<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puncak Arus Mudik Lebaran, 18,7 Juta Orang Pulang Kampung</title><description>Jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 123,8 juta orang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800600/puncak-arus-mudik-lebaran-18-7-juta-orang-pulang-kampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800600/puncak-arus-mudik-lebaran-18-7-juta-orang-pulang-kampung"/><item><title>Puncak Arus Mudik Lebaran, 18,7 Juta Orang Pulang Kampung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800600/puncak-arus-mudik-lebaran-18-7-juta-orang-pulang-kampung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800600/puncak-arus-mudik-lebaran-18-7-juta-orang-pulang-kampung</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800600/puncak-arus-mudik-lebaran-18-7-juta-orang-pulang-kampung-bOdeEi5iLD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah pemudik tahun ini meningkat drastis (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800600/puncak-arus-mudik-lebaran-18-7-juta-orang-pulang-kampung-bOdeEi5iLD.jpg</image><title>Jumlah pemudik tahun ini meningkat drastis (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 123,8 juta orang. Oleh karena itu, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memitigasi agar menciptakan mudik sehat dan selamat.
Kementerian Perhubungan telah melakukan ramp chek terhadap 19.400 kendaraan pada 2023, dari jumlah tersebut sekitar 69% adalah angkutan antar kota antar provinsi (AKAP). Lalu, 18,90% adalah antar kota dalam provinsi (AKDP), kendaraan pariwisata 12,30%, dan lainnya 0,23%.

BACA JUGA:
Bisa Dilalui untuk Mudik, Menteri PUPR Pastikan Tol Cisumdawu Beroperasi Penuh Akhir Mei 2023 


&quot;Tujuan ramp chek adalah menjamin ketertiban administrasi, kesiapan pengemudi, dan kelaikan jalan kendaraan atau sarana,&quot; kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hendro Sugiatno, Selasa (18/4/2023).
Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1, yakni Jumat (21/4/2023). Diperkirakan sebanyak 18,7 juta orang akan bergerak menuju kampung halaman masing-masing.

BACA JUGA:
Mudik 2023, Arus Lalu Lintas di Kawasan Exit Tol Tingkir Salatiga Masih Landai


&quot;Sedangkan untuk puncak arus balik diperkirakan pada H+2, Selasa, 25 April 2023 yang akan mencapai 17,7 juta orang,&quot; ujar Hendro.
Sementara itu, Koordinator Jarak Aman Edo Rusyanto mengimbau pemudik agar mempersiapkan diri secara maksimal agar mudik sehat dan selamat dapat terwujud.
&amp;ldquo;Langkah ini dapat dilakukan dengan cara berkendara rendah risiko sehingga memperkecil fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan,&amp;rdquo; ujar Edo Rusyanto.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNy8xLzE2NTMyNC81L3g4azY2cXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menilai, estimasi adanya sekitar 25,13 juta pemudik bersepeda  motor, menuntut para pemudik lebih memprioritaskan keselamatan saat arus  mudik maupun arus balik.
&amp;ldquo;Perlu diperhatikan faktor manusia seperti kesehatan fisik, menjaga  emosi, dan menguasai teknik berkendara yang aman dan selamat.  Keselamatan harus menjadi prioritas,&amp;rdquo; tegas Edo Rusyanto.
Hal senada juga disampaikan, Ketua Koalisi Pejalan Kaki (KPBB) Alfred  Sitorus. Dia mengatakan, arus pergerakan 123,8 juta orang apabila tidak  dikelola dengan baik akan menjadi malapetaka seperti kasus kemacetan  Brexit tahun 2016 yang memicu pencemaran udara mematikan.
Dari 17 orang meninggal dunia pada Mudik Lebaran 1437 H/2016, 11  orang di antaranya adalah dengan ciri-ciri akibat keracunan emisi CO  (Carbon Monoxide), selain paparan parameter lain yang diemisikan  kendaraan bermotor.
Dia mengatakan, angka ini terlalu banyak. Mereka yang meninggal dunia  ini bukan karena kejadian tabrakan, terguling, tertabrak dan atau  kecelakaan benturan fisik kendaraan bermotor, tetapi meninggal dunia  oleh pembunuh tak tampak (invisible killer) akibat terpapar emisi  kendaraan yang terjebak kemacetan berjam-jam selama perjalanan Mudik  Lebaran, terutama pintu keluar Tol Brebes (Brexit).
&amp;ldquo;Untuk itu, agar mudik tidak menimbulkan kemacetan ekstrem yang  menyebabkan pencemaran udara yang mematikan, maka harus dikelola secara  efektif dan sistematis,&amp;rdquo; ujar Alfred.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini diprediksi mencapai 123,8 juta orang. Oleh karena itu, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memitigasi agar menciptakan mudik sehat dan selamat.
Kementerian Perhubungan telah melakukan ramp chek terhadap 19.400 kendaraan pada 2023, dari jumlah tersebut sekitar 69% adalah angkutan antar kota antar provinsi (AKAP). Lalu, 18,90% adalah antar kota dalam provinsi (AKDP), kendaraan pariwisata 12,30%, dan lainnya 0,23%.

