<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga 5,75% Jelang Lebaran</title><description>Hasil RDG BI pada tanggal 17 dan 18 April 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800714/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-5-75-jelang-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800714/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-5-75-jelang-lebaran"/><item><title>Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga 5,75% Jelang Lebaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800714/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-5-75-jelang-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800714/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-5-75-jelang-lebaran</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800714/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-5-75-jelang-lebaran-0rLy4uPNxX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Tahan Suku Bunga (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800714/tok-bi-kembali-tahan-suku-bunga-5-75-jelang-lebaran-0rLy4uPNxX.jpg</image><title>BI Tahan Suku Bunga (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 17 dan 18 April 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.
Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan suku bunga ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking. Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk mengarahkan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (18/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Sehubungan dengan itu, BI akan terus memperkuat respon bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada tanggal 17 dan 18 April 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.
Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di level 6,5%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan suku bunga ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking. Ini dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&quot;BI meyakini suku bunga BI7DRR di level 5,75% ini memadai untuk mengarahkan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran 3&amp;plusmn;1% di sisa tahun 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3&amp;plusmn;1% lebih awal dari prakiraan sebelumnya,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (18/4/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

BI juga akan melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Sehubungan dengan itu, BI akan terus memperkuat respon bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
