<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global 2,6% di 2023</title><description>BI menyatakan perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Maka dari itu, BI tetap memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800916/bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-global-2-6-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800916/bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-global-2-6-di-2023"/><item><title>BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global 2,6% di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800916/bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-global-2-6-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/18/320/2800916/bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-global-2-6-di-2023</guid><pubDate>Selasa 18 April 2023 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800916/bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-global-2-6-di-2023-dM2tue9kZU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Global (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/18/320/2800916/bi-ramal-pertumbuhan-ekonomi-global-2-6-di-2023-dM2tue9kZU.jpg</image><title>Ekonomi Global (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Maka dari itu, BI tetap memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
&quot;Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi China pasca pandemi COVID-19, khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Bye Uang Tunai, Transaksi Digital Banking Tembus Rp4.944 Triliun di Maret 2023

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.



&quot;Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya,&quot; ucap Perry.

BACA JUGA:
Bank Mandiri Raup Laba Bersih Rp12,6 Triliun di Kuartal I-2023, Naik 25,2%

Sementara itu, respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus perbankan di AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global.&quot;Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan perbaikan ekonomi dunia berlanjut. Maka dari itu, BI tetap memprakirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 dapat mencapai 2,6%.
&quot;Perkembangan ini didorong dampak positif pembukaan ekonomi China pasca pandemi COVID-19, khususnya pada sektor jasa sehingga pengaruh rambatannya ke ekonomi global tidak secepat prakiraan sebelumnya,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Selasa (18/4/2023).

BACA JUGA:
Bye Uang Tunai, Transaksi Digital Banking Tembus Rp4.944 Triliun di Maret 2023

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) juga diprakirakan lebih baik dipengaruhi kinerja ekonomi yang kuat pada triwulan I 2023.



&quot;Perbaikan ekonomi global di tengah keketatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa mengakibatkan prospek penurunan inflasi global berjalan lambat dan mendorong berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di negara maju meskipun diperkirakan hampir akan mencapai puncaknya,&quot; ucap Perry.

BACA JUGA:
Bank Mandiri Raup Laba Bersih Rp12,6 Triliun di Kuartal I-2023, Naik 25,2%

Sementara itu, respons bank sentral AS dan Eropa memitigasi risiko kasus perbankan di AS dan Eropa berdampak pada berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global.&quot;Perkembangan tersebut pada gilirannya mendorong aliran masuk modal asing dan penguatan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
