<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp224,8 Triliun, Ini Alasannya</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyatakan Realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang per Maret 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800200/sri-mulyani-tarik-utang-baru-rp224-8-triliun-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800200/sri-mulyani-tarik-utang-baru-rp224-8-triliun-ini-alasannya"/><item><title>Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp224,8 Triliun, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800200/sri-mulyani-tarik-utang-baru-rp224-8-triliun-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/17/320/2800200/sri-mulyani-tarik-utang-baru-rp224-8-triliun-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 17 April 2023 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800200/sri-mulyani-tarik-utang-baru-rp224-8-triliun-ini-alasannya-FA2fycEK0A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/17/320/2800200/sri-mulyani-tarik-utang-baru-rp224-8-triliun-ini-alasannya-FA2fycEK0A.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan Realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang per Maret 2023 mencapai Rp224,8 triliun.
Angka ini, sebut dia, setara dengan 32,3% dari target APBN 2023 sebesar sebesar Rp696,3 triliun.

BACA JUGA:
Penerimaan Bea Cukai Turun Jadi Rp72,24 Triliun di Maret 2023, Ini Sorotan Sri Mulyani

&quot;Pembiayaan utang melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman on track sesuai dengan strategi pembiayaan tahun 2023,&quot; ujarnya dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).



Dia menyebut bahwa pembiayaan anggaran ini mengedepankan prinsip prudent, fleksibel, dan akuntabel dalam memenuhi pembiayaan APBN.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Isu yang Dibahas di Spring Meeting IMF-World Bank

&quot;Kita melakukan langkah front-loading ini karena kita mengantisipasi kenaikan suku bunga yang higher for longer, jadi kita ambil posisi sebelum terjadinya kenaikan suku bunga,&quot; ungkap Sri.Sri mengatakan bahwa memang target keseluruhan pembiayaan APBN 2023 sebesar Rp696,3 triliun memang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, namun ini merupakan strategi untuk menjaga buffer bagi pemerintah.
&quot;Timing pengadaan utang ini mempertimbangkan kondisi pasar dan kas pemerintah, serta kebutuhan pembiayaan,&quot; ucap Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan Realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang per Maret 2023 mencapai Rp224,8 triliun.
Angka ini, sebut dia, setara dengan 32,3% dari target APBN 2023 sebesar sebesar Rp696,3 triliun.

BACA JUGA:
Penerimaan Bea Cukai Turun Jadi Rp72,24 Triliun di Maret 2023, Ini Sorotan Sri Mulyani

&quot;Pembiayaan utang melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman on track sesuai dengan strategi pembiayaan tahun 2023,&quot; ujarnya dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).



Dia menyebut bahwa pembiayaan anggaran ini mengedepankan prinsip prudent, fleksibel, dan akuntabel dalam memenuhi pembiayaan APBN.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Ungkap Isu yang Dibahas di Spring Meeting IMF-World Bank

&quot;Kita melakukan langkah front-loading ini karena kita mengantisipasi kenaikan suku bunga yang higher for longer, jadi kita ambil posisi sebelum terjadinya kenaikan suku bunga,&quot; ungkap Sri.Sri mengatakan bahwa memang target keseluruhan pembiayaan APBN 2023 sebesar Rp696,3 triliun memang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, namun ini merupakan strategi untuk menjaga buffer bagi pemerintah.
&quot;Timing pengadaan utang ini mempertimbangkan kondisi pasar dan kas pemerintah, serta kebutuhan pembiayaan,&quot; ucap Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
