<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Astra Agro (AALI) Anjlok 53,51% Jadi Rp224,71 Miliar di Kuartal I-2023</title><description>Laba PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) anjlok 53,51% pada kuartal I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/278/2801225/laba-astra-agro-aali-anjlok-53-51-jadi-rp224-71-miliar-di-kuartal-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/278/2801225/laba-astra-agro-aali-anjlok-53-51-jadi-rp224-71-miliar-di-kuartal-i-2023"/><item><title>Laba Astra Agro (AALI) Anjlok 53,51% Jadi Rp224,71 Miliar di Kuartal I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/278/2801225/laba-astra-agro-aali-anjlok-53-51-jadi-rp224-71-miliar-di-kuartal-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/04/19/278/2801225/laba-astra-agro-aali-anjlok-53-51-jadi-rp224-71-miliar-di-kuartal-i-2023</guid><pubDate>Rabu 19 April 2023 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/19/278/2801225/laba-astra-agro-aali-anjlok-53-51-jadi-rp224-71-miliar-di-kuartal-i-2023-EAI7kooYzx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba AALI anjlok (Fotp: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/19/278/2801225/laba-astra-agro-aali-anjlok-53-51-jadi-rp224-71-miliar-di-kuartal-i-2023-EAI7kooYzx.jpeg</image><title>Laba AALI anjlok (Fotp: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Laba PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) anjlok 53,51% pada kuartal I 2023. Laba AALI turun 53,51% menjadi Rp224,71 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp483,45 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan, Rabu (19/4/2023), pendapatan bersih AALI per Maret 2023 juga turun sebesar 27,65% menjadi Rp4,76 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp6,58 triliun. Produk minyak sawit mentah dan turunannya mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,35 triliun.

BACA JUGA:
Alasan Emiten Toto Sugiri (DCII) Absen Bagi Dividen

Kemudian, pendapatan dari produk inti sawit dan turunannya tercatat sebesar Rp399,58 miliar, serta pendapatan lainnya sebesar Rp4,30 miliar. Sementara itu, berdasarkan segmen geografisnya, pendapatan di wilayah Sumatera mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp2,29 triliun, wilayah Sulawesi mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,63 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp2,04 triliun.

BACA JUGA:
20 Emiten Gelar Aksi Korporasi Hari Ini Jelang Libur Lebaran, Ada BNGA hingga ROTI

Sedangkan, pendapatan kantor pusat dan lainnya tercatat sebesar Rp2,89 juta. Adapun, perseroan mencatatkan eliminasi pendapatan sebesar Rp2,22 triliun.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan AALI susut menjadi Rp4,25 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp5,58 triliun. Kemudian. beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp201,31 miliar, serta beban penjualan sebesar Rp146,18 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, total nilai aset AALI per Maret 2023 tumbuh tipis 0,47% menjadi Rp29,38 triliun, dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar Rp29,24 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp6,90 triliun, dan ekuitas sebesar Rp22,48 triliun.
Tahun 2023 ini, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun-Rp1,7 triliun. Adapun, sebagian besar capex dialokasikan untuk perawatan tanaman belum menghasilkan, sementara sisanya digunakan untuk perawatan infrastruktur dan maintenance alat mesin.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Laba PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) anjlok 53,51% pada kuartal I 2023. Laba AALI turun 53,51% menjadi Rp224,71 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp483,45 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan, Rabu (19/4/2023), pendapatan bersih AALI per Maret 2023 juga turun sebesar 27,65% menjadi Rp4,76 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp6,58 triliun. Produk minyak sawit mentah dan turunannya mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,35 triliun.

BACA JUGA:
Alasan Emiten Toto Sugiri (DCII) Absen Bagi Dividen

Kemudian, pendapatan dari produk inti sawit dan turunannya tercatat sebesar Rp399,58 miliar, serta pendapatan lainnya sebesar Rp4,30 miliar. Sementara itu, berdasarkan segmen geografisnya, pendapatan di wilayah Sumatera mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp2,29 triliun, wilayah Sulawesi mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,63 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp2,04 triliun.

BACA JUGA:
20 Emiten Gelar Aksi Korporasi Hari Ini Jelang Libur Lebaran, Ada BNGA hingga ROTI

Sedangkan, pendapatan kantor pusat dan lainnya tercatat sebesar Rp2,89 juta. Adapun, perseroan mencatatkan eliminasi pendapatan sebesar Rp2,22 triliun.
Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan AALI susut menjadi Rp4,25 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp5,58 triliun. Kemudian. beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp201,31 miliar, serta beban penjualan sebesar Rp146,18 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, total nilai aset AALI per Maret 2023 tumbuh tipis 0,47% menjadi Rp29,38 triliun, dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar Rp29,24 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp6,90 triliun, dan ekuitas sebesar Rp22,48 triliun.
Tahun 2023 ini, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,5 triliun-Rp1,7 triliun. Adapun, sebagian besar capex dialokasikan untuk perawatan tanaman belum menghasilkan, sementara sisanya digunakan untuk perawatan infrastruktur dan maintenance alat mesin.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
