<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Cicil Sisa Kompensasi Energi 2022 Rp66,08 triliun</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana membayarkan sisa kompensasi energi tahun 2022 sebesar Rp66,08 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800464/sri-mulyani-cicil-sisa-kompensasi-energi-2022-rp66-08-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800464/sri-mulyani-cicil-sisa-kompensasi-energi-2022-rp66-08-triliun"/><item><title>Sri Mulyani Cicil Sisa Kompensasi Energi 2022 Rp66,08 triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800464/sri-mulyani-cicil-sisa-kompensasi-energi-2022-rp66-08-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800464/sri-mulyani-cicil-sisa-kompensasi-energi-2022-rp66-08-triliun</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 08:39 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800464/sri-mulyani-cicil-sisa-kompensasi-energi-2022-rp66-08-triliun-8pRo0HQ9CA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani cicil sisa kompensasi energi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800464/sri-mulyani-cicil-sisa-kompensasi-energi-2022-rp66-08-triliun-8pRo0HQ9CA.jpg</image><title>Sri Mulyani cicil sisa kompensasi energi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana membayarkan sisa kompensasi energi tahun 2022 sebesar Rp66,08 triliun. Kemenkeu akan membayar sisa kompensasi energi secara bertahap pada periode April-Juni 2023.
&quot;Dengan begitu InsyaAllah pada semester I-2023, seluruh subsidi dan kompensasi tahun 2022 akan bisa dibayarkan pemerintah,&quot; ucap Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dilansir dari Antara, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp224,8 Triliun, Ini Alasannya


Pembayaran kompensasi dilakukan agar arus kas PT Pertamina (Persero) dan PT Pembangkit Listrik Negara (Persero) atau PLN bisa positif sehingga kedua perseroan lancar dalam bertugas menyediakan bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan LPG bagi masyarakat dengan cukup serta dengan harga yang tetap terjangkau.
Isa menyebutkan kompensasi energi yang sudah dibayarkan pada tahun 2022 mencapai Rp379,3 triliun, yang meliputi kewajiban tertunggak tahun 2021 serta kompensasi triwulan I-III 2022.

BACA JUGA:
Penerimaan Bea Cukai Turun Jadi Rp72,24 Triliun di Maret 2023, Ini Sorotan Sri Mulyani


Adapun kompensasi energi triwulan IV-2022 belum dibayarkan lantaran harus diaudit terlebih dahulu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tetapi, nilai kompensasi yang harus dibayarkan sudah ada yakni sebesar Rp66,08 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, untuk subsidi energi tahun 2022 telah dibayarkan oleh  pemerintah sebesar Rp171,9 triliun. Subsidi energi dibayarkan secara  berkala setiap bulan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara  menjelaskan pembayaran kompensasi tahun 2022 yang dibayarkan hingga  kuartal III merupakan cara pembayaran baru agar lebih tepat waktu.
&quot;Biasanya pemerintah memiliki utang ke Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) Pertamina dan PLN itu totalnya bisa beberapa tahun. Mulai 2022,  kami lakukan pembayarannya lebih tepat waktu,&quot; jelas Suahasil.
Langkah tersebut untuk memastikan kedua perusahaan pelat merah  tersebut bisa menjalankan penugasan pemerintah, yakni memberikan subsidi  energi, dengan tetap menjalankan seluruh kewajiban keuangan perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana membayarkan sisa kompensasi energi tahun 2022 sebesar Rp66,08 triliun. Kemenkeu akan membayar sisa kompensasi energi secara bertahap pada periode April-Juni 2023.
&quot;Dengan begitu InsyaAllah pada semester I-2023, seluruh subsidi dan kompensasi tahun 2022 akan bisa dibayarkan pemerintah,&quot; ucap Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata dilansir dari Antara, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp224,8 Triliun, Ini Alasannya


Pembayaran kompensasi dilakukan agar arus kas PT Pertamina (Persero) dan PT Pembangkit Listrik Negara (Persero) atau PLN bisa positif sehingga kedua perseroan lancar dalam bertugas menyediakan bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan LPG bagi masyarakat dengan cukup serta dengan harga yang tetap terjangkau.
Isa menyebutkan kompensasi energi yang sudah dibayarkan pada tahun 2022 mencapai Rp379,3 triliun, yang meliputi kewajiban tertunggak tahun 2021 serta kompensasi triwulan I-III 2022.

BACA JUGA:
Penerimaan Bea Cukai Turun Jadi Rp72,24 Triliun di Maret 2023, Ini Sorotan Sri Mulyani


Adapun kompensasi energi triwulan IV-2022 belum dibayarkan lantaran harus diaudit terlebih dahulu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tetapi, nilai kompensasi yang harus dibayarkan sudah ada yakni sebesar Rp66,08 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, untuk subsidi energi tahun 2022 telah dibayarkan oleh  pemerintah sebesar Rp171,9 triliun. Subsidi energi dibayarkan secara  berkala setiap bulan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara  menjelaskan pembayaran kompensasi tahun 2022 yang dibayarkan hingga  kuartal III merupakan cara pembayaran baru agar lebih tepat waktu.
&quot;Biasanya pemerintah memiliki utang ke Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) Pertamina dan PLN itu totalnya bisa beberapa tahun. Mulai 2022,  kami lakukan pembayarannya lebih tepat waktu,&quot; jelas Suahasil.
Langkah tersebut untuk memastikan kedua perusahaan pelat merah  tersebut bisa menjalankan penugasan pemerintah, yakni memberikan subsidi  energi, dengan tetap menjalankan seluruh kewajiban keuangan perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
