<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Teken Joint Declaration of Intent (JDoI) dengan Menteri Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman, Robert Habeck di Berlin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800539/menko-airlangga-teken-joint-declaration-of-intent-jdoi-dengan-menteri-urusan-ekonomi-dan-aksi-iklim-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800539/menko-airlangga-teken-joint-declaration-of-intent-jdoi-dengan-menteri-urusan-ekonomi-dan-aksi-iklim-jerman"/><item><title>Menko Airlangga Teken Joint Declaration of Intent (JDoI) dengan Menteri Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800539/menko-airlangga-teken-joint-declaration-of-intent-jdoi-dengan-menteri-urusan-ekonomi-dan-aksi-iklim-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800539/menko-airlangga-teken-joint-declaration-of-intent-jdoi-dengan-menteri-urusan-ekonomi-dan-aksi-iklim-jerman</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 11:10 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800539/menko-airlangga-teken-joint-declaration-of-intent-jdoi-dengan-menteri-urusan-ekonomi-dan-aksi-iklim-jerman-2I9BAs11Fa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI-Jerman teken Joint Declaration of intent (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800539/menko-airlangga-teken-joint-declaration-of-intent-jdoi-dengan-menteri-urusan-ekonomi-dan-aksi-iklim-jerman-2I9BAs11Fa.jpg</image><title>RI-Jerman teken Joint Declaration of intent (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman, Robert Habeck di Berlin. Menko Airlangga dan rombongan langsung berkunjung ke Kantor Kementerian Urusan Ekonomi dan Iklim Federal Jerman di Berlin dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Habeck.
&amp;ldquo;Kami sangat senang bahwa Indonesia telah kembali ditunjuk sebagai Partner Country Hannover Messe untuk yang ketiga kalinya dan merupakan kehormatan bagi Jerman untuk menerima Presiden Joko Widodo dan delegasi Indonesia dalam kunjungan tersebut, termasuk hasil pembicaraan Presiden RI dengan Kanselir Jerman, Olaf Scholz,&amp;rdquo; ungkap Menteri Habeck dalam sambutannya, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Peran Diaspora dalam Pembangunan di Indonesia


Selain promosi industri unggulan Indonesia dalam menerapkan industri 4.0, telah disepakati sejumlah kesepakatan Bisnis dan Government to Business di berbagai sektor seperti renewable energy pada acara Indonesia-Germany Business Summit setelah acara pembukaan Paviliun Nasional oleh Presiden Joko Widodo di pameran Hannover Messe 2023 pagi harinya, dengan estimasi kerja sama senilai USD2 Milyar dan diharapkan akan menyerap sebanyak 80,000 pekerja. Hal ini menunjukkan hubungan dan kerjasama ekonomi yang sangat erat dan saling menguntungkan antara Indonesia-Jerman.

BACA JUGA:
Airlangga Hartarto: Koalisi Besar akan Siapkan RPJP 2025-2045 untuk Indonesia


Sebelumnya pada tanggal 11 April 2023, Menko Airlangga dan Menteri Habeck secara virtual telah menandatangani kesepakatan pembentukan platform kerja sama ekonomi dan investasi (Joint Declaration of Intent on Indonesia &amp;ndash; Germany Joint Economic and Investment Committee/JEIC) yang nantinya tidak hanya melibatkan kalangan pemerintah, namun dirancang melibatkan swasta dengan tujuan meningkatkan kerjasama sektor ekonomi dan investasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC85LzE2NTMzMS81L3g4azZuZTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Joint Committee tersebut mencakup sektor yang cukup luas, yakni
&amp;bull;	Perdagangan
&amp;bull;	Industri
&amp;bull;	Investasi
&amp;bull;	Lingkungan hidup dan sumber daya alam
&amp;bull;	Energi
&amp;bull;	Maritim
&amp;bull;	Pariwisata
&amp;bull;	Kesehatan
&amp;bull;	Pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja
&amp;bull;	penelitian dan inovasi
&amp;bull;	Ekosistem bisnis rintisan/start up
&amp;bull;	Pengembangan UMKM.
Kedua Menteri telah membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian  bersama termasuk upaya mempercepat penyelesaian Perundingan  Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement  (IEU-CEPA), upaya hilirisasi industri di Indonesia, isu lingkungan dan  ekonomi hijau serta transisi energi.
&amp;ldquo;Indonesia memiliki komitmen kuat di bidang lingkungan, termasuk isu  berkelanjutan dan dan deforestasi. Namun demikian upaya penguatan  tersebut jangan sampai merugikan livelihoods/penghidupan dari para  petani kecil dan kalangan UMKM,&amp;rdquo; tukas Menko Airlangga.
Dengan platform kerjasama yang baru disepakati, kedua Menteri sepakat  untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan IEU-CEPA yang akan  memasuki putaran ke-14 di Brussel bulan Mei. Dalam kaitan ini kedua  negara juga sepakat menerapkan sikap fleksibilitas dan pragmatisme dalam  perundingan untuk mencari solusi, terutama isu sustainability. Jerman  sebagai ekonomi terbesar di Eropa siap membantu percepatan penyelesaian  perundingan IEU-CEPA.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman, Robert Habeck di Berlin. Menko Airlangga dan rombongan langsung berkunjung ke Kantor Kementerian Urusan Ekonomi dan Iklim Federal Jerman di Berlin dan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Habeck.
&amp;ldquo;Kami sangat senang bahwa Indonesia telah kembali ditunjuk sebagai Partner Country Hannover Messe untuk yang ketiga kalinya dan merupakan kehormatan bagi Jerman untuk menerima Presiden Joko Widodo dan delegasi Indonesia dalam kunjungan tersebut, termasuk hasil pembicaraan Presiden RI dengan Kanselir Jerman, Olaf Scholz,&amp;rdquo; ungkap Menteri Habeck dalam sambutannya, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Peran Diaspora dalam Pembangunan di Indonesia


