih menunjukkan kinerja positif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Indonesia Jadi Negara Tangguh di Tengah Pelemahan Global

&quot;Ini penyebabnya terutama di BK, karena BK mengalami penurunan hingga 71,66%. Ini dipengaruhi harga crude palm oil (CPO) yang terus menurun dan turunnya volume ekspor komoditas mineral,&quot; ungkap Sri.Sehingga, dia mengatakan bahwa memang tidak langsung diekspor dari sisi komoditas mineral secara raw materials. Namun di sisi lain, BM masih tumbuh sebesar 8,84%, didorong oleh pelemahan kurs Rupiah dan komoditas utama yang masih tumbuh meskipun kinerja impor sudah mulai menurun.
Penerimaan BM yang terbesar, sebut dia, berasal dari kendaraan roda empat, gas, suku cadang, mesin tambang, dan bahan plastik.
&quot;Kemudian kinerja penerimaan cukai turun 0,72%, ini disebabkan penurunan produksi di Januari 2023, utamanya dari rokok SKM dan SPM golongan 1. Ini karena perpindahan dari produksi rokok golongan 3 yang mengalami kenaikan, sedangkan golongan 1 dan 2 menurun,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami penurunan, menjadi sebesar Rp72,24 triliun di Maret 2023.
Angka ini setara 23,83% dari target APBN 2023, turun 8,93% secara year-on-year (yoy).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Isu yang Dibahas di Spring Meeting IMF-World Bank

&quot;Dibanding perpajakan, ceritanya agak berbeda. Setelah 3 tahun berturut-turut penerimaannya selalu positif, sekarang ini penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami penurunan meski penerimaannya masih cukup baik,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNi8xLzE2NTI3OC81L3g4azRsaDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal ini dipengaruhi turunnya penerimaan bea keluar (BK) menjadi sebesar Rp3,03 triliun dan cukai, namun penerimaan bea masuk (BM) sebesar Rp12,3 triliun di Maret 2023 masih menunjukkan kinerja positif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Indonesia Jadi Negara Tangguh di Tengah Pelemahan Global

&quot;Ini penyebabnya terutama di BK, karena BK mengalami penurunan hingga 71,66%. Ini dipengaruhi harga crude palm oil (CPO) yang terus menurun dan turunnya volume ekspor komoditas mineral,&quot; ungkap Sri.Sehingga, dia mengatakan bahwa memang tidak langsung diekspor dari sisi komoditas mineral secara raw materials. Namun di sisi lain, BM masih tumbuh sebesar 8,84%, didorong oleh pelemahan kurs Rupiah dan komoditas utama yang masih tumbuh meskipun kinerja impor sudah mulai menurun.
Penerimaan BM yang terbesar, sebut dia, berasal dari kendaraan roda empat, gas, suku cadang, mesin tambang, dan bahan plastik.
&quot;Kemudian kinerja penerimaan cukai turun 0,72%, ini disebabkan penurunan produksi di Januari 2023, utamanya dari rokok SKM dan SPM golongan 1. Ini karena perpindahan dari produksi rokok golongan 3 yang mengalami kenaikan, sedangkan golongan 1 dan 2 menurun,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