BACA JUGA:
Bisa Dilalui untuk Mudik, Menteri PUPR Pastikan Tol Cisumdawu Beroperasi Penuh Akhir Mei 2023 


&quot;Tujuan ramp chek adalah menjamin ketertiban administrasi, kesiapan pengemudi, dan kelaikan jalan kendaraan atau sarana,&quot; kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hendro Sugiatno, Selasa (18/4/2023).
Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1, yakni Jumat (21/4/2023). Diperkirakan sebanyak 18,7 juta orang akan bergerak menuju kampung halaman masing-masing.

BACA JUGA:
Mudik 2023, Arus Lalu Lintas di Kawasan Exit Tol Tingkir Salatiga Masih Landai


&quot;Sedangkan untuk puncak arus balik diperkirakan pada H+2, Selasa, 25 April 2023 yang akan mencapai 17,7 juta orang,&quot; ujar Hendro.
Sementara itu, Koordinator Jarak Aman Edo Rusyanto mengimbau pemudik agar mempersiapkan diri secara maksimal agar mudik sehat dan selamat dapat terwujud.
&amp;ldquo;Langkah ini dapat dilakukan dengan cara berkendara rendah risiko sehingga memperkecil fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan,&amp;rdquo; ujar Edo Rusyanto.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNy8xLzE2NTMyNC81L3g4azY2cXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dia menilai, estimasi adanya sekitar 25,13 juta pemudik bersepeda  motor, menuntut para pemudik lebih memprioritaskan keselamatan saat arus  mudik maupun arus balik.
&amp;ldquo;Perlu diperhatikan faktor manusia seperti kesehatan fisik, menjaga  emosi, dan menguasai teknik berkendara yang aman dan selamat.  Keselamatan harus menjadi prioritas,&amp;rdquo; tegas Edo Rusyanto.
Hal senada juga disampaikan, Ketua Koalisi Pejalan Kaki (KPBB) Alfred  Sitorus. Dia mengatakan, arus pergerakan 123,8 juta orang apabila tidak  dikelola dengan baik akan menjadi malapetaka seperti kasus kemacetan  Brexit tahun 2016 yang memicu pencemaran udara mematikan.
Dari 17 orang meninggal dunia pada Mudik Lebaran 1437 H/2016, 11  orang di antaranya adalah dengan ciri-ciri akibat keracunan emisi CO  (Carbon Monoxide), selain paparan parameter lain yang diemisikan  kendaraan bermotor.
Dia mengatakan, angka ini terlalu banyak. Mereka yang meninggal dunia  ini bukan karena kejadian tabrakan, terguling, tertabrak dan atau  kecelakaan benturan fisik kendaraan bermotor, tetapi meninggal dunia  oleh pembunuh tak tampak (invisible killer) akibat terpapar emisi  kendaraan yang terjebak kemacetan berjam-jam selama perjalanan Mudik  Lebaran, terutama pintu keluar Tol Brebes (Brexit).
&amp;ldquo;Untuk itu, agar mudik tidak menimbulkan kemacetan ekstrem yang  menyebabkan pencemaran udara yang mematikan, maka harus dikelola secara  efektif dan sistematis,&amp;rdquo; ujar Alfred.</content:encoded></item></channel></rss>
