<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Rokok Elektrik Makin Menjamur, Ternyata Ini Alasannya</title><description>Industri vape atau rokok elektrik (REL) makin menjamur menyusul adanya peralihan tren konsumsi produk hasil tembakau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800479/industri-rokok-elektrik-makin-menjamur-ternyata-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800479/industri-rokok-elektrik-makin-menjamur-ternyata-ini-alasannya"/><item><title>Industri Rokok Elektrik Makin Menjamur, Ternyata Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800479/industri-rokok-elektrik-makin-menjamur-ternyata-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800479/industri-rokok-elektrik-makin-menjamur-ternyata-ini-alasannya</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800479/industri-rokok-elektrik-makin-menjamur-ternyata-ini-alasannya-M5oIWMMKHZ.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna rokok elektrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800479/industri-rokok-elektrik-makin-menjamur-ternyata-ini-alasannya-M5oIWMMKHZ.jfif</image><title>Pengguna rokok elektrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri vape atau rokok elektrik (REL) makin menjamur menyusul adanya peralihan tren konsumsi produk hasil tembakau oleh masyarakat, terutama kalangan pemuda.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer (APVI), Garindra Kartasasmita, mengatakan masyarakat sudah semakin paham tentang risiko kesehatan akibat merokok. Untuk itu, penggunaan produk tembakau alternatif bisa membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.

BACA JUGA:
Menakar Peluang Bisnis Rokok Elektrik


Garindra, yang juga merupakan mantan perokok yang telah beralih ke produk tembakau alternatif, mengatakan akses terhadap informasi produk tembakau alternatif yang komprehensif harus terbuka luas untuk mencegah hoaks.
&quot;Kami berharap pemerintah lebih membuka diri dan objektif terhadap riset produk tembakau alternatif agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat,&quot; katanya dilansir dari Antara, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Mana yang Lebih Aman, Rokok Konvensional atau Rokok Elektrik? 


Sementara itu, Direktur Program Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan penyebarluasan informasi tentang risiko dan manfaat produk tembakau alternatif idealnya berbasis pada fakta ilmiah.
&quot;Memang riset penggunaan tembakau alternatif ini di Indonesia masih sangat kurang, terutama riset dari aspek kesehatan. Tetapi di negara lain sudah banyak riset tembakau alternatif terutama dari sisi kesehatan yang menyatakan orang yang merokok menggunakan vape lebih sedikit risikonya sehingga digunakan sebagai alternatif bagi orang yang mau quit smoking,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yOS80LzEwNTk1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Esther menambahkan, masyarakat juga membutuhkan edukasi dan informasi  mengenai produk tembakau alternatif tersebut. Namun hal yang penting  dalam konteks ini adalah keterbukaan dan keilmiahan data.
Apalagi, produk tembakau alternatif seperti vape memiliki  karakteristik  yang berbeda dibandingkan dengan produk hasil tembakau  konvensional yang telah banyak dikonsumsi masyarakat. Salah satunya  tidak adanya kandungan Tar dalam rokok alternatif.
&quot;Harus banyak riset manfaat merokok dengan tembakau alternatif dari  sisi kesehatan. Ada profesor Unpad, temuan risetnya tembakau alternatif  bisa mengurangi kerusakan gigi. Tetapi riset semacam itu masih sangat  jarang,&quot; ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan Otoritas  Kesehatan Inggris, risiko konsumsi rokok elektrik jauh lebih ramah bagi  kesehatan dibandingkan dengan produk tembakau konvensional.
Negara tersebut bahkan menggulirkan program 1 juta vape, yakni  memfasilitasi peralihan konsumsi dari rokok konvensional ke rokok  elektrik.
Tujuan dari program ini adalah untuk menjadikan vape sebagai alat  strategis agar masyarakat dewasa mampu berhenti mengonsumsi rokok.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri vape atau rokok elektrik (REL) makin menjamur menyusul adanya peralihan tren konsumsi produk hasil tembakau oleh masyarakat, terutama kalangan pemuda.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer (APVI), Garindra Kartasasmita, mengatakan masyarakat sudah semakin paham tentang risiko kesehatan akibat merokok. Untuk itu, penggunaan produk tembakau alternatif bisa membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaannya.

BACA JUGA:
Menakar Peluang Bisnis Rokok Elektrik


Garindra, yang juga merupakan mantan perokok yang telah beralih ke produk tembakau alternatif, mengatakan akses terhadap informasi produk tembakau alternatif yang komprehensif harus terbuka luas untuk mencegah hoaks.
&quot;Kami berharap pemerintah lebih membuka diri dan objektif terhadap riset produk tembakau alternatif agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat,&quot; katanya dilansir dari Antara, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Mana yang Lebih Aman, Rokok Konvensional atau Rokok Elektrik? 


Sementara itu, Direktur Program Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan penyebarluasan informasi tentang risiko dan manfaat produk tembakau alternatif idealnya berbasis pada fakta ilmiah.
&quot;Memang riset penggunaan tembakau alternatif ini di Indonesia masih sangat kurang, terutama riset dari aspek kesehatan. Tetapi di negara lain sudah banyak riset tembakau alternatif terutama dari sisi kesehatan yang menyatakan orang yang merokok menggunakan vape lebih sedikit risikonya sehingga digunakan sebagai alternatif bagi orang yang mau quit smoking,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yOS80LzEwNTk1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Esther menambahkan, masyarakat juga membutuhkan edukasi dan informasi  mengenai produk tembakau alternatif tersebut. Namun hal yang penting  dalam konteks ini adalah keterbukaan dan keilmiahan data.
Apalagi, produk tembakau alternatif seperti vape memiliki  karakteristik  yang berbeda dibandingkan dengan produk hasil tembakau  konvensional yang telah banyak dikonsumsi masyarakat. Salah satunya  tidak adanya kandungan Tar dalam rokok alternatif.
&quot;Harus banyak riset manfaat merokok dengan tembakau alternatif dari  sisi kesehatan. Ada profesor Unpad, temuan risetnya tembakau alternatif  bisa mengurangi kerusakan gigi. Tetapi riset semacam itu masih sangat  jarang,&quot; ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan Otoritas  Kesehatan Inggris, risiko konsumsi rokok elektrik jauh lebih ramah bagi  kesehatan dibandingkan dengan produk tembakau konvensional.
Negara tersebut bahkan menggulirkan program 1 juta vape, yakni  memfasilitasi peralihan konsumsi dari rokok konvensional ke rokok  elektrik.
Tujuan dari program ini adalah untuk menjadikan vape sebagai alat  strategis agar masyarakat dewasa mampu berhenti mengonsumsi rokok.</content:encoded></item></channel></rss>
