<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Menguat Kalahkan Rupee India hingga Peso Filipina</title><description>Perry Warjiyo menyatakan bahwa nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh BI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800896/rupiah-menguat-kalahkan-rupee-india-hingga-peso-filipina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800896/rupiah-menguat-kalahkan-rupee-india-hingga-peso-filipina"/><item><title>Rupiah Menguat Kalahkan Rupee India hingga Peso Filipina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800896/rupiah-menguat-kalahkan-rupee-india-hingga-peso-filipina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800896/rupiah-menguat-kalahkan-rupee-india-hingga-peso-filipina</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800896/rupiah-menguat-kalahkan-rupee-india-hingga-peso-filipina-w63ybijBL4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800896/rupiah-menguat-kalahkan-rupee-india-hingga-peso-filipina-w63ybijBL4.jpeg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh BI.
Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi portofolio.

BACA JUGA:
Gubernur BI Optimitis Ekonomi Indonesia Bisa Tembus 5,3% di 2023

&quot;Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022,&quot; ujar Perry dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Selasa (18/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTMzNi81L3g4azZwbHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penguatan ini, sebut dia, lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.

BACA JUGA:
Bye Uang Tunai, Transaksi Digital Banking Tembus Rp4.944 Triliun di Maret 2023

&quot;Ke depan, BI memprakirakan Rupiah terus menguat sejalan dengan surplusnya transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal asing dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tinggi, inflasi yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik,&quot; ungkap Perry.Dia mengatakan, BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Kebijakan tersebut diperkuat dengan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA -  Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyatakan bahwa nilai tukar Rupiah menguat sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh BI.
Nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat sebesar 1,38% secara point-to-point dibandingkan dengan level akhir Maret 2023, didorong kuatnya aliran masuk modal asing di investasi portofolio.

BACA JUGA:
Gubernur BI Optimitis Ekonomi Indonesia Bisa Tembus 5,3% di 2023

&quot;Secara year-to-date, nilai tukar Rupiah pada 17 April 2023 menguat 5,26% dari level akhir Desember 2022,&quot; ujar Perry dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Selasa (18/4/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xOC8xLzE2NTMzNi81L3g4azZwbHQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Penguatan ini, sebut dia, lebih tinggi dibandingkan dengan apresiasi Rupee India sebesar 0,93%, Baht Thailand sebesar 0,71%, dan depresiasi Peso Filipina sebesar 0,22%.

BACA JUGA:
Bye Uang Tunai, Transaksi Digital Banking Tembus Rp4.944 Triliun di Maret 2023

&quot;Ke depan, BI memprakirakan Rupiah terus menguat sejalan dengan surplusnya transaksi berjalan dan berlanjutnya aliran masuk modal asing dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tinggi, inflasi yang rendah, serta imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik,&quot; ungkap Perry.Dia mengatakan, BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.
&quot;Kebijakan tersebut diperkuat dengan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui implementasi Term Deposit valas Devisa Hasil Ekspor sesuai dengan mekanisme pasar,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