Selain promosi industri unggulan Indonesia dalam menerapkan industri 4.0, telah disepakati sejumlah kesepakatan Bisnis dan Government to Business di berbagai sektor seperti renewable energy pada acara Indonesia-Germany Business Summit setelah acara pembukaan Paviliun Nasional oleh Presiden Joko Widodo di pameran Hannover Messe 2023 pagi harinya, dengan estimasi kerja sama senilai USD2 Milyar dan diharapkan akan menyerap sebanyak 80,000 pekerja. Hal ini menunjukkan hubungan dan kerjasama ekonomi yang sangat erat dan saling menguntungkan antara Indonesia-Jerman.

BACA JUGA:
Airlangga Hartarto: Koalisi Besar akan Siapkan RPJP 2025-2045 untuk Indonesia


Sebelumnya pada tanggal 11 April 2023, Menko Airlangga dan Menteri Habeck secara virtual telah menandatangani kesepakatan pembentukan platform kerja sama ekonomi dan investasi (Joint Declaration of Intent on Indonesia &amp;ndash; Germany Joint Economic and Investment Committee/JEIC) yang nantinya tidak hanya melibatkan kalangan pemerintah, namun dirancang melibatkan swasta dengan tujuan meningkatkan kerjasama sektor ekonomi dan investasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC85LzE2NTMzMS81L3g4azZuZTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Joint Committee tersebut mencakup sektor yang cukup luas, yakni
&amp;bull;	Perdagangan
&amp;bull;	Industri
&amp;bull;	Investasi
&amp;bull;	Lingkungan hidup dan sumber daya alam
&amp;bull;	Energi
&amp;bull;	Maritim
&amp;bull;	Pariwisata
&amp;bull;	Kesehatan
&amp;bull;	Pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja
&amp;bull;	penelitian dan inovasi
&amp;bull;	Ekosistem bisnis rintisan/start up
&amp;bull;	Pengembangan UMKM.
Kedua Menteri telah membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian  bersama termasuk upaya mempercepat penyelesaian Perundingan  Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement  (IEU-CEPA), upaya hilirisasi industri di Indonesia, isu lingkungan dan  ekonomi hijau serta transisi energi.
&amp;ldquo;Indonesia memiliki komitmen kuat di bidang lingkungan, termasuk isu  berkelanjutan dan dan deforestasi. Namun demikian upaya penguatan  tersebut jangan sampai merugikan livelihoods/penghidupan dari para  petani kecil dan kalangan UMKM,&amp;rdquo; tukas Menko Airlangga.
Dengan platform kerjasama yang baru disepakati, kedua Menteri sepakat  untuk mendorong percepatan penyelesaian perundingan IEU-CEPA yang akan  memasuki putaran ke-14 di Brussel bulan Mei. Dalam kaitan ini kedua  negara juga sepakat menerapkan sikap fleksibilitas dan pragmatisme dalam  perundingan untuk mencari solusi, terutama isu sustainability. Jerman  sebagai ekonomi terbesar di Eropa siap membantu percepatan penyelesaian  perundingan IEU-CEPA.</content:encoded></item></channel></rss>
